sop konro

Kuliner Makassar Populer Bersama Nama Jalan

Kuliner Makassar Populer Bersama Nama Jalan

Cerita Nur Terbit : DARI COTO MAKASSAR, COTO GAGAK HINGGA PALLUBASA ONTA. Sudah pernah mencicipi Coto Makassar, Coto Gagak, Pallubasa Onta, Sop Saudara, Sop Konro atau Sop Iga khas Makassar?  Semua makanan yang disebutkan di atas, "pabrik"-nya ada di "Kota Daeng", atau "Kota Anging Mammiri", nama lain dari Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Di Kota yang sebelumnya pernah bernama "Ujung Pandang" ini, memang banyak pilihan makanan, khususnya tentu saja untuk kuliner khas Makassar. Teman saya bung @⁨~Agustinus Budiyono⁩, wartawan bidang hiburan di Jakarta, mengaku sudah beberapa kali ke Kota Makassar dan di sana dia "kecantol" dengan cita rasa Coto Makassar.…
Read More
Karebosi, Cerita dari Makassar Selain Coto dan Konro

Karebosi, Cerita dari Makassar Selain Coto dan Konro

Saya menemukan foto narsis saya di depan Karebosi yang diabadikan 5 tahun lalu, tepatnya 9 September 2011. Tapi, hari ini saya mampir kembali ke Karebosi untuk sekedar bernostalgia. Jauh sebelumnya, ketika puluhan tahun silam saat saya masih sekolah, kuliah di Makassar, lapangan Karebosi ini -- yang belakangan disulap jadi pusat perbelanjaan (mal) di bawahnya -- menjadi lapangan transit saya melepas lelah setelah mengayuh sepeda dari Sudiang (bandara) ke Karebosi - dan meneruskan perjalanan ke tempat kos di Gunungsari, tak jauh dari kampus saya ketika itu, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Alauddin (sekarang UIN, Universitas Islam Negeri). Dulu, Karebosi juga tempat…
Read More
‘Ngumpul Ora Ngumpul Ya Tetap Mangan’ Kalau di Makassar

‘Ngumpul Ora Ngumpul Ya Tetap Mangan’ Kalau di Makassar

Semboyan itu serta-merta langsung gugur, atau tidak berlaku sama sekali, saat berlibur ke Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Padahal selama lebih dari 30 tahun merantau ke Pulau Jawa, semboyan “mangan ora mangan, sing penting ngumpul” — makan tidak makan, yang penting ngumpul — sudah akrab betul di telinga saya. Bahkan terbukti dari fakta sehari-hari memang begitu. Semboyan itu gugur. Di “Kota Daeng” yang dulu bernama “Ujung Pandang” dan selalu bertiup “Anging Mammiri” ini, ternyata “ngumpul ora ngumpul, sing penting mangan” — ngumpul atau tidak ngumpul, yang penting makan dulu. Soal nanti pada akhirnya tetap ngumpul, itu urusan belakang, hehe… Satu lagi,…
Read More
Toggle Dark Mode