Peristiwa

Mengenang 42 Tahun “Tragedi Tanjung Priok 1984”

Mengenang 42 Tahun “Tragedi Tanjung Priok 1984”

Teks : Salah satu gedung di Jakarta Utara dibakar massa pada peristiwa Tragedi Tanjung Priok 1984 (foto: media sosial) Sebelum memulai cerita di blog ini, saya mengungkapkan bahwa sekitar bulan Juni 1984 atau 3 (bulan) sebelum kejadian "Tragedi Tanjung Priok" 12 September 1984, saya untuk pertama kalinya resmi menjadi warga Ibukota ber-KTP Provinsi DKI Jakarta. Ketika peristiwa 42 tahun silam tersebut terjadi, saya masih tinggal di wilayah Kelurahan Kebon Bawang, salah satu kelurahan yang ada di Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara sebagai perantau asal Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel). Awalnya "menumpang" di sebuah rumah milik keluarga pasangan suami-istri yang…
Read More
Investigasi Kasus Besar, Bagi Wartawan Itu Ngeri-ngeri Sedap

Investigasi Kasus Besar, Bagi Wartawan Itu Ngeri-ngeri Sedap

KLIK LINK INI - Video Pemkot Makassar belum bayar ganti rugi tanah rakyat setelah dijadikan TPU Sudiang - Sumber video: Channel YouTube @ NURTERBIT  Investigasi Kasus Besar, Bagi Wartawan Ngeri-ngeri Sedap. Profesi yang cukup menantang. Di lapangan mengejar narasumber dan peristiwa, di kantor dikejar deadline atau batas akhir penurunan berita. Awalnya saya hanyalah seorang reporter biasa, wartawan lapangan, di salah satu koran lokal di Kota Makassar Sulawesi Selatan, era tahun 1979. Selanjutnya sambil kuliah, mencoba menjadi koresponden (wartawan daerah di Makassar tapi beritanya dimuat oleh koran nasional di Jakarta). Saat itu, saya bekerja untuk surat kabar sore Harian Terbit, Pos…
Read More
Mengaku Pengusaha, Eh Ternyata Penipu

Mengaku Pengusaha, Eh Ternyata Penipu

Teks foto: Profil dan nomor WA yang menghubungi tapi ternyata palsu (foto dok Nur Terbit) Mengaku Pengusaha, Eh Ternyata Penipu. Berbagai cara penipu mencoba memperdaya calon korbannya. Berhati-hatilah. Pengalaman saya berikut ini, adalah bagaimana trik komplotan penipu mengaku "pengusaha" mencari alat berat yang mau dijual. Ternyata.... Bermula dari seseorang mengirim pesan WhatsApp (WA) kepada saya. Dari foto profilnya, sepertinya wajahnya tidak asing. Ya, dia adalah Udi Sarosa Advokat. Beliau adalah teman lama saya sesama wartawan era surat kabar, namun kini sudah beralih profesi jadi advokat atau pengacara. Tapi koq nomor WA-nya berbeda dari biasanya? Apa WA-nya dibajak? Ah mungkin ganti…
Read More
Toggle Dark Mode