Blog Post

Kenapa Kakek-Nenek Lebih Sayang Cucu? Ini Jawabannya

Kenapa Kakek-Nenek Lebih Sayang Cucu? Ini Jawabannya

Sebagai seorang kakek yang baru mempunyai cucu, adalah kegembiraan saat berkumpul dengan cucu tersayang. Ada kebahagiaan tersendiri dibanding ketika bersama anak sendiri. Seorang teman pernah bilang, kalau dengan bicara soal cucu, itu punya cerita sendiri. "Sebab tidak langsung melahirkan, tapi tiba-tiba bisa dapat anak". Kalau dipikir, benar juga omongan teman tadi. Buktinya, saya sendiri mengalaminya. Waktu kelahiran anak sendiri, saya tidak berani menggendongnya. Ada rasa takut kalau terjadi apa-apa. Eh dengan cucu, rasanya jadi berani menggendong. Saya jadi ingat kakek dan nenek saya almarhum waktu di kampung, Makassar, Sulsel. Adik, kakak dan sepupu saya sering iri, karena saya dianggap "cucu…
Read More
Halodoc Menuntun Kita Mencari Dokter Terdekat

Halodoc Menuntun Kita Mencari Dokter Terdekat

Selama berdiam diri di rumah sesuai himbauan pemerintah terkait virus Corona, memang lama-lama bikin kita bete, bosan, stres. Apalagi selama tidak keluar rumah, maka api dan asap dapur pelan-pelan mulai redup. Tak mungkinlah berharap terlalu banyak dari subsidi 600 ribu/KK/bulan. Kami tahu dirilah. Kami tak masuk hitungan. Alhamdulillah, kami sekeluarga sehat wal afiat selama berdiam diri di rumah. Coba kalau ada di antara anggota keluarga kita yang sakit? Tentu repot jadinya di tengah pandemi Corona Sebagai pensiunan wartawan yang tetap ngotot masih mau jadi pekerja media "jarak jauh", maka solusinya adalah berupaya untuk terus menulis. Ya, menulis sebagai satu-satunya pekerjaan…
Read More
Cerita Sahabat Tentang ‘Wartawan Bangkotan’

Cerita Sahabat Tentang ‘Wartawan Bangkotan’

Wartawan Bangkotan Yang Menolak Bangkot : Catatan Dari Seorang Sahabat. Sebuah Kata Pengantar Khusus Untuk Buku "Lika-Liku Kisah Wartawan" karya Nur Terbit (Nur Aliem Halvaima). Oleh : Syaifuddin Sayuti • Penulis adalah Dosen, Wartawan Senior, mantan jurnalis MNC Group. Bangkotan berasal dari kata bangkot yang artinya tua. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mengartikan kosa kata “bangkotan” sebagai sudah terlalu tua atau terlalu uzur. Namun dalam ranah sosial bangkotan kerap dijadikan stigma, sebuah ungkapan merendahkan atau bahkan mengejek seseorang yang sudah tua secara usia dan penampilan namun tak lagi berguna secara sosial. Nah, kesan soal bangkotan dengan stigma negatif pasti akan…
Read More
Toggle Dark Mode