Ziarah

Catatan Perjalanan Umrah Era Soeharto (4)

Catatan Perjalanan Umrah Era Soeharto (4)

*PASPOR HILANG SELEMBAR kertas putih dari Imigrasi – ukurannya sedikit lebih lebar dari dua halaman paspor – disodorkan petugas Garuda saat chek in di Bandara Internasional Soekarno – Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten. Proses ini dilakukan sebelum mengambil boarding pass dan lebel penimbangan barang untuk ditempatkan di bagasi pesawat. Tugas pengisian formulir keluar negeri ini (form exit), sebenarnya menjadi tanggungjawawb setiap orang yang akan bepergian ke luar negeri, termasuk mereka yang akan melaksanakan ibadah umrah. Soalnya, yang bersangkutan harus membubuhkan tanda tangannya. Namun nampaknya, semua urusan sepanjag masih bisa “diatur”, seringkali diambil-alih oleh petugas biro perjalanan untuk memudahkan calon jamaahnya. Karena…
Read More
Catatan Perjalanan Umrah Era Soeharto (3)

Catatan Perjalanan Umrah Era Soeharto (3)

*DOUBLE SEAT INI MASIH cerita soal penerbangan yang tidak tepat waktu. Dalam penerbangan dari Bandara Internasional Soekarno Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten menuju Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, Saudi Arabia siang itu, seorang tenaga kerja wanita (TKW) di samping saya bercerita kalau ia bahkan sudah tiga hari bolak-balik ke bandara. Setiap kali mau berangkat – dan, tentu saja sudah bersalaman dan berangkulan dengan keluarga yang mengantarnya segala – ujung-ujungnya tak berangkat juga. Memang bukan karena jadwal penerbangan mundur, tapi pesawat yang akan ditumpangi selalu penuh terus. “Majikan saya di Jeddah pasti sudah cemas, khawatir saya tidak balik lagi ke Arab,” kata…
Read More
Catatan Perjalanan Umrah Era Soeharto (2)

Catatan Perjalanan Umrah Era Soeharto (2)

*TERBANG INSYA ALLAH Sesuai jadual, kami "terbang" dari Bandara Internasional Soekarno - Hatta, Cengkareng, Provinsi Banten pukul 08.00 WIB. Namun pesawat baru bergerak meninggalkan landasan pacu pukul 12.15 WIB. Praktis tertunda lebih kurang empat jam. Ada penumpang yang tak sabar, lalu berganti pesawat dengan perusahaan penerbangan lain. Ketika tiba di Padang dan mendarat dengan selamat, rekan yang menjemput kami sempat mengolok-olok karena sudah gelisah menunggu. "Pasti Mas Naik Merpati dari Jakarta" "Koq tahu?" "Mas kan sudah telepon minta dijemput lebih pagi karena pesawat pertama. Eh, sekarang malah tiba siang hari...," katanya. Kami lalu tertawa bersama, tanpa bermaksud menyalahkan pihak mana…
Read More
Toggle Dark Mode