Teks : Pengurus KKSS saat acara Pra-Rakerda di gedung DPRD Kota Bekasi (foto Nur Terbit)
Ada suasana lain yang berlangsung di gedung kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi, Jawa Barat, Sabtu 19 September 2026.
Di lantai 3 (tiga) gedung wakil rakyat hari itu memang sedang berlangsung “sidang tertutup”.
Uniknya, mereka yang “sidang” di ruang rapat tersebut, kali ini bukan anggota dewan yang asli. Lalu siapa?
Ternyata, mereka adalah para perantau yang ada di Kota Bekasi, tergabung dalam organisasi kedaerahan, tepatnya Kerukunan Keluarga asal Sulawesi Selatan (KKSS) yang sedang PRA RAKERDA atau persiapan Rapat Kerja Daerah.
Badan Pengurus Daerah Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPD KKSS) Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat (Jabar) ini, sebelumnya memang sudah mendapat izin menempati ruang rapat tersebut.
Hal itu tentu saja sesuatu yang “istimewa”, karena sebuah komunitas perantau asal daerah Sulawesi Selatan bisa diberikan kesempatan untuk menggunakan ruang rapat wakil rakyat untuk “bersidang”.
Gratis pula. Coba kalau pertemuannya berlangsung di hotel bintang, sudah berapa tuh pengurus akan bayar?
“Alhamdulillah, sebab ketua kami kebetulan memang salah satu anggota DPRD Kota Bekasi, jadi ya bisalah izin kepada pimpinan dewan untuk menggunakan ruang rapat karena kebetulan hari libur Sabtu,” kata salah seorang pengurus KKSS.
Anggota dewan yang dimaksud, tidak lain adalah Dr. H. Abdul Muin Hafied, SE, M.Pd, yang sekaligus Ketua KKSS Kota Bekasi.
Dari “Bang Muin”-lah, sapaan akrabnya, sehingga Pra-Rakerda bisa digelar di ruang rapat gedung kantor DPRD Kota Bekasi, pada Sabtu 19 September 2026.
Pelaksanaan Pra-Rakerda KKSS Kota Bekasi ini pun sempat tertunda.
Pasalnya, ada pekerjaan renovasi pada lobby menuju ruangan rapat yang mau digunakan KKSS Kota Bekasi. Ternyata lagi direhab ketika itu sehingga agendanya terpaksa diundur seminggu ke depan.
Pada acara Pra-Rakerda KKSS Kota Bekasi ini, hadir pengurus harian, dewan penasehat, dewan pembina, para ketua departemen dan anggota KKSS.
Juga hadir perwakilan dari BPP KKSS, pengurus dan anggota Komunitas Perempuan Perantau Sulawesi Selatan (KPSS).
Sebanyak 12 departemen yang mengajukan program kerja masing-masing departemen untuk dibahas di acara ini.
Selanjutnya dirangkum sebagai bahan untuk nanti persiapan RAKER (Rapat Kerja) mendatang.
PERJALANAN KKSS DI KOTA BEKASI
Sekedar diketahui, perjalanan panjang KKSS sebagai organisasi para perantau asal Sulawesi Selatan (Sulsel) khususnya di Kota Bekasi ini, dimulai sejak era KKSS diketuai Ir. H. Mohamad Idris Laena, M.H. (2020-2025).
Namun dalam perjalanan organisasi KKSS ini Idris Laena mengundurkan diri karena kesibukan sebagai anggota MPR RI, lalu roda organisasi KKSS dilanjutkan oleh Abidin Beddu, SE sebagai pengganti ketua, yang kemudian wafat di Madinah saat umroh.
Maka sebagai pelaksana tugas (Plt) organisasi KKSS, ditunjuklah Abdul Muin Hafid yang sehari-hari adalah anggota DPRD Kota Bekasi.
Selanjutnya pada Musda KKSS, Abdul Muin Hafid kemudian resmi terpilih sebagai Ketua dibantu Sekretaris Iswanto Faisal, Bendahara Andi Patahangi Makkawaru KKSS Kota Bekasi periode 2025-2030.
PELANTIKAN DAN PENGUKUHAN
Setelah Musda KKSS tersebut kemudian dilanjutkan dengan pelantikan dan pengukuhan jajaran pengurus baru Badan Pengurus Daerah (BPD) Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kota Bekasi.
Agenda ini digelar setelah terpilihnya Abdul Muin Hafied sebagai Ketua BPD KKSS Kota Bekasi untuk masa bakti 2025–2030.
Ketua Panitia Pelaksana, Ir. Agus Benteng, menyampaikan bahwa seluruh persiapan telah dipersiapkan secara matang di hari pelaksanaan pelantikan dan pengukuhan.
Menurut Agus, pelantikan pengurus baru tersebut sudah digelar pada Minggu, 8 Februari 2026, bertempat di Graha Hartika (Resto Wulansari), Jalan Kemakmuran No. 47, Kelurahan Marga Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan.
“Panitia telah menyepakati lokasi dan waktu pelantikan melalui rapat bersama yang digelar di kediaman panitia. Alhamdulillah acara berjalan lancar sesuai rencana,” ujar Agus Benteng.
Ketua BPD KKSS Kota Bekasi terpilih, Abdul Muin Hafied, mengungkapkan bahwa pelantikan tersebut sedianya dihadiri sejumlah tokoh penting KKSS.
Di antaranya Ketua Umum BPP KKSS Amran Sulaiman, yang juga menjabat Menteri Pertanian RI, serta Ketua BPW KKSS Jawa Barat Hj. Sri Asri Wulandari namun mereka berhalangan hanya mengirim utusan.
Sekretaris Panitia Pelantikan, Ir. Iswanto Faisal, didampingi Dewan Penasihat Dr. Ir. H. Abdul Hafid Paronda, MT, menyampaikan bahwa sebanyak 127 orang pengurus resmi dilantik dan dikukuhkan dalam acara tersebut.
YANG DILANTIK BERPAKAIAN ADAT
Ia menambahkan, pelantikan kali ini memiliki keunikan tersendiri. Seluruh pengurus yang dilantik mengenakan busana adat Sulawesi Selatan.
Mereka itu merepresentasikan beragam etnis di Sulawesi Selatan. Di antara empat etnis besar, yakni etnis Bugis, Makassar, Mandar dan Toraja.
“Ini menjadi simbol kebhinekaan dan kekuatan persatuan warga Sulawesi Selatan di perantauan,” ujar Iswanto.
Dalam struktur kepengurusan yang baru, sejumlah pejabat daerah Kota Bekasi turut masuk dalam jajaran Dewan Kehormatan BPD KKSS Kota Bekasi.
Mereka antara lain Wali Kota Bekasi Dr. Tri Adhianto Tjahyono, Ketua DPRD Kota Bekasi Dr. H. Sardi Efendi, S.Pd., MM, serta unsur Kapolres Bekasi Kota dan Dandim Bekasi Kota.
Diharapkan KKSS Kota Bekasi yang menghimpun warga perantau asal Sulawesi Selatan di Bekasi bisa memperkuat peran KKSS dalam bidang sosial, budaya, dan pembangunan daerah.
Dari daftar hadir, tercatat pengurus yang mendaftar di acara Pra -Rakerda KKSS Kota Bekasi ini, antara lain:
Dewan Penasehat : Abdul Hafid Paronda, H Masdar Lira, Capt. H Ansyaruddin Djafar, Drs Andi Kisman Rahman (ketiganya berhalangan).
Dewan Pembina : Hasbi Abdullah, Mulyadi Benteng. Pengurus Daerah (Ketua & Wakil) : H. Iskandar Turusi, Yeane C Kaat, Prof Mulyadi Nursi, Agus Benteng, Fatmawati Saidi.
Sekretaris dan Wakil : Iswanto, Mila Trisnawati, Amin Nur. Bendahara : Andi Patahangi Makkawaru, Eny Palureng (keduanya berhalangan).
Departemen Organisasi : Mala Borahima, Tardin, Salmi, Andi Tenri Olle. Departemen Sumber Daya Manusia (SDM) : Ir. Basri Borahima, Sitti Rabiah, S.Pd, M.Pd (sakit).
Departemen Pemuda dan Olahraga : Syahrir, Nurhidayat, Arif. Departemen Media dan Informatika : Nur Aliem Halvaima, SH, MH, Andi Roesman Rola, Hamka Kapopang, Andi Hamka.
Departemen Advokasi, Hukum dan HAM : Ismar, Andi Faisal, H Abd Muis. Departemen Seni Budaya dan Pariwisata : Andi Sony Manggabarani, Lestari Indriyani, Mieke Kaunang, Nunung S.

Almarhum Abidin Beddu, Abdul Muin Hafid (tengah) dan penulis dalam satu acara KKSS Kota Bekasi (foto dok Nur Terbit)
Departemen Penggalangan Sumber Dana : Toni Siga, Muh Sajir Jaffar (berhalangan). Departemen Sosial dan Tanggap Bencana : Rahmaniar, Zulkarnain (sakit), Hasanuddin Pasolong.
Departemen Pengembangan Usaha : Amin Abdullah, Moh. Haritsah Hamzah, SE, Astuti, H. Nurdin, Hendra A.
Departemen Potensi Wanita : Sukmawati Azis, Rahmah, Nuraeni Alwi, Humra, Andi Erniati, Marhani Cine, Suriyati.
Departemen Kerohanian : Suharto Siratang, Parnong Tasakka, Hj Andi Ramona, Muhammadin, Nurul Fauziah Amin SE, SPd.Tk
Departemen Kesehatan : Amri Badawi, Aisyah Andi Laetong, Icha Bugis, Aprlianto Randa Bunga.
Demikian cerita tentang Kerukunan Keluarga asal Sulawesi Selatan (KKSS) di Kota Bekasi yang sedang PRA RAKERDA, juga perjalanan organisasi kedaerahan ini. Semoga bermanfaat. Terima kasih.
Salam : Nur Terbit
*Tulisan hari ketiga puluh empat (ke-35) edisi Minggu 20 September 2026, untuk Lomba Blog Kemerdekaan digelar Wijaya Kusumah (Omjay) https://www.wijayalabs.com
PRA-RAKERDA KKSS Kota Bekasi di gedung DPRD Kota Bekasi, Sabtu 19 September 2026 (Sumbar video: channel YouTube @NURTERBIT👇




