Balkoters, Wartawan Peliput Balaikota DKI

Nauli Basa Silitonga, salah seorang teman sesama wartawan mengupload status di Facebook (FB) Jumat 12 Juni 2026. Si Abang ini sedang berdiskusi dengan seseorang di Balaikota Pemerintah Provinsi (Pemrov) Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta.

Diskusi tersebut, diakui Bang Uli, sapaan akrabnya, adalah hanya diskusi ringan. Dia menyebutnya lagi berdiskusi berdiskusi bersama Om Pras dengan Balkoters (sebutan bagi Wartawan Balaikota).

Siapa Om Pras?

Ternyata… sapaan Om Pras tersebut adalah panggilan akrab untuk Prasetyo Edi Marsudi, mantan Ketua DPRD DKI Jakarta yang menjabat selama dua periode (2014–2019 dan 2019–2024).

Diskusi tersebut, kata Bang Uli, membahas tentang beberapa hal.

Antara lain kemajuan pelayanan Perusahaan Air Minum DKI Jakarta (PAM Jaya), klub sepakbola Persatuan Sepakbola Indonesia Jakarta (Persija).

Juga dibahas soal penanganan macet dan banjir Jakarta serta terobosan Pram-Doel (Pramono Anung – Rani Karno Si Doel) menjelang 5 Abad Jakarta.

Om Pras juga cerita pengalamannya selama 10 tahun jadi Ketua DPRD DKI.

“Selama untuk kepentingan warga Jakarta, anggota dewan jangan ragu untuk terus berbuat,” ujar Om Pras.

PENGALAMAN JADI BALKOTERS

Teringat lagi ketika saya pernah juga sebagai “Balkoters”, sebagai wartawan surat kabar sore Harian Terbit (Pos Kota Grup). Saya sempat tiga kali “bolak-balik” jadi wartawan yang bertugas meliput di lingkungan Balaikota merangkap di DPRD DKI Jakarta era Ketua Pak Ritonga.

Tepatnya Drs. M.H. Ritonga (Marahudin Ritonga) kelahiran 1939, pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta (DPRD DKI Jakarta) periode 7 Agustus 1992 – 18 Juli 1997.

Pertama kali meliput di Balaikota DKI Jakarta, diawali era Gubernur R. Soeprapto, kedua era Gubernur Soerjadi Soedirdja, ketiga era Gubernur Fauzi Bowo.

Adapun Kepala Humas era Gubernur Suprapto adalah Drs. S. Sudarsin sebagai Kepala Biro (Karo) Hubungan Masyarakat (Humas) Pemprov DKI Jakarta.

Sedang Kepala Humas era Gubernur Soerjadi Soedirdja adalah perwira TNI dari Kodam Jaya (lupa namanya).

Kemudian Bang Uli mengingatkan saya. “Bang Nur Terbit, nama Humas kala itu, Kolonel Kamaludin. Habis dari Gubernur Pak Suryadi ke Pak Sutiyoso baru ke Bang Foke,” katanya.

Sedang Kahumas era Gubernur Fauzi Bowo adalah Pak Munir, mantan Walikota Jakarta Pusat.

Teks: Dengan Gubernur DKI Jakarta R. Soeprapto di Balaikota Pemprov DKI Jakarta (foto dok Nur Terbit).

Saat ini, memang fungsi kehumasan, penyampaian informasi publik, dan pelayanan aduan warga di lingkungan Pemprov DKI Jakarta berada di bawah naungan Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) serta Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Utama. 

PERJALANAN MENUJU BALAIKOTA

Kepada Nauli Basa Silitonga, saya ceritakan bahwa awalnya saya ke Balaikota era Gubernur DKI Jakarta R Soeprapto.

Saya menggantikan Bang Fredy Hetaria, wartawan Harian Terbit yang pindah ke Tabloid Olahraga.

Selanjutnya saya dari Balaikota dipindahkan lagi ke pos liputan di wilayah Jakarta Utara (Jakut) dan jajarannya serta daerah sekitarnya.

Sedang tanggungjawab liputan dari meliputi selain di kantor Wali Kota, juga Kepolisian Resort (Polres), Komando Distrik Militer (Kodim), Pengadilan Negeri (PN), Kejaksaan Negeri (Kejari) dan Pelabuhan Tanjung Priok (Pelindo) termasuk KP3 (Polres Pelabuhan).

Setelah dari Jakut saya ditarik kembali ke Balaikota menggantikan teman Haeruddin E. Suratman (Mas Heru).

Kemudian di era Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo (Foke) saya dipindahkan lagi ke Jakarta Timur (Jaktim) diawal era gubernur Jokowi-Ahok.

Lagi-lagi di Jaktim harus merangkap sejumlah daerah liputan seperti kantor Wali Kota, Polres, Kejaksaan, Kodim, Pengadilan dan 3 penjara: Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cipinang, Rutan Cipinang dan Lapas Narkotika termasuk Panti Sosial Cipayung.

Ketika Harian Terbit berganti manajemen, kami wartawannya meminta berhenti dan mendapat pesangon.

Sejak itu saya banyak meliput berita hukum dan kriminal (kepolisian, kejaksaan, pengadilan) sampai kemudian dapat peluang jadi pengacara di tahun 2009 sampai sekarang. Meski sudah pengacara, masih tetap di media tapi bukan lagi wartawan tapi editor yang tidak mesti turun ke lapangan.

“Tapi daeng kembali ke Balkot sebentar kali. Soalnya kita gak pernah ketemu,” kata Bang Uli.

“Iya benar saya digantikan Heru di Balaikota,” kata saya menjawab Bang Uli

Awalnya saya memang ditugaskan kantor redaksi ke Balaikota era Gubernur DKI Jakarta R Soeprapto menggantikan Bang Fredy Hetaria, wartawan Harian Terbit yang pindah ke Tabloid Olahraga.

Selanjutnya saya dari Balaikota dipindahkan ke Jakarta Utara (Jakut). Setelah dari Jakut saya ditarik kembali ke Balaikota gantikan Haeruddin Suratman (Mas Heru).

Di era Gubernur DKI Fauzi Bowo (Foke) saya dipindahkan lagi ke Jaktim diawal era gubernur Jokowi-Ahok.

“Nur Terbit sobat jurnalis keren nih. Tetap menulis. Salam hormat sesama eks jurnalis Balkot dan Jakut nih,” kata Norma Meoko, teman wartawan dari surat kabar Angkatan Bersenjata (AB) dan Harian Jayakarta dan sama-sama pernah bertugas di Balaikota.

Norman Meoko Terima kasih Bung Norman. Nah dengan saudara saya ini pernah bareng liputan di Balaikota dan  Jakarta Utara 🙏

Norman kemudian menyampaikan koreksi. Menurutnya, waktu Gubernur Surjadi Soedirdja awalnya Kepala Biro Humas dijabat H. Abdul Munir mantan Wali Kota Jakarta Pusat.

Dalam perjalanannya, Abdul Munir diganti oleh Soesilo A. Darmoatdji. Sedangkan di zaman Gubernur Fauzi Bowo pejabat Kepala Biro Humas Pak Muhayat yang sebelumnya Wali Kota Jakarta Barat.

Sedang kepada Bang Uli, saya menjelaskan juga tentang kehadiran saya di Balaikota.

“Iya gak sempat ketemu ya. Padahal saya lama di Balaikota, bahkan sampai 3 kali bolak-balik, tukar-ganti, ditugaskan di Balaikota,” kata saya.

Waktu itu wartawan senior di Balaikota yang bareng liputan adalah Ibu Uke (wartawati PAB, juga Ketua PWI Unit Balaikota), Bang Sabam (Sinar Pagi), Mulyanto digantikan Toto Irianto lalu Helmi Ashari (Pos Kota), Bang Saragi dan mbak Patna Budi Utami (Media Indonesia).

Juga ada Lisbet, Samsul Nasution (Bisnis Indonesia), H. Ridwan, Norman Meoko (SH/SP/Jayakarta), Clara (Kompas), Hisar Sitanggang (Antara), Nurudin Abdullah (BI) dan lain-lain.

“Oh iya baru ingat. Kabiro Humas pengganti H Abdul Munir adalah Soesilo A. Darmoatmadji era Gubernur Surjadi Soedirdja,” kata saya kepada Bung Norman, yang saat diketik tulisan ini, sudah pulang kampung ke Sulawesi Utara merawat ibunya.

“Pak Soesilo ini pernah menegur wartawan Kompas (lupa namanya) karena memakai jam tangan dengan tali warna-warni, juga pakai celana jeans,” kata saya.

Wartawan ini memakai celana jeans meliput di lingkungan kantor Gubernur DKI Jakarta. Mungkin wajar dapat teguran kalau di acara formil yang dihadiri gubernur, jajarannya, Muspida (sekarang Forkopimda).

Ini koq tali jam tangan warna-warni yang dipakai Wartawan, juga dilarang. Aneh banget ya 😀

“Nur Terbit kenangan bersama Gubernur Surjadi Soedirdja. Saya juara pertama lomba penulisan dalam rangka HUT Jakarta,” kata Norman.

Norman kemudian mengungkapkan yang dia masih ingat wartawan yang meliput di Balaikota Pemprov DKI Jakarta.

Surat kabar harian pagi Sinar Pagi ada Bang Tunggul Saragih. Juga ada Lisbet Pakpahan dari Kantor Berita KNI. Bisnis Indonesia ada satu lagi Sahbudin Zen. Nuruddin Abdulah.

Di Balaikota juga ada almarhumah Hajjah Uke Achmad dari Bulletin Kantor Berita PAB. Ada juga Windrato dari Suara Pembaruan. Dari LKBN Antara selain Hisar ada juga Mbak Zita Meriana.

Demikian cerita blog saya kali ini tentang para Balkoters, atau istilah bagi wartawan yang ditugaskan kantor redaksi media masing-masing meliput di kantor Balaikota Pemprov DKI Jakarta. Semoga bermanfaat.

Salam : Nur Terbit

  • * Tulisan ini diikutkan Lomba Blog Kemerdekaan RI, yang digelar Wijaya Kusumah (Omjay), https://www.wijayalabs.com, menulis setiap hari selama 2 bulan (17 Agustus -17 Oktober 2026).

By nurterbit

Nama lengkap Nur Aliem Halvaima (NAH), nama pena Nur Terbit, Jurnalis, Lawyer, Blogger, YouTuber, Vlogger dan selama 34 tahun (1980-2014) mengabdi sebagai wartawan dan editor Harian Terbit versi cetak serta Admin Harian Terbit Online (Pos Kota Grup). Selanjutnya mencoba mengelola media cetak dan online sendiri hingga sekarang. Saat ini sudah menyelesaikan amanah menjabat Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jakarta Timur periode 2009-2012, 2012-2015. Selanjutnya mengemban amanah yang baru sebagai Pengurus PWI Jaya dengan posisi Koordinator Wartawan Bidang Multimedia. Kegiatan sehari-hari juga diisi dengan kesibukan sebagai pengurus yayasan pengelola sekolah TK & PAUD di Kota Bekasi, Jawa Barat. Pendidikan terakhir Magister Hukum (S2) Program Studi Hukum Bisnis, Universitas Islam Jakarta (UIJ) 2015 dengan tesis tentang "Pola Pengupahan Untuk Kesejahteraan Wartawan Media di Provinsi DKI Jakarta".

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts

Toggle Dark Mode