wartawan

Pengalaman 34 Tahun Sebagai Wartawan Harian Terbit

Pengalaman 34 Tahun Sebagai Wartawan Harian Terbit

Harian Terbit adalah salah satu surat kabar sore yang terbit 7 kali seminggu sore hari di Ibukota Jakarta. Koran ini masih satu grup dengan Harian Pos Kota, saham terbesar dipegang Harmoko, mantan Menteri Penerangan dan Ketua MPR zaman Soeharto. Koran Harian Terbit sebelumnya bernama Pos Sore. Namun dibredel (diberangus) di era pemerintahan Orde Baru. Kemudian beredar kembali dengan nama "Harian Terbit" berdasarkan Surat Keputusan Menteri Penerangan Republik Indonesia Nomor 093/SK/MENPEN/SIUPP/A.7/1986 tentang Pemberian Surat Izin Usaha Penerbitan Pers tanggal 15 Maret 1986 yang ditandatangani oleh Sukarno SH, Direktur Jenderal Pembinaan Pers dan Grafika, atas nama Menteri Penerangan. Surat permohonan SIUPP diajukan…
Read More
‘Tidur Berjamaah’ Sepanjang Jeddah – Medinah, Catatan Umrah (8)

‘Tidur Berjamaah’ Sepanjang Jeddah – Medinah, Catatan Umrah (8)

Setelah pemeriksaan  paspor selesai di Bandara King Abdulaziz, Jeddah, Saudi Arabia, perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan 2 bus menuju Kota Madinah untuk memulai prosesi ibadah umrah. Ini tulisan lanjutan yang tertunda dari reportase saya sebelumnya, berjudul "Umrah Keluarga, Perjalanan Panjang Menuju Baitullah", klik beritanya DISINI https://nurterbit.com/2016/01/umrah-keluarga-perjalanan-panjang-menuju-baitullah/ Adapun perjalanan kali ini adalah perjalanan darat  Jeddah - Madinah yang ditempuh sekitar 5 jam. Bagi saya pribadi, perjalanan darat Jeddah - Madinah ini hanya mengulang kembali perjalanan umrah saya pada tahun 1996 di jalur yang sama. Sekitar 20 tahun lalu, saya diundang sebagi wartawan meliput, sekaligus berangkat umrah bersama jamaah Kelompok Bimbingan Ibadah Haji…
Read More
Sensasi Arung Jeram Sungai Citatih (5)

Sensasi Arung Jeram Sungai Citatih (5)

Petualangan melalui arung jeram ini, ternyata tidak selamanya berjalan mulus. Terbukti ada perahu karet peserta yang terguling. Perahu ini memuat Eko (sopir bus yang mengangkut kami Jakarta-Sukabumi PP), Pak Broto (Kementerian Kesra), Singgih (Suara Karya), Kohar (Kementrian Kesra) dan pemandu. Posisi duduk mereka, dua di depan: Eko, Kohar. Dua tengah: Broto, Singgih dan pemandu. Menurut cerita Pak Broto, insiden ini terjadi begitu cepat saat empat perahu karet saling berkejaran. Perahu pertama melaju di antara bebatuan dan kisaran arus air sungai. Tiba-tiba perahu kedua menabrak batu, lalu dari arah belakang menyusul perahu ketiga menabrak perahu kedua disusul perahu keempat muncul dari…
Read More
Toggle Dark Mode