‘Ngumpul Ora Ngumpul Ya Tetap Mangan’ Kalau di Makassar
Semboyan itu serta-merta langsung gugur, atau tidak berlaku sama sekali, saat berlibur ke Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Padahal selama lebih dari 30 tahun merantau ke Pulau Jawa, semboyan “mangan ora mangan, sing penting ngumpul” — makan tidak makan, yang penting ngumpul — sudah akrab betul di telinga saya. Bahkan terbukti dari fakta sehari-hari memang begitu. Semboyan itu gugur. Di “Kota Daeng” yang dulu bernama “Ujung Pandang” dan selalu bertiup “Anging Mammiri” ini, ternyata “ngumpul ora ngumpul, sing penting mangan” — ngumpul atau tidak ngumpul, yang penting makan dulu. Soal nanti pada akhirnya tetap ngumpul, itu urusan belakang, hehe… Satu lagi,…
