Teks gambar : Rocky Gerung bersama anggota Watimpres lainnya yang dilantik di Istana (foto : Medsos/Nur Terbit).
BEDANYA JUMLAH GAJI & TUGAS GURU, DOSEN, DIBANDING WATIMPRES – PENASEHAT PRESIDEN – Cerita : Nur Terbit
Di tengah ketidakpastian penegakan hukum, juga ekonomi rakyat yang morat-marit, harga sembako melambung, sulitnya lapangan kerja, jumlah pengangguran korban PHK meningkat, mendadak terjadi kejutan dari Istana.
Presiden Prabowo Subianto melantik 26 orang anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres), dimana pada 2 (dua) presiden sebelumnya hanya 9 orang Watimpres.Gajinya pun bombastis.
Mereka Watimpres digaji Rp74 juta/orang/bulan hanya untuk menasehati 1 orang presiden, tapi tetap saja kesannya menghambur – hamburkan uang negara.
Sementara anak rakyat miskin di perkotaan dan pedesaan, tetap saja tidak bisa sekolah karena biaya pendidikan susah terjangkau, tidaklah murah, kalau mahal sih iya…
Di lain pihak, tenaga pendidik seperti guru dan dosen hanya bisa meratapi nasib dan tetap berusaha untuk mengajar di ruang – ruang kelas.
Padahal 1 (satu) orang guru/dosen menasehati ratusan murid dan mahasiswanya (Watimpres hanya menasehati 1 presiden) agar mereka menjadi cerdas.
Tapi kenyataannya gaji guru/dosen justeru tidak dipikirkan oleh pemerintah.
JOMPLANGNYA GAJI GURU
Sekedar diketahui, berdasarkan berita yang viral di media sosial, betapa “jomplangnya” gaji, tunjangan, kesejahteraan dan juga latar belakang pendidikan guru/dosen dibanding dengan Watimpres.
Karena itu, tidak usah diomongin lagi bagaimana kesejahteraan dan tunjangan profesi hakim yang naik sampai ratusan persen? 🥱
Seorang guru/dosen selama ini menerima gaji/tunjangan sertifikasi yang hanya Rp2 – 3 juta/orang/bulan. Sudah jumlahnya kecil, pembayarannya dicicil pula.
Terbukti sudah sejak bulan April – September 2026 belum dibayar sampai sekarang. Sebelumnya cair setiap 3 (tiga) bulan sekali, lalu dipercepat menjadi sebulan sekali.
Malah macet entah di mana. Artinya sudah 6 (enam) bulan mereka “puasa” padahal bulan Ramadhan masih jauh.
Pada tulisan sebelumnya, saya sudah pernah menulis keluhan guru sertifikasi di blok ini. Selengkapnya ada di link ini : ……….DISINI
Di Bekasi malah ada guru sertifikasi yang sejak Januari – September 2026 belum dibayar gaji/tunjangannya. Atau sudah masuk 10 (sepuluh) bulan “berpuasa”.
Jangan ditanya lagi berapa gaji dan nasib guru yang masih status honorer. Mereka dengan nada bercanda tapi miris mendengarnya, “kami sudah sejak lama “mengencangkan ikat pinggang” sekencang – kencangnya 🤣
TUGAS GURU BERTAMBAH
Bahkan sekarang bertambah lagi tugas para guru sejak ada jatah Makanan Bergizi Gratis (MBG) program andalan Presiden Prabowo ke sekolah.
Mereka harus mengendus dan mencicipi makanan MBG lebih dulu yang datang ke sekolah, sebelum diberikan kepada murid-muridnya di kelas.
Kalau misalnya menu MBG yang diterima sekolah mengandung bakteri dan ada racunnya, maka gurunyalah yang lebih dulu keracunan. Resiko berat bagi profesi guru yang harus rela menjadi “kelinci percobaan”.
Di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, bahteri konon ditemukan oleh pihak Badan Gizi Nasional (BGN) — sebagai pengendali dan pengawas dari dapur MBG — dari tempat cuci tangan yang ada di salah satu sekolah SMA, ada siswi yang dikabarkan keracunan usai makan menu MBG.
Anehnya lagi, selama ini di sekolah SMA di Kabupaten Takalar tersebut, tidak pernah ada siswa di sekolah yang keracunan gara-gara tertular bahteri karena mencuci tangan di tempat cuci tangan sekolah. Koplak juga ya.
Soal tugas tambahan guru harus mencium, mengendus dan mencicipi MBG yang datang ke sekolah, ya kalau ajalnya memang sudah tiba di hari pemberian jatah MBG, maka wassalam, gurunyalah yang lebih dahulu mati karena mencicipi MBG sebelum diberikan kepada muridnya.
Bagaimana pula kejadian siswi SMA keracunan di Sumatera. Di sana kasusnya viral di media sosial, ada siswi dikabarkan kehilangan ingatan usai mencicipi MBG? Aduh…..🫢
SYARAT JADI GURU SERTIFIKASI
Padahal untuk bisa lulus jadi guru sertifikasi, mereka harus berjuang habis-habisan. Ijazah harus bermodal gelar Sarjana S1 Pendidikan dan juga harus melalui ujian sertifikasi.
Begitu juga dosen, harus berijazah minimal S2 dan harus asli ijazahnya, bukan ijazah yang dicetak di Pasar Pramuka Jakarta Timur, atau bahkan ada yang hanya bermodal surat keterangan dari Kemendiknas sudah bisa jadi Wapres 😀🫢
Ini negara apa sih? Jangan-jangan ini memang negaranya “Guru Oemar Bakri”, seperti dalam lagu Iwan Fals? Coba deh simak liriknya secara lengkap di bawah ini 👇
GURU OEMAR BAKRI – Lagu Iwan Fals ‧ 1981
Tas hitam dari kulit buaya/ Selamat pagi/ Berkata bapak Oemar Bakri/ Ini hari aku rasa kopi nikmat sekali/
Tas hitam dari kulit buaya/ Mari kita pergi memberi pelajaran ilmu pasti/ Itu murid bengalmu mungkin sudah menunggu/
Laju sepeda kumbang di jalan berlubang/ Selalu begitu dari dulu waktu jaman Jepang/ Terkejut dia waktu mau masuk pintu gerbang/ Banyak l polisi bawa senjata berwajah garang/
Bapak Oemar Bakri kaget apa gerangan?/ “Berkelahi pak!” jawab murid seperti jagoan/ Bapak Oemar Bakri takut bukan kepalang/ Itu sepeda butut dikebut lalu cabut kalang kabut/ Cepat pulang/ Busyet/ Standing dan terbang/
Oemar Bakri Oemar Bakri/ Pegawai negeri/ Oemar Bakrie Oemar Bakrie/ Empat puluh tahun mengabdi/ Jadi guru jujur berbakti memang makan hati/
Oemar Bakri Oemar Bakri/ Banyak ciptakan menteri/ Oemar Bakri/ Profesor dokter insinyurpun jadi/ Tapi mengapa gaji guru Oemar Bakri/. Seperti dikebiri/Yi-hi-hiWu -hu/
Laju sepeda kumbang di jalan berlubang/ Selalu begitu dari dulu waktu jaman Jepang/ Terkejut dia waktu mau masuk pintu gerbang/ Banyak polisi bawa senjata berwajah garang/ Bapak Oemar Bakri kaget apa gerangan?/ “Berkelahi pak!” jawab murid seperti jagoan/
Bapak Oemar Bakrie takut bukan kepalang/ Itu sepeda butut dikebut lalu cabut kalang kabut/ Bakri kentut/ Cepat pulang/
Oemar Bakri Oemar Bakri/ Pegawai negeri/ Oemar Bakri Oemar Bakri/ Empat puluh tahun mengabdi/ Jadi guru jujur berbakti memang makan hati/ Oemar Bakri Umar Bakri/ Banyak ciptakan menteri/
Oemar Bakri/ Bikin otak orang seperti otak Habibie/ Tapi mengapa gaji guru Oemar Bakrie/ Seperti dikebiri/ Ih yu-uu/ Bakrie Bakrie/ Kasihan amat loe jadi orang/ Gawat!

