Ekonomi

Usaha Katering yang Tak Pernah “Kering”

Written by nurterbit

Bisnis makanan seperti usaha katering, kini mulai menggeliat. Usaha katering juga sudah melayani kelengkapan acara pernikahan: tenda dan kursi. Bagaimana prospek usaha industri rumahan ini ke depan?

Selama ini, kita hanya mengenal industri besar. Tapi dalam perkembangannya, usaha industri rumahan ini ternyata makin berkembang pesat. Beberapa usaha katering juga memberikan pelayanan satu atap.

Mbak Dini dan Mas Muslihin (foto : Nur Terbit)

Misalnya saja, dalam sebuah pesta pernikahan, tuan rumah tidak hanya memikirkan urusan makanan semata. Tapi juga yang lain. Seperti tenda dan kursi untuk para tamu.

Inilah yang kini mulai dilirik para pengusaha katering. Selain menyediakan menu makanan, mereka juga berupaya menyertai pelayanan untuk memudahkan konsumennya.

Pengurus APJI DKI Jakarta, sekaligus panitia penyelenggara APJI EXPO 2019 (foto Nur Terbit)

KATERING & PERNIKAHAN

APJI (Asosiasi Perusahaan Jasa Boga Indonesia) di era kepemimpinan Ketua Umum DPP APJI Iden Gobel, mencoba mendorong pengusaha jasa boga untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilannya melalui berbagai kegiatan pameran.

Salah satunya, menggelar acara APJI Expo 2019 pada 13 – 14 Juli 2019 di SMESCO Exhibition Hall Jakarta. Acara yang diprakarsai oleh Siti Djumiadini, Ketua DPD APJI DKI Jakarta, memang merupakan program APJI DKI Jakarta.

Ketua DPD APJI DKI, Siti Djumiandini (foto Nur Terbit)

Asosiasi jasa boga ini menjadi wadah yang mencoba memfasilitasi dengan menggelar kegiatan bagi pebisnis katering. Tujuannya, agar industri katering dan pernikahan dapat mengembangkan diri, baik dari sisi usaha dan maupun pengusaha itu sendiri.

“Kami menyatukan mereka agar bisa saling memberikan informasi dan saling membantu,” ujar Ketua DPD APJI DKI, Siti Djumiandini, yang akrab disapa dengan panggilan Mbak Dini.

Di dalam asosiasi ini, kata Mbak Dini, tidak hanya didominasi oleh para pengusaha katering, tapi juga restoran, cafe, bakery, pastry, toko kue, persewaan alat pesta, suplier bahan katering, dan masih banyak lagi usaha yang berkaitan dengan katering.

Berdiri sejak tahun 1988 sampai sekarang, APJI telah memiliki sekitar 3000 anggota di seluruh Indonesia yang terdiri dari berbagai jenis usaha dan golongan. Mulai dari skala mikro, kecil hingga menengah dan besar.

Tahun ini, APJI DKI Jakarta mengadakan pameran Catering & Wedding Industry bertajuk “APJI EXPO 2019”. Pihaknya berharap ada tambahan peserta yang ikut kali ini. “Sebelumnya diikuti 50 anggota, harapannya bisa meningkat menjadi 60 peserta,” sambungnya.

Usaha KATERING yang tak pernah “KERING”
Bisnis makanan seperti usaha katering, kini mulai menggeliat. Usaha ini sudah melayani kelengkapan acara pernikahan: tenda dan kursi. Bagaimana prospek usaha industri rumahan ini ke depan?
(foto: Nur Terbit)

Terkait prospek usaha ini, Siti menjelaskan, saat ini jasa katering dan pernikahan makin dibutuhkan masyarakat. Pihaknya juga optimis masa depan industri ini sangat cerah, apalagi dengan dukungan teknologi informasi yang makin pesat belakangan ini. “Salah satu upaya agar konsumen makin kenal ya lewat kegiatan ini,” ungkapnya.

Ketua Pelaksana APJI Expo 2019, Muslihin menambahkan, dalam event yang akan diselenggarakan pada tanggal 13-14 Juli mendatang juga masuk dalam agenda Pemrov DKI Jakarta.

Ketua Panitia APJI EXPO 2019, Muslihin (foto Nur Terbit)

Dukungan pemerintah dalam hal ini diharapkan dapat menjadi contoh di daerah lainnya. “Semoga dicontoh daerah lainnya,” ujarnya.

GIAT APJI DKI JAKARTA

Ketua DPD APJI DKI, Siti Djumiandini mengakui pihaknya berinisiatif l membuat wadah melalui berbagai pameran. Hal ini dimaksudkan agar anggota APJI bisa berkiprah.

“Selama ini mereka terkendala karena belum bisa promosi. Salah satunya, kendala akan biaya yang sangat mahal,” kata Mbak Dini, panggilan akrab Siti Djumiandin.

Pengusaha katering anggota APJI SKI Jakarta, belum semuanya mampu mengembangkab lebih jauh “pasar”-nya, seperti yang sudah dilakukan pengusaha lain di beberapa gedung.

“Makanya kami bermaksud mewadahinya. Ini sebenarnya adalah Expo Katering yang pertama, yang dilaksanakan sebdiri oleh APJI DKI Jakarta”.

Mudah-mudahan nanti, kata Mbak Dini, akan ada lagi expo berikutnya dan akan menjadi kalender tahunan. Apalagi kegiatan ini sudah didukung oleh dinas-dinas di Provinsi DKI seperti Diskominfo.

“Jadi mungkin itu yang membedakan wedding expo yang diselenggarakan swasta, dengan pameran yang digelar APJI,” kata Mbak Dini lagi. Saat ini, anggota APJI berjumlah 600.

Diakui, pihaknya memang kita belum bisa mengakomodir semua anggota, karena lokasi pameran memang tempatnya yang terbatas. Panitia hanya bisa menyediakan booth terbatas: katering, dekorasi, foto, video, sanggar rias dan lain-lain.

Panitia sendiri sudah bekerja keras. Menjelang pameran panitia sudah melakukan promosi melalui videotrone di Tugu Tani, Kwitang menuju Monas, Jakarta Pusat dimana sudah hampir satu bulan.

Konferensi pers jelang acara APJI EXPO 2019 (foto Nur Terbit)

Semoga dengan promo yang sudah disampaikan di media sosial, ada energi baru, mudah-mudahan ini awal kebangkitan yang baik untuk kita APJI. Selamat sukses. Sekian reportase gaya blogger saya. Salam (Nur Terbit)

https://www.instagram.com/nurterbit

https://www.youtube.com/nurterbit

TONTON VIDEO LIPUTANNYA :

Leave a Comment