Waspada! Berbagai virus aneh sudah ada bercokol di sekeliling kita. Terutama kasus terbaru penyakit Influenza yang terus meningkat. Kemenkes minta masyarakat waspada.
Mohon maaf. Berita kurang menggembirakan tersebut, datang dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebagai informasi yang terasa “kurang sedap”.
Masyarakat diminta tetap waspada, terutama saat memasuki masa pergantian musim yang dapat meningkatkan penyebaran penyakit saluran pernapasan.
Mengutip laman resmi Kementerian Kesehatan Sabtu 3 Oktober 2026, hasil surveilans sentinel pada pekan ke-38 tahun 2026 menunjukkan 148 dari total 265 spesimen yang diperiksa terkonfirmasi positif influenza.
INFLUENZA KASUS TERBARU
Angka tersebut menghasilkan positivity rate sebesar 56 persen, namun tidak berarti 56 persen penduduk Indonesia terkena influenza, tulis RRI.CO.ID.
Kemenkes menyebut peningkatan kasus masih mengikuti pola musiman yang biasa terjadi di Indonesia.
Selain perubahan musim, peningkatan mobilitas dan pertemuan banyak orang serta subtipe virus yang sedang dominan turut memengaruhi kondisi tersebut.
Berdasarkan pemantauan Kemenkes, aktivitas influenza di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama berada pada kategori sedang.
Sementara itu, aktivitas kasus infeksi saluran pernapasan akut berat atau SARI yang dipantau di rumah sakit masih berada pada kategori rendah.
Jenis virus yang paling banyak terdeteksi pada periode tersebut ialah Influenza A H1N1pdm09.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan tetap melakukan pemantauan terhadap Influenza A H3N2 subclade K, yang belakangan dikenal masyarakat dengan sebutan “superflu”.
SEBELUMNYA ADA FLU BURUNG
Gejala influenza umumnya berupa demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, sakit kepala, nyeri badan, dan rasa lemas.
Sebagian besar kasus dapat pulih dengan perawatan di rumah, seperti cukup istirahat, memperbanyak minum, dan mengonsumsi makanan bergizi.
Masyarakat diimbau menjaga kebersihan tangan dan menerapkan etika batuk serta bersin untuk mengurangi risiko penularan.
Penggunaan masker juga dianjurkan ketika sedang sakit atau berada di tempat ramai, sementara masyarakat yang mengalami gejala berat disarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
Sebelum ada kasus Influenza ini, kita semua sudah “diincar” oleh Flu Burung (avian influenza). Ada juga flu yang lain. Seperti Flu Singapura dan Flu Babi.
Aneh-aneh memang nama penyakit flu ini, sampai nama bintang pun dipakai. Belum lagi ada flu dari Singapura. Koq nama penyakit sampai “di-paten-kan” menggunakan nama negara?
Khusus untuk Penyakit Flu Burung, penyakit infeksi ini menular yang disebabkan oleh virus influenza tipe A dan menyerang unggas, serta berpotensi menular ke manusia.
Penyebab utamanya adalah virus seperti strain H5N1 dan H7N9. Cara penularannya diketahui melalui kontak langsung dengan air liur, lendir, kotoran hewan terinfeksi, atau mengonsumsi produk unggas yang tidak dimasak matang.
Gejala pada manusia ditandai dengan demam tinggi (di atas 38°C) dan menggigil. Juga disertai batuk, pilek, dan sakit tenggorokan. Sesak napas dan nyeri otot.
Gejala dapat memburuk menjadi pneumonia atau gagal napas jika terlambat ditangani.
DISUSUL FLU SINGAPURA
Ngapain pula penyakit flu-nya sampai “diekspor” ke negeri kita Indonesia ini? Investasi atau lapangan kerja kek yang diekspor ya? 😀
Flu Singapura atau dikenal secara medis sebagai [Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) atau Penyakit Kaki, Tangan, dan Mulut] adalah infeksi virus menular yang sering menyerang anak-anak di bawah usia 5 tahun, namun bisa juga dialami oleh orang dewasa.
Penyebab dan penularannya belakangan diketahui karena akibat :
• Penyebabnya : Infeksi dari kelompok enterovirus, terutama Coxsackievirus A16 dan Enterovirus 71.
• Penularannya : Melalui kontak langsung dengan air liur, cairan dari lepuhan ruam, bersin, batuk, atau feses penderita. Penyakit ini sangat menular pada minggu pertama.
Gejala Utama
• Gejala awal (3–6 hari setelah terpapar): Demam, sakit tenggorokan, tidak nafsu makan, dan lemas.
• Gejala khas: Muncul sariawan yang terasa nyeri di rongga mulut (lidah, gusi, pipi bagian dalam) serta ruam atau bintil lepuh kemerahan di telapak tangan, telapak kaki, dan area bokong.
ADA JUGA FLU BABI
Sementara yang namanya Flu Babi adalah penyakit saluran pernapasan akut pada manusia yang disebabkan oleh virus influenza A H1N1, yang awalnya menular dari hewan babi (zoonosis).
Gejala Utama :
• Demam tinggi dan menggigil
• Batuk, pilek, dan sakit tenggorokan
• Nyeri otot, pegal-pegal, dan badan lemas
• Sakit kepala
Adalun Cara Penularannya :
• Menyebar lewat droplet (percikan air liur atau dahak) saat orang yang terinfeksi batuk atau bersin.
• Penularan tidak terjadi melalui konsumsi daging babi yang dimasak matang.
Pencegahan dan Pengobatannya :
• Mencegah penularan dengan rutin mencuci tangan pakai sabun dan mendapatkan vaksin influenza tahunan.
Adapun cara pencegahannya adalah
* Mencuci tangan secara rutin menggunakan sabun.
* Menghindari kontak langsung dengan unggas yang sakit atau mati.
* Menggunakan alat pelindung diri (APD) saat berada di area peternakan.
* Memasak daging dan telur unggas hingga matang sempurna.
Demikian sekilas tentang nama penyakit yang “masuk” ke Indonesia. Dari kasus influensa, Flu Burung hingga Flu Singapura. Semoga kita semua bisa meningkatkan kewaspadaan. Terima kasih.
Salam : Nur Terbit
* Hari ke-49 Selasa 6 Oktober 2026 Lomba Blog Hari Kemerdekaan RI ke-81 “Menulis untuk Indonesia, Menginspirasi Negeri”, yang diadakan oleh Wijaya Kusumah (Omjay) – https://www.wijayalabs.com

