Sulsel

Reuni Wartawan Sambil Bernostalgia

Reuni Wartawan Sambil Bernostalgia

REUNI WARTAWAN SAMBIL NOSTALGIA - Catatan : Nur Terbit Semula, hanya sekedar mau NGUPI BARENG sambil bernostalgia. Saling berbagi cerita masa lalu. Tapi bergeser ke uji nyali di depan mic diiringi organ tunggal. Maka jadilah kami menyanyi -- tentu saja dengan "suara emas" yang kami miliki masing-masing 🫢 Ternyata, diam-diam semua punya bakat yang terpendam selama ini, selain bakat meliput dan mahir mengetik berita 🤣 Itulah yang terjadi saat kami bersama teman-teman mantan wartawan dan karyawan alumni HARIAN TERBIT (Pos Kota Grup) "reuni" di Warung Bang Ali, Tebet,  Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu 21 September 2024.  Terima kasih kepada tuan rumah…
Read More
Paria Kambu, Sayur Pare Isi, Kuliner Khas Makassar

Paria Kambu, Sayur Pare Isi, Kuliner Khas Makassar

Setiap daerah, tentu memiliki jenis kuliner khas dengan nama dan bahan pembuatan tradisional. Tak terkecuali Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Selain Coto Makassar, Sop Konro, Sop Saudara, Pisang Ijo, Jalangkote dan lain-lain, Kota "Angin Mammiri" ini memiliki kuliner khas yang disebut dengan "Paria Kambu" (Pare Isi). masakan ini adalah semacam sayur khas Makassar, Sulsel. CARA MEMBUATNYA Cara pembuatannya adalah pare ukuran sedang dipotong 3 bagian dan dikeluarkan bijinya, dibuang kemudian dikukus setengah matang lalu diangkat dan ditiriskan. . Isi Pare (Paria Kambu) : yaitu kelapa parut digongseng, ditumbuk halus ditambah ikan yang juga sudah dihaluskan. Kemudian bumbu (bawang putih, bawang merah,…
Read More
Napak Tilas Ke Makam Pangeran Diponegoro

Napak Tilas Ke Makam Pangeran Diponegoro

Sejarah Pangeran Diponegoro sampai ke Makasar, Sulawesi Selatan cukup panjang. Inilah napak tilas perjalanan ke makam pahlawan nasional -- bersorban dan berkuda itu. Pangeran Diponegoro adalah putra Sultan Hamengkubuwono III dari  Mataram ini, waktu muda bernama Raden Mas Ontowiryo, dan bersama Kiyai Maja serta Sentot Alibasyah Prawirodirjo  memberontak terhadap kekuasaan Hindia Belanda mulai tahun 1825. Selama 5 tahun Pangeran Diponegoro bergerilya, telah menyulitkan kedudukan  Belanda sampai menanggung kerugian ribuan jiwa tentara dan harta. Sehingga dijebaklah pangeran yang mengobarkan Perang Sabil itu dengan perjanjian perdamaian di Magelang oleh pemerintah Belanda. Kemudian ditangkap, lalu dibawa ke Semarang, terus ke Batavia dan ditahan…
Read More
Toggle Dark Mode