Kuliner

Kuliner Makassar Populer Bersama Nama Jalan

COTO MAKASSAR
COTO MAKASSAR (foto : Nur Terbit))
Written by nurterbit

Cerita Nur Terbit : DARI COTO MAKASSAR, COTO GAGAK HINGGA PALLUBASA ONTA. Sudah pernah mencicipi Coto Makassar, Coto Gagak, Pallubasa Onta, Sop Saudara, Sop Konro atau Sop Iga khas Makassar? 

Semua makanan yang disebutkan di atas, “pabrik”-nya ada di “Kota Daeng”, atau “Kota Anging Mammiri”, nama lain dari Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Di Kota yang sebelumnya pernah bernama “Ujung Pandang” ini, memang banyak pilihan makanan, khususnya tentu saja untuk kuliner khas Makassar.

Teman saya bung @⁨~Agustinus Budiyono⁩, wartawan bidang hiburan di Jakarta, mengaku sudah beberapa kali ke Kota Makassar dan di sana dia “kecantol” dengan cita rasa Coto Makassar.

“Coto Makassar yang enak itu di lapangan Karebosi ,” katanya kepada saya, di grup WhatsApp (WA).

“Ya om, aku udah beberapa kali ke Makassar mungkin ada 6 kali. Dari acara nikahan keponakan Pak Jusuf Kalla, nikahan anaknya Pak Andi Darusalam, Duo Maia, konser Wali, pagelaran tari Macarena, promo film di Panakukang,” kata Agustinus.

Lalu saya jawab: “Tidak hanya yang ada di Karebosi (di atasnya lapangan bola, di bawah mall). Namanya juga Coto Makassar, pasti ada dijual di mana-mana di Kota Makassar”. Dari pinggir kota hingga pusat kota.

“Ada juga COTO (Makassar) GAGAK. Atau Coto Gagak. Yang ini bahan dasarnya bukan dari daging burung Gagak, tetapi tetap bahannya dari daging Sapi, hanya karena tempat rumah makannya ada di Jalan Gagak,” tambah saya.

“Ada juga makanan khas di Makassar selain Coto. Namanya Pallubasa. Ini unik juga, Pallubasa Onta. Bahannya tetap dari daging Sapi, seperti bahan Coto Makassar, bukan daging Onta dari Arab. Hanya kebetulan tempat jualan Pallubasa ini di Jalan Onta hehe,” sambung saya.

Di Kota Makassar seperti juga di kota besar lainnya, banyak menggunakan nama binatang atau nama hewan sebagai nama jalan. Selain Jalan Onta dan Jalan Gagak tadi, juga ada Jalan Tupai, Jalan Cenderawasih, Jalan Kasuari, Jalan Belibis, Jalan Kakatua, Jalan Landak, Jalan Nuri, Jalan Tekukur dan lain-lain.

Seingat saya, mohon maaf kalau keliru, sejak saya lahir dan remaja di Kota Makassar, sampai sekarang belum ada jalan (maaf)… “Jalan Anjing” atau “Jalan Babi”, seperti nama hewan-hewan lain yang sudah ada sebelumnya.

Coba, kalau di kedua jalan tersebut (Jalan Anjing dan Jalan Babi) ditemukan ada di Kota Makassar, dan…. kemudian di sana ada dijual Coto Makassar dan Pallubasa, lalu menggunakan nama jalan untuk Coto dan Pallubasa-nya?

Mereka menulis menulis spanduk atau papan reklame di depan rumah makannya dengan huruf besar-besar: COTO ANJING atau PALLUBASA BABI. Padahal yang dimaksud, Coto yang dijual di Jalan Anjing, juga Pallubasa di Jalan Babi. Juga bahan bakunya tetap adalah dari daging sapi.

Wah bisa-bisa penikmat kuliner, khususnya yang Muslim, akan berpikir dua kali untuk mampir. Masih mending jika lagi berada di kota Kabupaten Jeneponto, masih di Provinsi Sulawesi Selatan. Di sini ada Coto Makassar dari bahan daging Kuda. Coto Kuda. Ya masih ada yang mau makan daging kuda.

Sekali lagi. Mohon maaf. Ini sekedar kekuatiran saya saja yang tiba-tiba terlintas di pikiran. Lebih dari itu, anggaplah ulasan kuliner DARI COTO MAKASSAR, COTO GAGAK HINGGA PALLUBASA ONTA ini sekedar guyonan. Salam….

Blog: Nur Terbit Youtube: Nurterbit TikTok: nurterbit_ Facebook: Nur Terbit Kompasiana: Wartawan Bangkotan

Leave a Comment