WTS (Wartawan Tanpa Suratkabar) Buku Terbaru Saya untuk Hari Pers Nasional 2022

Baru bisa begini, ya baru sebatas sumbangsih kecil untuk dunia kewartawanan. Menulis buku tentang dunia wartawan.

Alhamdulillah, sudah dua tahun (2020 dan 2022) ikut menulis buku dari hasil kumpulan tulisan saya, difasilitasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat.

WTS, Wartawan Tanpa Suratkabar
WTS, Wartawan Tanpa Suratkabar

 

 

Insha Allah, buku terbaru saya “WTS, Wartawan Tanpa Suratkabar” (judul sementara) ini, akan diluncurkan di Hari Pers Nasional (HPN), 9 Februari 2022 mendatang di Kendari, Sulawesi Utara. Meluncur bersama buku-buku karangan wartawan lainnya.

Wartawan Bangkotan
Cover buku Wartawan Bangkotan

Ini memang baru draft buku yang kedua dari saya (setelah “Wartawan Bangkotan” – WB, diterbitkan  Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan – YPTD 2020).

Maksudnya, buku yang merupakan episode lanjutan yang (Insha Allah) akan diterbitkan lagi oleh PWI Pusat. Semoga lolos seleksi oleh Tim Buku HPN 2022 – PWI Pusat.

Buku Nur Terbit
Dua buku saya sebelumnya : Lika-Liku Kisah Wartawan dan Wartawan Bangkotan (dok Nur Terbit)

Buku pertama saya, “Lika-Liku Kisah Wartawan” (LLKW), juga diterbitkan PWI Pusat yang sudah diluncurkan pada HPN di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, 9 Februari 2020 lalu, dengan editor Pak Ismet Rauf Wartawan senior LKBN Antara. Kata pengantar oleh mas Syaifuddin Sayuti jurnalis televisi senior dari MNC Grup.

PWI Pusat sendiri, melalui Tim Buku, selama ini memang punya agenda dan program proyek penulisan buku setiap kali digelar HPN. Nyaris setiap tahun. Kecuali HPN 2021, proyek penulisan buku wartawan tidak diselenggarakan.

Tim Buku PWI Pusat, selalu mengajak wartawan, pekerja media, insan pers di seluruh Indonesia untuk menulis buku. Dalam genre apapun. Diutamakan tentang dunia wartawan.

Melalui tulisan ini, saya pribadi mengucapkan selamat bekerja kepada Tim Buku PWI Pusat, antara lain : Prof Rajab Ritonga, Pak Ismet Rauf, Bang Djunaedi Tjunti Agus, Ibu Taty Mansyur. 

Mati Ketawa Ala Netizen
Mati Ketawa Ala Netizen, buku humor saya yang diterbitkan YPTD, 2020.

Juga tentu saja Bang Atal S Depari Ketua PWI Pusat sekaligus Penanggungjawab HPN 2022, dan Bang Auri Jaya, Ketua Panitia Pelaksana HPN 2022. Tak lupa sahabat saya “Daeng” Syariefuddin Soeltan — wartawan senior Suara Karya — yang sudah menulis kata pengantar di buku “WTS” saya.

Selamat. Sukses selalu. Semoga acara HPN 2022 lancar. Juga buku saya “WTS, Wartawan Tanpa Suratkabar” bisa lolos seleksi dan ikut meramaikan hajatan para “kuli tinta” dan “nyamuk pers” (istilah jadoel) di era digital ini. Aamiin…

#nurterbit

YouTube.com/NurTerbit  Instagram.com/Bangkotan Twitter.com/nurterbit Facebook.com/NurTerbit2 TikTok.com/NurTerbit_ Kompasiana.com/Daeng 2011

Lika-Liku Kisah Wartawan
Lika-Liku Kisah Wartawan
By nurterbit

Nama lengkap Nur Aliem Halvaima (NAH), nama pena Nur Terbit, Jurnalis, Lawyer, Blogger, YouTuber, Vlogger dan selama 34 tahun (1980-2014) mengabdi sebagai wartawan dan editor Harian Terbit versi cetak serta Admin Harian Terbit Online (Pos Kota Grup). Selanjutnya mencoba mengelola media cetak dan online sendiri hingga sekarang. Saat ini sudah menyelesaikan amanah menjabat Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jakarta Timur periode 2009-2012, 2012-2015. Selanjutnya mengemban amanah yang baru sebagai Pengurus PWI Jaya dengan posisi Koordinator Wartawan Bidang Multimedia. Kegiatan sehari-hari juga diisi dengan kesibukan sebagai pengurus yayasan pengelola sekolah TK & PAUD di Kota Bekasi, Jawa Barat. Pendidikan terakhir Magister Hukum (S2) Program Studi Hukum Bisnis, Universitas Islam Jakarta (UIJ) 2015 dengan tesis tentang "Pola Pengupahan Untuk Kesejahteraan Wartawan Media di Provinsi DKI Jakarta".

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts

Toggle Dark Mode