Sosok

1 Hari 2 Ulang Tahun

Written by nurterbit

BAHAGIA ITU SEDERHANA

Entah kenapa, ungkapan di atas sangat saya suka belakangan ini. BAHAGIA ITU SEDERHANA. Artinya untuk bisa bahagia itu, gak perlu modal besar, sama sederhananya dengan proses terjadinya peristiwa bahagia itu. Simpel, praktis dan gak perlu mengada-ada atau harus dipaksa-paksain. Ya, biarkan mengalir saja bak air di pancuran…

Seperti yang saya alami pagi ini. Bahagia itu sangat sederhana sekali. Cukup dengan sapaan singkat, “Selamat ulang tahun Om..,” terdengar suara di balik telepon. Itu telpon dari Dave, sahabat putra sulung saya. Rasanya bahagia banget, lebay ya? hehe..

Saya buka sosial media. Ada 2 ungkapan SEDERHANA yang muncul di Path. “Walaupun papah tidak selembut mama, tapi dari lubuk hati papah yang paling dalam, menyimpan kasih sayang yang sangat dalam untuk putrinya. Yaumul milad pah..”. Ya, itu dari status putri bungsuku, Fifi. Tiba2 terasa ada butir2 air hangat menetes di pipi.

Ungkapan SEDERHANA kedua ditulis oleh putra Sulungku, Akbar, juga di akun Fath-nya. “The best father. Never had”. Tak ketinggalan sapaan cucuku Kiwa yang masih 1,5 tahun, tentu saja melalui ibunya, sekaligus anak mantu saya di akun Fath. “HBD Pak Nur, salam peluk cium dari cucu Kiwa untuk kakek”. Ow….tissu mana? Laris tissunya hehe…

Sangat sederhana kan? Sama sederhananya ketika tiba2 ada kue ultah di atas meja ruang tamu, sehari sebelumnya “Selamat ultak pah, selamat ultah mah,” kata Akbar dan Fifi. Loh koq ke mamah juga ngucapin selamat ultahnya? Betul, tanggal lahir saya dan istri, cuma beda 2 hari. Sama2 bintang Leo. Sama2 bulan Agustus.

Begitulah sederhana perayaan ultahnya. Cukup kumpul bersama: bapak, ibu, anak, mantu, cucu. Itulah keluarga kecil kami. Semoga ke depan, problema hidup kami bersama keluarga, juga keluarga Anda semua, semakin sederhana. Sehingga kita juga bisa mengatasi dengan sesederhana mungkin (Bekasi, 100815).

3 Comments

Tinggalkan Balasan ke Echaimutenan X