Blog Post

Berburu Kuliner di Kota Makassar

Berburu Kuliner di Kota Makassar

Kota Makassar (dahulu bernama Kota Ujung Padang), adalah ibukota Provinsi Sulawesi Selatan. Kota ini, termasuk lumayan banyak dari jenis dan lokasi jajanan kaki limanya. Kota terbesar dan cukup ramai di Indonesia bagian Timur ini, populer dengan sebutan "Kota Daeng" atau "Kota Angingmammiri". Selain dikenal memiliki obyek wisata sejarah dan pantai, juga memiliki jajanan kaki lima yang sudah cukup dikenal. Dari sekian banyak jenis kuliner "Kota Daeng" itu, antara lain Coto Makassar, Pallu Konro, Sop Saudara, Pallubasa, Kapurung dan Jalangkote. Yang disebut terakhir bukan makanan tapi jenis kue kering. Di Jakarta Jalangkote lebih dikenal dengan sebutan Pastel. Ini video mengenai berbagai…
Read More
Nikmatnya Jadi Pengangguran Banyak Acara

Nikmatnya Jadi Pengangguran Banyak Acara

Kalau ada yang nanya, "Apa kerja Bang Nur sekarang?", maka saya selalu bingung dan sulit menjawabnya. Kerja tapi kelihatan ganggur, menganggur tapi selalu sibuk. Istilah teman saya: STMJ = Sibuk Tak Menentu (gak) Jelas, hahahaha..... Maka hanya akan ada satu jawaban standar, itu pun pasti kedengarannya ribet, adalah : "Saya sudah pensiun dini sebagai wartawan koran setelah separuh hidup saya di media cetak. Sekarang sudah kerja serabutan: jadi mentor, instruktur pelatihan menulis, pengelola dan konsultan beberapa media online, jadi blogger yang menulis di blog, selain jadi sopir pribadi istri dan bercengkrama dengan dua cucu, hehehe...". Pokoknya sekarang lebih santai deh,…
Read More
Pengalaman Menyetir di Jalur Macet Jakarta

Pengalaman Menyetir di Jalur Macet Jakarta

“Abang yang nyetir duluan deh, menghargai yang lebih tuaan hehe..,” kata Dzul sambil menyodorkan kunci kontak mobil Datsun Go Panca. Saya menolak dengan halus. “Waduh, tua atau muda sama aja. Anda duluan aja deh, biar saya belakangan,” balas saya. Rupanya begitu gagal menawarkan kepada saya untuk menyetir, Dzul lalu beralih ke Pak Dizzman. “Kalau begitu, bapak aja yang pertama, ayo dong pak pegang setirnya,” kata Dzul lagi. Untuk sementara Pak Dizzman mengalah. Setir dipegang Pak Dizzman, lalu saya duduk di sampingnya sementaara Dzul memilih duduk di jok belakang berdua wartawan Kompas. Dzul kemudian mengambil-alih setir saat pulang dari Sentul menuju…
Read More
Toggle Dark Mode