Blog Post

Perjuangan Menulis di Platform Blog Keroyokan

Perjuangan Menulis di Platform Blog Keroyokan

Teks gambar : Cover buku "Menulis Gaya Wartawan" desain Ajinatha diterbitkan oleh Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan (YPTD, 2020), berisi kumpulan tulisan saya di berbagai platform media (foto dok Nur Terbit) "Bang Nur, saya sering membaca tulisannya di platform website atau blog keroyokan. Bagaimana caranya? Apakah ada honornya?," tanya seorang teman. "Blog atau website keroyokan atau ditulis secara nersmai-ramai, memang terbuka untuk masyarakat umum untuk menulis. Siapa pun bisa menulis asal login dulu atau registrasi dulu lalu bikin akun sendiri," kata saya. "Tulisan yang dimuat, setelah melalui proses verifikasi dari adminnya. Kalau tulisannya aman, gak nyinyirin orang, gak penuh caci-maki dan…
Read More
Respon Pembaca “Uang Panai” di Perkawinan Adat Bugis Makassar

Respon Pembaca “Uang Panai” di Perkawinan Adat Bugis Makassar

Teks gambar : Dua gadis Bugis Makassar dalam pakaian adat siap menari tarian daerah (foto dok : Nur Terbit) Beberapa tulisan saya sebelumnya di blog pribadi https://nurterbit.com ini terkait "Uang Panai", Alhamdulillah sempat mendapat respon positif dari pembaca sehingga memunculkan diskusi hangat. Bagi yang belum paham atau belum baca tulisan saya sebelumnya, saya mencoba menjelaskan kembali apa itu Uang Panai atau "Doe’ Panai" (dalam bahasa Makassar) atau _Doe’ Paenre" (dalam bahasa Bugis) yakni sejumlah uang yang diberikan kepada calon mempelai wanita.  Uang tersebut dimaksudkan untuk keperluan pesta pernikahan dan belanja pernikahan lainnya. Dengan demikian, uang panai tidak termasu mahar.  Uang…
Read More
Kenapa Takut Dengan “Uang Panai” Etnis Bugis Makassar?

Kenapa Takut Dengan “Uang Panai” Etnis Bugis Makassar?

Teks gambar: Penulis (tengah) dan istri dalam pakaian adat Bugis Makassar, didampingi seorang teman dari Pulau Madura (foto dok Nur Terbit) Uang Panai atau Doe’ Panai (dalam bahasa Makassar) atau Doe’ Paenre’ (dalam bahasa Bugis), berarti uang naik. Yakni sejumlah uang yang diberikan kepada calon mempelai wanita. Uang Panai tersebut dimaksudkan untuk keperluan pesta pernikahan dan belanja pernikahan lainnya. Dengan demikian, uang panai tidak termasuk mahar. Tapi Uang Panai adalah adat tradisi yang terbilang wajib dengan jumlah yang disepakati oleh kedua belah pihak atau keluarga. Sebagian pria Bugis-Makassar sendiri sedikit “ketakutan” soal Uang Panai ini, terutama yang ingin menikahi gadis pujaannya…
Read More
Toggle Dark Mode