Blog Post

‘Ngumpul Ora Ngumpul Ya Tetap Mangan’ Kalau di Makassar

‘Ngumpul Ora Ngumpul Ya Tetap Mangan’ Kalau di Makassar

Semboyan itu serta-merta langsung gugur, atau tidak berlaku sama sekali, saat berlibur ke Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Padahal selama lebih dari 30 tahun merantau ke Pulau Jawa, semboyan “mangan ora mangan, sing penting ngumpul” — makan tidak makan, yang penting ngumpul — sudah akrab betul di telinga saya. Bahkan terbukti dari fakta sehari-hari memang begitu. Semboyan itu gugur. Di “Kota Daeng” yang dulu bernama “Ujung Pandang” dan selalu bertiup “Anging Mammiri” ini, ternyata “ngumpul ora ngumpul, sing penting mangan” — ngumpul atau tidak ngumpul, yang penting makan dulu. Soal nanti pada akhirnya tetap ngumpul, itu urusan belakang, hehe… Satu lagi,…
Read More
Salah Ketik, Cuek Aja Kalau Lagi Menulis di Social Media

Salah Ketik, Cuek Aja Kalau Lagi Menulis di Social Media

IDE TULISAN ini diilhami setelah beberapa kali saya menulis status di Facebook (FB), dimana status tersebut ternyata “bermasalah”. Kenapa bermasalah? Ya, itu tadi, gara-gara salah ketik. Dampaknya, tulisan status tersebut diprotes oleh seorang teman Facebooker. Alasannya merusak tata bahasa dan aturan penulisan ejaan yang disempurnakan, atau lebih popular disingkat EYD. Akh, awalnya kesal juga diusilin begitu. Saya cuekin saja. Menulis lagi dan menulis lagi dengan, tentu saja, mengulang kesalahan lagi. Salah ketik, salah ejaan, salah penggunakan huruf kecil yang seharusnya menggunakan huruf besar. Coba saja pikir. Ketika dengan terburu-buru saya mengetik kata Allah dengan huruf “a” kecil, dia protes, harusnya…
Read More
Toggle Dark Mode