nurterbit

Nama lengkap Nur Aliem Halvaima (NAH), nama pena Nur Terbit, Jurnalis, Lawyer, Blogger, YouTuber, Vlogger dan selama 34 tahun (1980-2014) mengabdi sebagai wartawan dan editor Harian Terbit versi cetak serta Admin Harian Terbit Online (Pos Kota Grup). Selanjutnya mencoba mengelola media cetak dan online sendiri hingga sekarang. Saat ini sudah menyelesaikan amanah menjabat Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jakarta Timur periode 2009-2012, 2012-2015. Selanjutnya mengemban amanah yang baru sebagai Pengurus PWI Jaya dengan posisi Koordinator Wartawan Bidang Multimedia. Kegiatan sehari-hari juga diisi dengan kesibukan sebagai pengurus yayasan pengelola sekolah TK & PAUD di Kota Bekasi, Jawa Barat. Pendidikan terakhir Magister Hukum (S2) Program Studi Hukum Bisnis, Universitas Islam Jakarta (UIJ) 2015 dengan tesis tentang "Pola Pengupahan Untuk Kesejahteraan Wartawan Media di Provinsi DKI Jakarta".
347 Posts
Mendaki ke Tebing Keraton (2)

Mendaki ke Tebing Keraton (2)

Tebing Keraton di Bandung, Jawa Barat ini terlihat masih "perawan" dan masih belum dikembangkan secara optimal ini. Bahkan, nyaris tanpa petunjuk jalan meski bukan berarti sulit menemukannya. Dari Taman Juanda ke arah utara kemudian belok kanan pada persimpangan pertama. Lalu terus menyelusuri jalur utama hingga melewati Warung Bandrek kemudian belok kiri pada pertigaan berikutnya. Tanjakan dengan jalan yang cukup rusak menuntut keterampilan berkendara yang memadai. Hingga akhirnya sampai di perkampungan dengan satu-satunya petunjuk mengarah ke sebelah kiri. Jalan yang semakin sempit hanya cukup untuk dilewati satu mobil. Tebing Keraton, salah satu obyek wisata yang termasuk masih baru di bagian utara…
Read More
Mendaki ke Tebing Keraton (1)

Mendaki ke Tebing Keraton (1)

Obyek wisata yang terletak di bagian utara Kabupaten Bandung, Provinsi JawaBarat ini, mendadak jadi perhatian dan inceran para pecinta traveling setelah seorang traveller meng-upload gambar Tebing Keraton ini di mediasosial.Tebing Keraton (atau "karaton" menurut lidah orang Sunda), memang cukup mempesona dan ramai didatangi wisatawan karena sensasi pemandangannya.Terhampar luas lebih dari 180 derajat di tenah hutan yang penuh dengan pepohonan hijau, menghiasi pemandangan lembah dan gunung-gunung di sekitarnya. Yang bikin tambah indah lagi adalah saat ada kabut yang muncul dari sela-sela bukit.Gerakan kabut yang melayang-layang meluncur di sela-sela pepohonan itu, kemudian menghilang ditelan terangnya langit. Sebuah pemandangan yang indah, terutama di…
Read More
Duren Lodaya, Jatuhnya di Medan Ketemunya di Jakarta

Duren Lodaya, Jatuhnya di Medan Ketemunya di Jakarta

Membaca judul tulisan di atas, tentu akan sedikit membingungkan. Koq ada duren jatuh di Medan tapi ketemunya di Jakarta? Bagaimana ceritanya?Jangan keburu bingung. Saya hanya ingin mencoba menggambarkan bagaimana  lika-liku perjalanan duren asal Medan itu, bisa melintasi jalur lintas Sumatera, kemudian menyeberang lewat Merak-Bakaheuni lalu sampai di Jakarta.Ini ibarat pepatah lama, "Ikan Di Laut Asam Di Gunung, Bertemu Dalam  Belanga", maka begitulah perumpamaan yang cocok bagi duren asal Medan yang dijadikan bahan baku untuk Sop Duren Lodaya."Kami memang menggunakan bahan baku duren asli Medan, sengaja didatangkan dari sana dan duren pilihan. Bahkan umumnya duren yang baru jatuh dari pohonnya. Ya, mateng di…
Read More
Toggle Dark Mode