50 Tahun KKSS, Organisasi Warga Sulsel di Perantauan

Teks gambar : Pengurus BPD KKSS Kota Bekasi Jawa Barat yang diketuai Abdul Muin Hafid saat menggelar Pra Rakerda (foto dok Nur Terbit)

Seperti juga komunitas kaum urbanisasi atau kalangan perantau dari daerah lain, maka perantau asal Sulawesi Selatan (Sulsel) juga punya wadah berkumpul di perantauan. Namanya Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS).

Sekedar diketahui, Provinsi Sulawesi Selatan memiliki total 24 daerah administratif, yang terdiri dari 21 kabupaten dan 3 kota. 

Ke-21 kabupaten tersebut: Bantaeng, Barru, Bone, Bulukumba, Enrekang, Gowa, Jeneponto, Kepulauan Selayar, Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara, Maros, Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Pinrang, Sidenreng Rappang (Sidrap), Sinjai, Soppeng, Takalar, Tana Toraja, Toraja Utara, dan Wajo. 

Sedangkan ke-3 kota yang ada yakni Kota Makassar (sekaligus ibu kota provinsi), Kota Palopo, dan Kota Parepare. 

ALASAN KKSS DIDIRIKAN

KKSS sendiri didirikan di Jakarta pada tanggal 12 November 1976 oleh 26 atau 27 tokoh masyarakat perantau asal Sulawesi Selatan.

Antara lain Manai Sophiaan (ayah aktor Sophan Sophiaan), Mayjen TNI Azis Bustam, Brigjen TNI Andi Sose, Letkol (Pol) Andi Oddek, Brigjen TNI A. Malik, Baharuddin Lopa, Ahmad Nurhani, Andi Baso Amir, Saleh TompoNy. P.B. Saehu, Asrul Azis Taba (deklarator/pendiri termuda saat itu pada usia 27 tahun).

Latar belakang berdirinya KKSS ini, menurut penelusuran dari beberapa literatur yang saya baca, didorong oleh 3 (tiga) faktor. Yakni karena gelombang urbanisasi, kebutuhan solidaritas dan kesamaan visi.

Gelombang Urbanisasi: Pada era Orde Baru, banyak warga dari Sulawesi Selatan merantau ke berbagai daerah di luar provinsi asal mereka melalui urbanisasi dan transmigrasi.

Kebutuhan Solidaritas: Para perantau membutuhkan wadah pemersatu untuk saling menolong, mempererat persaudaraan, dan menjaga silaturahmi.

Kesamaan Visi: Tokoh-tokoh dari berbagai latar belakang (politisi, birokrat, pengusaha, hingga pemuka agama) bersepakat membentuk organisasi sosial kemasyarakatan yang bersifat kekeluargaan dan independen.

PILAR DI LINGKUNGAN KKSS

Sejumlah organisasi Pilar (sayap organisasi) juga didirikan di lingkungan KKSS. Jumlahnya sekitar 24 pilar di tingkat pusat, yang mewakili paguyuban berdasarkan kabupaten/kota asal di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan.

Organisasi Pilar ini merupakan paguyuban atau kerukunan keluarga yang dibentuk berdasarkan daerah kabupaten/kota asal di Sulawesi Selatan yang bernaung di bawah “rumah besar” KKSS.

Jumlahnya secara nasional di tingkat pusat, tercatat sekitar 24 pilar (jumlahnya bisa bervariasi di tingkat daerah/cabang tergantung kepengurusan lokal dan keaktifan paguyuban kabupaten/kota).

Contoh Pilar : KKMB (Kerukunan Keluarga Masyarakat Bone), KEBUGIS (Kerukunan Keluarga Bugis Sidrap), HIKMA (Himpunan Keluarga Massenrempulu / Enrekang), KKLR (Kerukunan Keluarga Luwu Raya).

Serta pilar-pilar lain untuk wilayah seperti Soppeng, Selayar, Wajo, Bulukumba, Pinrang, dan lainnya. 

VIDEO YOUTUBE LIPUTAN KKSS 

Di bawah ini saya sertakan 2 (dua) video YouTube sebagai hasil liputan langsung saya dari lokasi saat Musyawarah Besar (Mubes) di Solo yang penuh dinamika dan perdebatan. 

Video ke-1 :

NASEHAT PAK JUSUF KALLA (PAK JK) KEPADA PERANTAU ASAL SULSEL DIMANA PUN BERADA 👇

Video ke-2 :

BANJIR PROTES JIKA PEMIMPIN TIDAK BIJAKSANA MENUNJUK KETUA 👇

Pada akhirnya Mubes tersebut  Muchlis Patahna SH – seorang  Notaris & PPAT Muchlis Patahna SH  – terpilih sebagai Ketum KKSS menggantikan Sattar Taba.

Setelah masa periode Muchlis Patahna berakhir, Mubes KKSS di Kota Makassar Sulsel memilih kembali Badan Pengurus Pusat (BPP) KKSS “dinakhodai” oleh Ketua Umumnya Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P. yang juga Menteri Pertanian.

Sekedar diketahui, Andi Amran Sulaiman termasuk anggota Kabinet Merah Putih (di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto). 

Andi Amran menjabat kembali sebagai Menteri Pertanian sejak Oktober 2024 menggantikan Syahrul Yasin Limpo (sebelumnya juga menjabat pada periode 2014–2019 dan Oktober 2023–2024).

PERINGATAN HUT KE-50 KKSS

Memperingati Hari Ulang Tahun KKSS yang ke-50 pada setiap tanggal 12 November (1976-2026) Pengurus Pusat KKSS menggelar sejumlah kegiatan. Demikian dikutip dari PINISI.co.id, media internal KKSS Pusat.

Antara lain Gerakan Pangan Murah dan Jalan Sehat Serentak Se-Indonesia pada 12 September 2026 PINISI.co.id–  yang dipusatkan di Jakarta pada Desember 2026 mendatang. 

Kegiatan yang diperkirakan menyedot hingga 50.000 peserta ini diselenggarakan untuk mempererat tali persaudaraan perantau asal Sulawesi Selatan sekaligus berkontribusi nyata bagi masyarakat luas menuju Indonesia Emas 2045.

Acara tersebut rencananya dibuka langsung oleh Ketua Umum BPP KKSS, Andi Amran Sulaiman, serta dihadiri jajaran tokoh KKSS nasional.

Mengusung tema “Memperkokoh Persaudaraan, Membangun Ekonomi, Melestarikan Budaya, Menuju Indonesia Emas 2045”.

Peringatan ulang tahun emas organisasi paguyuban terbesar di Indonesia ini juga akan mengukir sejarah, dengan menyajikan pegelaran budaya serta sajian masakan khas Sulawesi Selatan dalam porsi terbesar yang pernah dibuat.

Andi Amran Sulaiman, yang juga menjabat sebagai Menteri Pertanian serta Kepala Badan Pangan Nasional, menekankan pentingnya momen setengah abad ini sebagai sarana pemersatu. 

Ia menginstruksikan agar perayaan ulang tahun KKSS menjadi wadah utama dalam mempererat persaudaraan sesama warga Sulawesi Selatan di tanah perantauan.

Ketua Panitia HUT ke-50 KKSS, Nurwayah, menyampaikan bahwa intensitas persiapan terus ditingkatkan mengingat skala perhelatan yang sangat masif. 

“Seluruh panitia terus berkoordinasi secara intensif. Karena acara ini sangat besar, kita membutuhkan kerja sama yang kompleks dan terarah. HUT KKSS ini bukan hanya milik warga Sulawesi Selatan, melainkan terbuka untuk masyarakat umum,” ujar Nurwayah, yang juga merupakan Anggota DPR RI.

Senada dengan Nurwayah, Sekretaris Panitia HUT ke-50 KKSS, Chaerul Amir, menambahkan bahwa rangkaian perayaan akan disemarakkan dengan berbagai kompetisi berbasis kearifan lokal adat Sulawesi Selatan.

”Selain jalan sehat dan kuliner khas, kami juga menyelenggarakan pertandingan domino, mini soccer, serta membagikan doorprize bernilai tinggi,” katanya.

Teks gambar : Warga Sulawesi Selatan dalam pakaian adat dalam satu acara ke daerah (foto dok Nur Terbit).

“Kami mengundang seluruh warga Jabodetabek untuk hadir dan berpartisipasi meramaikan acara ini,” kata Chaerul Amir, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jaksa Agung Muda Pidana Militer.

Kepastian dan kesiapan kegiatan ini dimantapkan dalam rapat koordinasi kepanitiaan lintas divisi yang berlangsung di Sekretariat BPP KKSS, Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat. 

Rapat tersebut dihadiri oleh jajaran Wakil Ketua Panitia seperti Mastuti Betta, Eptati Kamaruddin, dan Jaya Lupu; para koordinator divisi.

Di antaranya Ophan Lamara, Andi In’Amul Hasan, Alif we Onggang, Ilham Anwar, Muhammad Amin Zainuddin, Rimbawan, dan Ahmad Darmawansya; serta perwakilan Humas BPP KKSS, Alif Al Syahban dan Firman. 

Salam : Nur Terbit

* Tulisan blog ke-59 edisi Rabu 14 Oktober 2026 Lomba Blog Kemerdekaan RI, digelar Wijaya Kusumah (Omjay) – https://www.wijayalabs.com

By nurterbit

Nama lengkap Nur Aliem Halvaima (NAH), nama pena Nur Terbit, Jurnalis, Lawyer, Blogger, YouTuber, Vlogger dan selama 34 tahun (1980-2014) mengabdi sebagai wartawan dan editor Harian Terbit versi cetak serta Admin Harian Terbit Online (Pos Kota Grup). Selanjutnya mencoba mengelola media cetak dan online sendiri hingga sekarang. Saat ini sudah menyelesaikan amanah menjabat Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jakarta Timur periode 2009-2012, 2012-2015. Selanjutnya mengemban amanah yang baru sebagai Pengurus PWI Jaya dengan posisi Koordinator Wartawan Bidang Multimedia. Kegiatan sehari-hari juga diisi dengan kesibukan sebagai pengurus yayasan pengelola sekolah TK & PAUD di Kota Bekasi, Jawa Barat. Pendidikan terakhir Magister Hukum (S2) Program Studi Hukum Bisnis, Universitas Islam Jakarta (UIJ) 2015 dengan tesis tentang "Pola Pengupahan Untuk Kesejahteraan Wartawan Media di Provinsi DKI Jakarta".

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts

Toggle Dark Mode