Teks: Masjid Terapung di Pantai Losari Kota Makassar sering dipakai salat Subuh berjamaah (foto dok Nur Terbit)
Angin laut yang berhembus di bibir Pantai Losari, seolah mengiringi ibadah salat jamaah dua rakaat dari ribuan warga Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) yang sedang bersujud.
Mereka adalah para jamaah Muslimin dan Muslimat di bawah bentangan langit dengan sapuan awan menyerupai bukit.
Itulah suasana Subuh hari yang berbeda di bulan suci Ramadhan di “Kota Anging Mammiri” ini. Tidak jauh berbeda di hari-hari biasa.
Warga termasuk pemerintah Kota Makassar, Sulawesi Selatan dan jajarannya, tumpah ruah mengikuti “Salat Subuh Berjamaah” di Anjungan Pantai Losari.
“Pernah sekali di luar bulan puasa, ketika menjelang shalat Subuh berjamaah mau dilaksanakan eh tiba-tiba malam harinya hujan deras,” kata seorang warga.
“Tapi Alhamdulillah tidak membuat para jamaah mengurungkan niatnya datang ke Pantai Losari dan salat berjamaah tetap terlaksana sambil jamaahnya basah kuyup diterpa hujan dini hari”.
Itu cerita dari Usman, netizen warga Jalan Nuri, Bontorannu, Kecamatan Mariso yang rumahnya tak jauh dari Pantai Losari.
“Gerakan Makassar Salat Subuh Berjamaah” ini sebagai agenda tetap pemerintah kota yang digelar setiap bulan pada hari Ahad di minggu terakhir.
Namun selama bulan suci Ramadhan, kegiatan yang sudah jadi viral dan trending topik di media sosial, ditingkatkan menjadi setiap hari Minggu selama bulan puasa.
Gerakan ini pertama kali dicanangkan oleh Wali Kota Makassar, era Ir Mohammad Ramdhan Pomanto (Danny Pomanto) sebagai gerakan moral untuk memupuk kecintaan pada ajaran Islam serta mendekatkan pemerintah bersama rakyatnya.
Dimulai sejak tahun 2016 atau sepuluh tahun silam. Kini entah telah dilaksanakan lebih puluh kali kegiatan.
Shalat Subuh ini terkadang dilakukan berkeliling, dari masjid ke masjid di tingkat kecamatan hingga kelurahan.
“Jika shalat adalah tiang agama, dan berjamaah adalah perahu kebersamaan, maka Insya Allah akan semakin merekatkan pemerintah bersama rakyatnya”.
Begitu pengakuan Danny, panggilan akrab Wali Kota Makassar kelahiran Gorontalo dan besar di “Kota Daeng” ini.
Beginilah suasana Salat Subuh Berjamaah di Pantai Losari. Kegiatan ini sudah dimulai sejak tahun 2016.
ANJUNGAN CITY OF MAKASSAR
Keharuan nampaknya tidak bisa disembunyikan oleh setiap jamaah, jika menyaksikan jajaran pemerintah bersama warga dari berbagai lapisan usia “tumpah” ke Anjungan City of Makassar Pantai Losari melaksanakan shalat Subuh berjamaah.
Di setiap Subuh berjamaah, pegawai Pemkot Makassar bersama Wali Kota didampingi oleh Wakil Wali Kota, Sekretaris Kota, camat dan sejumlah pimpinan SKPD bersama staf dan keluarga mereka hadir di Pantau Losari.
“Kami yang domisilinya jauh dari Pantai Losari tempat pelaksanaan salat Subuh berjamaah ini, terpaksa harus berangkat tengah malam biar tiba di lokasi sebelum adzan Subuh,” kata Ilham, staf kantor Kelurahan Sudiang, Kecamatan Biringkanaya yang datang mengendarai sepeda motor.
Jarak antara Pantai Losari dengan Sudiang, memang cukup jauh sekitar 20 kilometer arah Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar di Kabupaten Maros.
Tapi dibanding Ilham, masih ada lagi warga di luar Kota Makassar yang memang sengaja datang dari daerah jauh.
Salah satunya, Daeng Tika, seorang netizen asal Makassar yang kini merantau ke Jakarta.
Si Daeng ini mengaku beberapa kali ikut salat Subuh berjamaah setiap kali pulang kampung.
“Saya terharu sekaligus merinding saat merasakan bagaimana rasanya ikut bergabung shalat jamaah Subuh di Pantai Losari,” katanya.
Karena itu, Wali Kota pada setiap kesempatan selalu menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kebersamaan yang terbangun dalam Gerakan Makassar Salat Subuh Berjamaah ini.
Alhamdulillah pelaksanaan Gerakan Makassar Salat Subuh Berjamaah berjalan dengan sangat khidmat dan lancar.
Hal ini membuktikan bahwa kebersamaan antara masyarakat dan pemerintah berjalan dengan sangat kompak dan solid.
USTADZ KONDANG JADI PENCERAMAH
Salat Subuh berjamaah selama ini, dipimpin oleh imam shalat yang sudah disusun oleh panitia. Demikian juga ceramah agama.
Bahkan penceramah kondang Ustadz Nur Maulana — yang populer dengan sapaan akrabnya di televisi, “Jamaah ooww jamaaah, Alhamdu….lillah” ini — pernah berceramah.
Ustadz unik dan lucu jika berdakwa ini, memang putra kelahiran Kota Anging Mammiri.
Pemerintah Kota Makassar sendiri berharap, sujudnya pemerintah bersama rakyat akan membawa keberkahan bagi masyarakat dan kota Makassar. Amin.
Demikian cerita Salat Subuh Berjamaah di Lantai Losari Kota Makassar. Semoga bisa bermanfaat dan menginspirasi kita semua. Terima kasih.
Salam : Nur Terbit
*Tulisan hari ketiga puluh empat (ke-34) edisi Sabtu 19 September 2026, untuk Lomba Blog Kemerdekaan digelar Wijaya Kusumah (Omjay) https://www.wijayalabs.com
VIDEO SUASANA PANTAI LOSARI MAKASSAR DILENGKAPI MESJID TERAPUNG (sumber video channel YouTube @NURTERBIT) 👇





