masjid nabawi

Cerita Unta Nabi dan Anak Yatim Sahal-Suhail, Catatan Umrah (7)

Cerita Unta Nabi dan Anak Yatim Sahal-Suhail, Catatan Umrah (7)

Pada tulisan sebelumnya, saya ceritakan mengenai pengalaman perjalanan darat menggunakan bus dari Bandara King Abdulazis Jeddah menuju Kota Madinah.  Sebelumnya selama 13 jam berada di udara dalam penerbangan dari Makassar - Medan - Jeddah. Baca kisahnya DI SINI. Adapun aktivitas keluarga kami yang berjumlah 24 orang itu (dari 85 orang  rombongan travel biro Alhamdi Makassar) di hari pertama di Madinah -- lebih tepat adalah malam pertama karena kami tiba malam hari, Kamis 24 Desember 2015 -- adalah sholat Isya berjamaah di Masjid Nabawi. Masjid ini merupakan tempat ibadah terbesar di Madinah. Selain itu, mempunyai keistimewaan karena di dalamnya juga terdapat makam…
Read More
‘Tidur Berjamaah’ Sepanjang Jeddah – Medinah, Catatan Umrah (8)

‘Tidur Berjamaah’ Sepanjang Jeddah – Medinah, Catatan Umrah (8)

Setelah pemeriksaan  paspor selesai di Bandara King Abdulaziz, Jeddah, Saudi Arabia, perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan 2 bus menuju Kota Madinah untuk memulai prosesi ibadah umrah. Ini tulisan lanjutan yang tertunda dari reportase saya sebelumnya, berjudul "Umrah Keluarga, Perjalanan Panjang Menuju Baitullah", klik beritanya DISINI https://nurterbit.com/2016/01/umrah-keluarga-perjalanan-panjang-menuju-baitullah/ Adapun perjalanan kali ini adalah perjalanan darat  Jeddah - Madinah yang ditempuh sekitar 5 jam. Bagi saya pribadi, perjalanan darat Jeddah - Madinah ini hanya mengulang kembali perjalanan umrah saya pada tahun 1996 di jalur yang sama. Sekitar 20 tahun lalu, saya diundang sebagi wartawan meliput, sekaligus berangkat umrah bersama jamaah Kelompok Bimbingan Ibadah Haji…
Read More
Umrah Keluarga, Perjalanan Panjang Menuju Baitullah (9)

Umrah Keluarga, Perjalanan Panjang Menuju Baitullah (9)

Ini agaknya penerbangan terlama dan terjauh yang pernah saya jalani. Juga sekaligus perjalanan udara terbanyak bersama 24 anggota rombongan keluarga dalam sejarah kehidupan kami. (Cieh….catat, catat, entar siapa tahu keluar pertanyaannya di ujian nasional hehehe…) Betapa tidak, ketika 20 tahun silam (tahun 1996) saat saya pertama kali berangkat umrah, saya hanya sendirian tanpa mengikutkan anak-istri. Maklum, ini adalah Umrah Abidin alias “umrah dengan anggaran biaya dinas” sebagai wartawan peliput umrah. Saya kebetulan difasilitasi oleh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Dewan Masjid Indonesia (DMI), Masjid Istiqlal, Jakarta. Baca di sini Atau saat kakak perempuan saya, Hajjah Sitti Hamsyiah Puang Memang, berangkat…
Read More
Toggle Dark Mode