Nur Terbit

Ngevlog Seru Dengan Vivo S1

Ngevlog Seru Dengan Vivo S1

Sebagai orang yang suka nge-vlog -- alias bikin video blogger di channel Youtube melalui ponsel -- tentu butuh sarana pendukung yang memadai. Terutama kamera dan ponsel berbaterai besar. Ini bukan basa-basi dan bahasa iklan. Tapi betul-betul saya sendiri yang mengalaminya. Coba saja. Betapa menjengkelkannya kalau lagi asyik-asyik bikin video di channel YouTube saya Nur Terbit, terus memory file penuh. Wow..terasa dunia berakhir. Itu juga belum seberapa. Artinya, masih bisa segera menghapus aplikasi, foto-video di ponsel sehingga memungkinkan menambah video baru di memory file. Nah, bagaimana kalau yang lain bermasalah. Misalnya, baterai ponsel yang drop? Wah, kiamat dunia hehehe... Eitttt... tunggu…
Read More
Cerita Repotnya Bersuami Wartawan

Cerita Repotnya Bersuami Wartawan

Ini pengalaman istri saya yang sehari-hari berprofesi sebagai guru. Dia protes Kadisdik, gara-gara dilarang ngomong ke wartawan Suatu saat, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) di wilayah tempatnya mengajar, memberi pengarahan di depan guru-guru dalam sebuah rapat organisasi profesi guru. Dalam pengarahan tersebut, sang Kadisdik sempat menyinggung soal ramainya pemberitaan tentang Dinas Pendidikan yang cenderung "miring", terutama di media cetak. Berita "ngeri-ngeri sedap" tersebut antara lain mulai dari berita penerimaan CPNS guru, penerimaan siswa baru, sertifikasi guru, hingga berbagai tunjangan, yang kesemuanya itu terkesan beraroma pungli yang dilakukan oknum Disdik. Nah, WARTAWAN memang sukanya berita "miring" begini. Apalagi kalau yang terlibat oknum…
Read More
Napak Tilas Ke Makam Pangeran Diponegoro

Napak Tilas Ke Makam Pangeran Diponegoro

Sejarah Pangeran Diponegoro sampai ke Makasar, Sulawesi Selatan cukup panjang. Inilah napak tilas perjalanan ke makam pahlawan nasional -- bersorban dan berkuda itu. Pangeran Diponegoro adalah putra Sultan Hamengkubuwono III dari  Mataram ini, waktu muda bernama Raden Mas Ontowiryo, dan bersama Kiyai Maja serta Sentot Alibasyah Prawirodirjo  memberontak terhadap kekuasaan Hindia Belanda mulai tahun 1825. Selama 5 tahun Pangeran Diponegoro bergerilya, telah menyulitkan kedudukan  Belanda sampai menanggung kerugian ribuan jiwa tentara dan harta. Sehingga dijebaklah pangeran yang mengobarkan Perang Sabil itu dengan perjanjian perdamaian di Magelang oleh pemerintah Belanda. Kemudian ditangkap, lalu dibawa ke Semarang, terus ke Batavia dan ditahan…
Read More
Toggle Dark Mode