coto makassar

Teka-teki Seputar Pantai Losari Makassar

Teka-teki Seputar Pantai Losari Makassar

Tulisan ini diawali dari sebuah status di wall facebook saya berjudul: SEJUTA KENANGAN DI PANTAI LOSARI MAKASSAR. Tak banyak data & sejarah yang saya miliki mengenai Pantai Losari di sepanjang Jalan Penghibur Kota Makassar ini di luar kuliner Pisang Epe dan Coto - Konro - Sop-nya. Kecuali, ya hanya satu, yakni bahwa pernah lahir sebuah film dengan setting tepi laut di sini, dengan judul SENJA DI PANTAI LOSARI. Selebihnya hanya mengandalkan ingatan dan kenangan, terutama ketika saya pulang kampung akhir November 2015 sekarang ini. Yang pasti, sudah banyak orang yang meninggalkan jejak langkah masa lalu di sepanjang Pantai Losari, ya…
Read More
Karebosi, Cerita dari Makassar Selain Coto dan Konro

Karebosi, Cerita dari Makassar Selain Coto dan Konro

Saya menemukan foto narsis saya di depan Karebosi yang diabadikan 5 tahun lalu, tepatnya 9 September 2011. Tapi, hari ini saya mampir kembali ke Karebosi untuk sekedar bernostalgia. Jauh sebelumnya, ketika puluhan tahun silam saat saya masih sekolah, kuliah di Makassar, lapangan Karebosi ini -- yang belakangan disulap jadi pusat perbelanjaan (mal) di bawahnya -- menjadi lapangan transit saya melepas lelah setelah mengayuh sepeda dari Sudiang (bandara) ke Karebosi - dan meneruskan perjalanan ke tempat kos di Gunungsari, tak jauh dari kampus saya ketika itu, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Alauddin (sekarang UIN, Universitas Islam Negeri). Dulu, Karebosi juga tempat…
Read More
‘Ngumpul Ora Ngumpul Ya Tetap Mangan’ Kalau di Makassar

‘Ngumpul Ora Ngumpul Ya Tetap Mangan’ Kalau di Makassar

Semboyan itu serta-merta langsung gugur, atau tidak berlaku sama sekali, saat berlibur ke Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Padahal selama lebih dari 30 tahun merantau ke Pulau Jawa, semboyan “mangan ora mangan, sing penting ngumpul” — makan tidak makan, yang penting ngumpul — sudah akrab betul di telinga saya. Bahkan terbukti dari fakta sehari-hari memang begitu. Semboyan itu gugur. Di “Kota Daeng” yang dulu bernama “Ujung Pandang” dan selalu bertiup “Anging Mammiri” ini, ternyata “ngumpul ora ngumpul, sing penting mangan” — ngumpul atau tidak ngumpul, yang penting makan dulu. Soal nanti pada akhirnya tetap ngumpul, itu urusan belakang, hehe… Satu lagi,…
Read More
Toggle Dark Mode