nurterbit

Nama lengkap Nur Aliem Halvaima (NAH), nama pena Nur Terbit, Jurnalis, Lawyer, Blogger, YouTuber, Vlogger dan selama 34 tahun (1980-2014) mengabdi sebagai wartawan dan editor Harian Terbit versi cetak serta Admin Harian Terbit Online (Pos Kota Grup). Selanjutnya mencoba mengelola media cetak dan online sendiri hingga sekarang. Saat ini sudah menyelesaikan amanah menjabat Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jakarta Timur periode 2009-2012, 2012-2015. Selanjutnya mengemban amanah yang baru sebagai Pengurus PWI Jaya dengan posisi Koordinator Wartawan Bidang Multimedia. Kegiatan sehari-hari juga diisi dengan kesibukan sebagai pengurus yayasan pengelola sekolah TK & PAUD di Kota Bekasi, Jawa Barat. Pendidikan terakhir Magister Hukum (S2) Program Studi Hukum Bisnis, Universitas Islam Jakarta (UIJ) 2015 dengan tesis tentang "Pola Pengupahan Untuk Kesejahteraan Wartawan Media di Provinsi DKI Jakarta".
347 Posts
Nikmatnya Jadi Pengangguran Banyak Acara

Nikmatnya Jadi Pengangguran Banyak Acara

Kalau ada yang nanya, "Apa kerja Bang Nur sekarang?", maka saya selalu bingung dan sulit menjawabnya. Kerja tapi kelihatan ganggur, menganggur tapi selalu sibuk. Istilah teman saya: STMJ = Sibuk Tak Menentu (gak) Jelas, hahahaha..... Maka hanya akan ada satu jawaban standar, itu pun pasti kedengarannya ribet, adalah : "Saya sudah pensiun dini sebagai wartawan koran setelah separuh hidup saya di media cetak. Sekarang sudah kerja serabutan: jadi mentor, instruktur pelatihan menulis, pengelola dan konsultan beberapa media online, jadi blogger yang menulis di blog, selain jadi sopir pribadi istri dan bercengkrama dengan dua cucu, hehehe...". Pokoknya sekarang lebih santai deh,…
Read More
Pengalaman Menyetir di Jalur Macet Jakarta

Pengalaman Menyetir di Jalur Macet Jakarta

“Abang yang nyetir duluan deh, menghargai yang lebih tuaan hehe..,” kata Dzul sambil menyodorkan kunci kontak mobil Datsun Go Panca. Saya menolak dengan halus. “Waduh, tua atau muda sama aja. Anda duluan aja deh, biar saya belakangan,” balas saya. Rupanya begitu gagal menawarkan kepada saya untuk menyetir, Dzul lalu beralih ke Pak Dizzman. “Kalau begitu, bapak aja yang pertama, ayo dong pak pegang setirnya,” kata Dzul lagi. Untuk sementara Pak Dizzman mengalah. Setir dipegang Pak Dizzman, lalu saya duduk di sampingnya sementaara Dzul memilih duduk di jok belakang berdua wartawan Kompas. Dzul kemudian mengambil-alih setir saat pulang dari Sentul menuju…
Read More
Untung Ruginya Jadi Blogger Pasangan Suami Istri

Untung Ruginya Jadi Blogger Pasangan Suami Istri

SUAMI-ISTRI BLOGGER memang bukan hal baru. Di komunitas blogger di mana pun, ada sejumlah blogger yang berpasangan sebagai suami-istri termasuk yang rajin mengisi laman blog keroyokan di Kompasiana. Salah satu contohnya kami berdua: Nur Terbit dan Sitti Rabiah. Tak ada yang istimewa dari kami. Apalagi bila dikaitkan dengan "jam terbang" kami berdua. Kata anak gaul, kami berdua ini masih "anak bawang". Kalau kemudian Anda menemukan kami berdua di lapangan, atau sama-sama bertemu dalam satu acara kopi darat, itu karena lagi dalam situasi "bebas tugas" hehehe... Kalau "bebas tugas" itu artinya saya lagi bebas dari kegiatan rutin -- sehari-hari lebih banyak…
Read More
Toggle Dark Mode