Pos Kota

Harian Terbit “Terbenam” Lahir Pos Sore

Harian Terbit “Terbenam” Lahir Pos Sore

SETELAH SURAT KABAR HARIAN TERBIT "TERBENAM", MAKA LAHIRLAH POSSORE ONLINE Media cetak boleh saja sudah lama tutup, koran atau surat kabar pun sudah kehilangan pembacanya dan tidak bisa bertahan lama. Tapi yang namanya profesi wartawan, tidak pernah lelah dan tidak mengenal kata pensiun. Profesi satu ini memang kelihatan tidak ada matinya. Buktinya, Kamis 24 September 2026 lalu mereka berkumpul lagi seolah reuni kembali. Para mantan wartawan "Harian Terbit" dari "Pos Kota Grup" ini. Antara lain ada Maghfur Ghazali, Harial Maruhim, Tety Polmasari, Fenti Ruchyat, Marolop Situmorang, Nur Aliem Halvaima (Nur Terbit), menyusul datang Ramly Amin Simbolon dan DR Bagus Sudarmanto…
Read More
Pengalaman 34 Tahun Sebagai Wartawan Harian Terbit

Pengalaman 34 Tahun Sebagai Wartawan Harian Terbit

Harian Terbit adalah salah satu surat kabar sore yang terbit 7 kali seminggu sore hari di Ibukota Jakarta. Koran ini masih satu grup dengan Harian Pos Kota, saham terbesar dipegang Harmoko, mantan Menteri Penerangan dan Ketua MPR zaman Soeharto. Koran Harian Terbit sebelumnya bernama Pos Sore. Namun dibredel (diberangus) di era pemerintahan Orde Baru. Kemudian beredar kembali dengan nama "Harian Terbit" berdasarkan Surat Keputusan Menteri Penerangan Republik Indonesia Nomor 093/SK/MENPEN/SIUPP/A.7/1986 tentang Pemberian Surat Izin Usaha Penerbitan Pers tanggal 15 Maret 1986 yang ditandatangani oleh Sukarno SH, Direktur Jenderal Pembinaan Pers dan Grafika, atas nama Menteri Penerangan. Surat permohonan SIUPP diajukan…
Read More
HARIAN TERBIT, Satu Lagi Koran Nasional Yang Terancam (Mati)

HARIAN TERBIT, Satu Lagi Koran Nasional Yang Terancam (Mati)

Koran TERBIT kini TERBENAM Ini postingan artikel ketika saya mendengar kabar atas ditutupnya koran sore HARIAN TERBIT. Belakangan ada "ralat" dari teman saya Ali Akbar Suleman Batubara, bekas teman satu tim waktu di Harian Terbit lama, kini sebagai pemimpin redaksi untuk menejemen baru setelah lepas dari Pos Kota Grup. Ali Akbar kemudian menjelaskan kepada saya melalui grup Blackberry Massengger (BBM), katanya, "belum tutup koq Bang Nur,  masih beredar koq di pasaran". Hanya saja, memang ada pengurangan tenaga karyawan termasuk wartawan. Begitu juga oplah koran yang dicetak, dikurangi jumlahnya demi efesiensi keuangan untuk operasional. Nah terlepas ditutup atau baru terancam (ditutup)…
Read More
Toggle Dark Mode