Sosok

Bedah Buku “Wartawan Bangkotan” (1)

Bedah Buku “Wartawan Bangkotan” (1)

Bedah Buku Perdana Kompasianer Nur Terbit 23 Februari 2021 - Bedah Buku Seri 9 | YPTD -- "Wartawan Bangkotan" Hadir Di sini (Oleh :  Thamrin Dahlan). Bedah Buku Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan (YPTD) Seri 9, tampil Kompasianer Nur Terbit, Wartawan Bangkotan.  Wartawan di zaman digital wajib hukumnya mengikuti perkembangan kemajuan teknologi informasi. Apabila di zaman jadul, mesin ketik dan kamera ber-film jadi andalan maka kini benda benda kuno itu ditinggalkan semua diganti elektronik serba otomatis. Bang Nur Terbit wartawan senior sejak zaman Orde Baru paham benar bahwa passionnya di dunia media. Itulah sebabnya beliau masih bertahan malang melintang di dunia…
Read More
Cerita Sahabat Tentang ‘Wartawan Bangkotan’

Cerita Sahabat Tentang ‘Wartawan Bangkotan’

Wartawan Bangkotan Yang Menolak Bangkot : Catatan Dari Seorang Sahabat. Sebuah Kata Pengantar Khusus Untuk Buku "Lika-Liku Kisah Wartawan" karya Nur Terbit (Nur Aliem Halvaima). Oleh : Syaifuddin Sayuti • Penulis adalah Dosen, Wartawan Senior, mantan jurnalis MNC Group. Bangkotan berasal dari kata bangkot yang artinya tua. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mengartikan kosa kata “bangkotan” sebagai sudah terlalu tua atau terlalu uzur. Namun dalam ranah sosial bangkotan kerap dijadikan stigma, sebuah ungkapan merendahkan atau bahkan mengejek seseorang yang sudah tua secara usia dan penampilan namun tak lagi berguna secara sosial. Nah, kesan soal bangkotan dengan stigma negatif pasti akan…
Read More
Becce, Mantan Juru Masak Keluarga Jusuf Kalla

Becce, Mantan Juru Masak Keluarga Jusuf Kalla

Entah mimpi apa Sanro Becce malam harinya. Tiba-tiba Sabtu awal April 2018 silam, gubuk tua miliknya didatangi tamu istimewa: Menteri Sosial Idrus Marham. Wanita lansia yang hidup sebatang kara ini, tak henti bersyukur. Doanya terkabul. Ada pejabat pemerintah, menteri pula, akhirnya datang ke gubuknya di komplek pekuburan Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Becce terus berdoa. Nenek berumur 113 tahun ini berharap suatu hari kelak bisa bertemu lurah, camat, atau bupati di wilayah tempat tinggalnya. Dia akan memberanikan diri mempertanyakan alasan kenapa namanya dicabut dari penerima bantuan sosial. Tak disangka tak dinyana, dia malah bertemu menteri. Atasan langsung dari semua pejabat yang…
Read More
Toggle Dark Mode