Kolom

Pengalaman Jadi Juri Lomba Penulisan Feature Antarwartawan

Written by nurterbit

Teks foto: Pak Sukri, Owner MSI Group Kaltim bersama penulis di latar belakang (foto dok Nur Terbit).

Alhamdulillah. Meski sempat juga kaget, namun bagi saya, ini sebuah kehormatan besar begitu mendapat tawaran untuk menjadi salah satu tim juri lomba penulisan “feature” — tulisan khas di dunia pers atau jurnalistik — dengan gaya bertutur. Di dunia blog dikenal dengan istilah “story telling”.

Adapun peserta lomba penulisan feature ini adalah wartawan dari anggota kelompok Media Sukri Indonesia Grup (MSI Group), yang kantor redaksinya berkedudukan di Samarinda, Ibukota Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Waktu penjurian dilakukan selama 2 hari, dari Jumat-Sabtu 2-3 Januari 2026.

Sebelum dimulai penjurian dan penilaian tulisan dari wartawan sebagai peserta, kami dewan juri sepakat dengan kriteria penilaian: isi tulisan dan teknik penulisan. Juga angka penilaian mulai dari 50-80.

Secara umum tulisan yang saya dan juri lainnya menilai, lumayan bagus. Baik dari judul tulisan, isi dan teknik penulisan. Ada wartawan yang pemilihan judul dan obyek yang ditulis cukup menarik, begitu juga teknik penulisannya yang mendetail. Hanya beberapa tulisan yang tidak mendalam, kurang literatur bahkan tanpa narasumber yang diwawancarai.

Terus terang, saya belum pernah satu kalipun menjadi juri dalam lomba menulis, di event manapun. Namun saya justeru lebih sering ikut sebagai peserta lomba menulis artikel di media mainstream, media online atau lomba blog di berbagai komunitas, dan…. Alhamdulillah, tanpa bermaksud mau menyombongkan diri, saya sering terpilih sebagai pemenang lomba menulis.

Juara lomba menulis yang paling berkesan, salah satunya ketika juara 1 untuk dua kali berturut-turut (tahun 2011 & 2013) pada lomba menulis kategori umum dan wartawan tingkat nasional – yang penyerahan hadiahnya di Bumi Perkemahan Pramuka di Cibubur, Bogor, yang semula sedianya diserahkan di Istana Presiden.

Lomba ini diselenggarakan oleh Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka era Ketua Kwarnas “Kakak” Prof. Dr. Azrul Azwar, MPH tahun 2003 – 2013 dengan tema Pramuka. Saya ketika itu menulis artikel :

1. “Melongok Kiprah Pramuka di Balik Jeruji Besi” (2011) – background penulisan adalah Pramuka binaan (narapidana) Lapas (LP) Cipinang Jakarta. Juara pertama.

2. “Salam Pramuka Dari Kepulauan Seribu” – background penulisan adalah acara perkemahan dan kegiatan Pramuka di Pulau Pramuka, Kabupaten Kepulauan Seribu, Provinsi  DKI Jakarta. Juga juara pertama.

Lebih dari itu, selama menjadi “pemburu berita” saat surat kabar masih berjaya di tahun 1980-an, sempat juga salah satu tulisan saya yang dimuat di Harian Terbit (Pos Kota Group) masuk nominasi penilaian juri lomba karya tulis “Piala Adinegoro”. 

Judul tulisan bersambung saya ketika itu: “Teluk Jakarta Telah Tercemar Limbah Industri” dimuat di Harian Terbit terpilih, sebagai tulisan wartawan media cetak di acara  tahunan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat: “Adinegoro”, memperebutkan piala bergengsi sebagai prestasi bagi wartawan.

Kebanggaan lain sebagai wartawan, ketika PWI Pusat memberi tantangan bagi jurnalis untuk menulis buku, memeriahkan Hari Pers Nasional (HPN) di Banjarmasin,  Kalimantan Timur (Kaltim) tahun 2020.

"Lika Liku Kisah Wartawan", judul buku saya diterbitkan PWI Pusat (foto dok Nur Terbit)

“Lika Liku Kisah Wartawan”, judul buku saya diterbitkan PWI Pusat (foto dok Nur Terbit)

Tulisan saya dibukukan dengan judul “Lika Liku Kisah Wartawan” (PWI Pusat) dengan editor Ismet Rauf  (almarhum), wartawan senior LKBN Antara. Ada beberapa buku saya yang lain seperti “Wartawan Bangkotan”, “Menulis Gaya Wartawan”, “Mati Ketawa Ala Netizen”.

Beberapa buku lagi lainnya dari kumpulan tulisan yang pernah dimuat di Kompasiana (Kompas Group), Kumparan, Blogdetik detikcom, Pos Kota Online, PosSore, Harian Terbit, www.harianterbit.com (blog pribadi), Terbitin.id Website Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan (YPTD), juga buku hasil keroyokan dengan penulis lain.

"Menulis Gaya Wartawan", judul buku saya diterbitkan YPTD (foto dok Nur Terbit)

“Menulis Gaya Wartawan”, judul buku saya diterbitkan YPTD (foto dok Nur Terbit)

Khusus Panitia Penerbitan Buku PWI Pusat dalam rangka HPN 2020 di Banjarmasin Kaltim, buku saya “Lika Liku Kisah Wartawan” waktu itu diketuai oleh Prof Rajab Ritonga. Pria kelahiran Sipirok, Tapanuli Selatan 30 Desember 1958 ini, adalah wartawan senior dan Profesor Ilmu Komunikasi di Universitas Gunadarma, Jakarta. Rajab Ritonga pernah menjadi Direktur SDM dan Umum Lembaga Kantor Berita Nasional Antara pada tahun 2007 sampai 2012.

Begitulah. Menjadi juri lomba menulis dengan hanya bermodal pengalaman sebagai praktisi wartawan dan koresponden daerah di Makassar, Sulawesi Selatan selama lebih dari 46 tahun di lapangan, kemudian menjadi editor atau redaktur di media cetak.

Kini setelah ikut merambah ke media online di era digital dengan posisi yang lebih keren: Pemimpin Redaksi (Pemred), saya menyambut suka-ria tawaran MSI Group tersebut sebagai juri lomba penulisan feature antarwartawan.

Kartu Pers sebagai Redaktur atau Editor (foto dok Nur Terbit)

Kartu Pers sebagai Redaktur atau Editor (foto dok Nur Terbit)

Untuk itu saya berterima kasih dan sangat mengapreasiasi tawaran dari Pak Sukri, Owner MSI Group sekaligus Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kalimantan Timur ini. Juga Pak Syamsul, Pemred Infosatu.co (MSI Group). Demikian cerita Bang Nur Terbit kali ini.

Salam :

YouTube : Nur Terbit

Instagram : Nur Terbit

Tiktok : Nurterbit_

Tulisan ini pernah dimuat di status Facebook Nur Terbit: 

 

Leave a Comment