Teman Wanita Cantik di Facebook

Ini fakta dan benar-benar terjadi dan saya alami sendiri. Jadi maaf, bukan bermaksud sombong. Tapi saking banyaknya cewek cantik yang minta berteman, saya kewalahan untuk meng-add mereka..Jadi serba salah.

Padahal tujuan saya cuma satu, mau cari teman yang banyak dan sebanyak-banyaknya di dunia maya. Kebetulan yang masuk dan mengajak berteman, umumnya dari kaum Hawa. Sedang kaum Adam-nya hanya segelintir.

Seperti kejadian yang saya alami sendiri secara langsung. Karena repot menjawab satu demi satu, saya hanya bisa kasih jempol sebagai bentuk respon.

Eh ada di antaranya yang marah, dia bilang “koq cuma jempol, chat saya cuma dibaca, terganggu ya mas?”.

Yang lucu lagi, ada di antara cewek cantik itu yang mengaku tinggal di Bekasi, lalu saya jawab,

“eh sama dong, tetanggalah kita kalau begitu. Sama-sama di Bekasi”.

Lalu dia langsung blokir pertemanannya dengan saya hahaha……

Dia mungkin takut ketahuan kalau dia hanya iseng berkenalan. Atau dia takut kalau saya sampai datang samperin dia kali ya.

Padahal yang lain malah lebih berani, ada yang nekat ngajak bertemu, janjian minta ketemunya di mana. Aneh kan?

Mereka ini sampai nanya nama asal daerah, pekerjaan, domisili, lagi sibuk apa sekarang?

Bahkan yang lebih berani lagi, ada di antaranya yang tidak sungkan2 bertanya soal status.

“Mas ini masih bujang, sudah nikah atau sudah beristri?”

Saya jawab saja. “Belum mbak. Maksud saya.. belum dua kali hahaha….”. Dia balas, “Masnya bisa aja…”

Nah kan? Kita sudah jujur masih salah, mungkin kalau saya bohong malah dia percaya hehehe…

Ya. Ada-ada aja ya cara pertemanan di dunia maya dan di era digital ini. Saya sih asyik-asyik aja. Saya dengan senang menerima pertemanan.

Maklum, biar ada bahan dan inspirasi, ilham, untuk saya bisa menulis status di Facebook ini.

Untuk cewek-cewek cantik yang sudah saya add sebagai teman, terima kasih ya.

Bagi saya sih, ratusan jumlah teman di FB itu masih terlalu sedikit, tapi kalau sudah ada satu-dua musuh itu sudah terlalu banyak.

CEWEK2 CANTIK DI FACEBOOK

Selama ini, begitu banyak cewek cantik di Facebook (FB) yang minta kenalan. Karena kebanyakan yang datang silih berganti, akhirnya saya terima pertemanan mereka (add) satu persatu.

Komunikasi pun berlangsung via fitur Massengger di FB. Dari mulai nanya daerah asal, domisili, pekerjaan, status apakah masih bujangan atau sudah beristri, hingga ada yang langsung nawarin produk jualannya. Salah satunya trading dan saham.

Capek melayani pertanyaan para cewek cantik ini, saya akhirnya manfaatkan saja mereka siapa tahu mau dan bersedia sebagai calon klien saya hahaha… Meski banyak teman yang menyarankan agar, “ah…diabaikan saja, bang Nur”.

Maka inilah jawaban seragam saya kepada para cewek cantik tersebut 👇:

“Begini saja deh. Saya jujur. Saya ini wartawan dan pengacara. Kalau Anda ada masalah keluarga, boleh saya bantu, saya sering koq mendampingi klien di pengadilan”.

“Atau kalau mau curhat dan bersedia bercerita tentang pengalaman hidup masing-masing, ayo saya siap menampung. Insya Allah bisa saya bantu tulis di media, blog, atau dibukukan karena saya kerjanya memang menulis sebagai wartawan. Mau?”.

“Nah, untuk konsultasi hukum atau mau nanya-nanya soal teknik menulis, kontak saya Bang Nurterbit atau Wartawan Bangkotan di nomor WA 0816 *** ****.”

Begitu balasan saya kepada cewek-cewek cantik di FB yang minta kenalan. Alhamdulillah ada yang memang terbuka, dan curhat panjang lebar.

Tapi ada juga yang langsung kabur dan memutuskan pertemanan. Akun saya dia blokir hahaha ……

Yang cewek cantik dan memblokir akun saya ini, tentu hanya sekedar iseng dan sengaja mau menggoda pria ganteng seperti saya ini Eeeah. Terima kasih.

Salam : Nur Terbit

Demikianlah cerita ringan Nur Terbit hari ke-38, Rabu 23 September 2026
untuk Lomba Blog Kemerdekaan digelar Wijaya Kusumah (Omjay) https://www.wijayalabs.com

By nurterbit

Nama lengkap Nur Aliem Halvaima (NAH), nama pena Nur Terbit, Jurnalis, Lawyer, Blogger, YouTuber, Vlogger dan selama 34 tahun (1980-2014) mengabdi sebagai wartawan dan editor Harian Terbit versi cetak serta Admin Harian Terbit Online (Pos Kota Grup). Selanjutnya mencoba mengelola media cetak dan online sendiri hingga sekarang. Saat ini sudah menyelesaikan amanah menjabat Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jakarta Timur periode 2009-2012, 2012-2015. Selanjutnya mengemban amanah yang baru sebagai Pengurus PWI Jaya dengan posisi Koordinator Wartawan Bidang Multimedia. Kegiatan sehari-hari juga diisi dengan kesibukan sebagai pengurus yayasan pengelola sekolah TK & PAUD di Kota Bekasi, Jawa Barat. Pendidikan terakhir Magister Hukum (S2) Program Studi Hukum Bisnis, Universitas Islam Jakarta (UIJ) 2015 dengan tesis tentang "Pola Pengupahan Untuk Kesejahteraan Wartawan Media di Provinsi DKI Jakarta".

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts

Toggle Dark Mode