sukabumi

Sensasi Arung Jeram Sungai Citatih (4)

Sensasi Arung Jeram Sungai Citatih (4)

Di depan peserta arung jeram, pemandu juga memberi pengarahan soal penggunaan peralatan. Bagaimana cara memasang helm, pelampung, dan memegang dayung. Juga ada aba-aba atau kode khusus dari pemandu: "maju", "stop", "kiri", dan "kanan". Misalnya, ketika pemandu memerintahkan "maju", artinya semua penumpang di atas perahu karet harus mendayung dari arah depan ke belakang. Perintah "mundur", peserta harus mendayung berlawanan dengan perintah "maju" tadi. Yakni dari belakang ke depan. Perintah "stop" artinya harus berhenti mendayung dan peralatan dayung harus diletakkan di atas paha dengan posisi vertikal (melintang). Kalau mau memutar, tinggal mendengar komando berikutnya. (lebih…)
Read More
Sensasi Arung Jeram Sungai Citatih (3)

Sensasi Arung Jeram Sungai Citatih (3)

Setelah peralatan diambil dan dikenakan oleh masing-masing peserta, kemudian semuanya berjalan kaki dan diarahkan oleh pemandu menuju ke sebuah sungai yang berada di bawah jembatan gantung. Jembatan ini bisa dilintasi mobil angkot. Hanya saja harus bergantian mengingat berat tonase kendaraan. Karena namanya saja jembatan gantung, ya sesekali terasa kita ikut bergoyang saat kendaraan melintasinya. Sementara di bawah jembatan gantung ini, mengalir deras air sungai Citatih. Sedang hulunya terdapat Sungai Citarik, tempat arung jeram dengan rintangan yang lebih berat. Kedua aliran sungai ini kemudian bermuara ke laut melintasi obyek rekreasi Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi. Jaraknya dari tempat pengambilan peralatan arung jeram…
Read More
Sensasi Arung Jeram Sungai Citatih (2)

Sensasi Arung Jeram Sungai Citatih (2)

Mempersiapkan segala sesuatu berkaitan arung jeram, ternyata harus melalui prosedur. Menurut petugas pemandu, acara sengaja dipilih siang hari hingga berakhir sore hari, tujuannya agar disesuaikan dengan kondisi alam dan cuaca di sungai Citatih kala itu. Rombongan kelompok FORWARA (Forum Wartawan Kesra) ini, menggunakan 5 perahu karet. Satu perahu berkasitas bisa memuat sampai 6 penumpang. Hari itu ada 15 perahu karet melintas di sungai Citatih, 10 perahu karet di antaranya adalah rombongan dari karyawan Hotel Nikko dan Wisma Nusantara Jakarta. Satu unit perahu karet lainnya memuat 2 orang turis asal Jerman dan Austria. Kepada kami, kedua wisatawan mancanegara ini mengaku bertugas…
Read More
Toggle Dark Mode