Blog Post

Cara Menyikapi Jika Ada Berita Hoax

Cara Menyikapi Jika Ada Berita Hoax

Teks gambar : Penulis dan buku "Wartawan Bangkotan" berisi kumpulan tulisan yang pernah dimuat di berbagai media (foto dok Nur Terbit) Di kalangan masyarakat terutama di era digital sekarang ini, sudah mulai akrab dengan istilah berita hoax.  Setiap kali menerima informasi yang kurang jelas, langsung dicap berita hoax. Apalagi kalau berita tersebut tidak termuat di media resmi atau tayang beritanya di televisi. Repotnya lagi, dengan kemajuan teknologi pula, saat ini sudah mulai agak susah bagi masyarakat untuk membedakan mana berita fakta, mana berita hoax.  Apalagi dengan kehadiran kecerdasan buatan alias AI (singkatan dari Artificial Intelligence) sekarang ini. Wajah orang biasa…
Read More
Perjuangan Menulis di Platform Blog Keroyokan

Perjuangan Menulis di Platform Blog Keroyokan

Teks gambar : Cover buku "Menulis Gaya Wartawan" desain Ajinatha diterbitkan oleh Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan (YPTD, 2020), berisi kumpulan tulisan saya di berbagai platform media (foto dok Nur Terbit) "Bang Nur, saya sering membaca tulisannya di platform website atau blog keroyokan. Bagaimana caranya? Apakah ada honornya?," tanya seorang teman. "Blog atau website keroyokan atau ditulis secara nersmai-ramai, memang terbuka untuk masyarakat umum untuk menulis. Siapa pun bisa menulis asal login dulu atau registrasi dulu lalu bikin akun sendiri," kata saya. "Tulisan yang dimuat, setelah melalui proses verifikasi dari adminnya. Kalau tulisannya aman, gak nyinyirin orang, gak penuh caci-maki dan…
Read More
Respon Pembaca “Uang Panai” di Perkawinan Adat Bugis Makassar

Respon Pembaca “Uang Panai” di Perkawinan Adat Bugis Makassar

Teks gambar : Dua gadis Bugis Makassar dalam pakaian adat siap menari tarian daerah (foto dok : Nur Terbit) Beberapa tulisan saya sebelumnya di blog pribadi https://nurterbit.com ini terkait "Uang Panai", Alhamdulillah sempat mendapat respon positif dari pembaca sehingga memunculkan diskusi hangat. Bagi yang belum paham atau belum baca tulisan saya sebelumnya, saya mencoba menjelaskan kembali apa itu Uang Panai atau "Doe’ Panai" (dalam bahasa Makassar) atau _Doe’ Paenre" (dalam bahasa Bugis) yakni sejumlah uang yang diberikan kepada calon mempelai wanita.  Uang tersebut dimaksudkan untuk keperluan pesta pernikahan dan belanja pernikahan lainnya. Dengan demikian, uang panai tidak termasu mahar.  Uang…
Read More
Toggle Dark Mode