Pengalaman Diisolasi Di RS Karena Covid

Pada tulisan sebelumnya di blog https://www.nurterbit.com ini, saya menulis mengenai kasus influenza yang terus meningkat, berjudul : “Waspada, Berbagai Virus Sudah Ada Di Sekeliling Kita”. 👇

Bahkan kita semua para pembaca blog ini sebagai anggota masyarakat, diminta untuk waspada. Terutama saat memasuki masa pergantian musim yang dapat meningkatkan penyebaran penyakit saluran pernapasan.

Berita kurang menggembirakan tersebut memang datang dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Sehingga dengan demikian bukan sekedar berita dan informasi, tapi menjadi persoalan yang memang serius.

Virus yang sedang ramai dibahas dan diwaspadai di Indonesia saat ini, menurut Menkes, ya meliputi HMPV (Human Metapneumovirus) dan peningkatan kasus Influenza A tersebut.

Tapi adakah yang masih ingat, bagaimana virus Corona sebelumnya yang dulu juga menyerang secara masif penduduk Indonesia hingga banyak yang meninggal dunia?

DICURIGAI TERPAPAR COVID

Berbagai kisah mantan pasien Covid-19, telah diungkap sejumlah media. Dari yang berjuang sendiri melawan sepi, terisolasi dari orang terkasih, dari rakyat kecil, menteri, dokter, artis hingga presiden termasuk mereka yang nyawanya terenggut tak tertolong.

Catatan saya berikut ini sekedar melengkapi — sekaligus bisa membuat kita bersyukur karena masih sehat — betapa mengharukannya mereka yang terpapar oleh virus pandemi yang ganas tersebut.

Berikut pengalaman teman Imran Nasution, mubaligh, mantan wartawan, warga Kota Bekasi, yang beliau tulis di status facebooknya On Mon, 7 Dec 2020, 12:38, kemudian saya kutip ulang di sini.

Ketika para sahabat rekan mengetahui Bang Imran, sapaan akrabnya, terpapar Covid 19, mereka bertanya, “apa yang kau rasakan?

Ketika itu dia belum bisa menjawab, karena sedang berjuang untuk melawan virus Corona yang telah mengguncang dunia. Lima belas hari Bang Imran dirawat dan diisolasi dalam rumah sakit.

Pada Ahad pertama tentu selain panas, juga menggigil dan batuk. Awal ceritanya, sehabis shalat Jum’at, 2 Oktober 2020, badannya terasa tidak enak. Ada sedikit meriang. Namun dianggap sakit biasa.

BEROBAT KE PUSKESMAS

Tapi sampai Senin 5 Oktober. Tidak juga sembuh. Lalu diputuskan berobat ke Puskesmas. Di Puskesmas, dia ditanyain, “habis perjalanan jauh? Dari mana?”. Bang Imran menjawab, “saya tidak bepergian jauh”.

Apa ada batuk? Dia jawab, “saya memang batuk dan aku pernah kena TBC saya berobat 6 bulan lamanya hingga sembuh”.Apa rasa masih normal? Bisa membedakan manis asam pahit? Masih.

Penciuman? “Masih biasa,” jawab Bang Imran. Lalu dokter bikin resep dan obat untuk Bang Imran ambil di apotek.

“Pulang dari puskesmas, saya minum obat, ya ada prasetamol, antibiotik obat batuk. Sampai Rabu 7 Oktober tidak ada perubahan. Bahkan semakin sering panas,” kata Bang Imran.

Pada pukul 16.00 Bang Imran berobat lagi ke praktek dokter. Karena sudah terlalu sore, puskesmas sudah tutup. Lalu dia hanya dikasih obat.

Sekira pukul 03.00 Kamis dini hari Bang Imran tak tahan karena panas dan menggigil. Dia bangunkan istrinya.

MASUK KE RUANG UGD

Setelah berembuk lalu sang suami dibawa ke rumah sakit, masuk ke UGD, diperiksa dokter dan terus dirongsen termasuk paru-paru.

Akhirnya dokter memutuskan agar Bang Imran dirawat dan diisolasi. Jumat malam di-Swab pertama. Senin 12 Oktober, hasilnya keluar dan Bang Imran dinyatakan positif terpapar virus Corona.

Pikiran mulai kacau gelisah, tidak bisa tidur. Yang banyak membantu adalah perawat. Mereka sabar, dan tetap ramah. Meski mereka sedang berhadapan dengan orang-orang yang terpapar Covid 19.

Semua ruangan isolasi penuh. Itu diketahui Bang Imran kalau pukul 09.00 secara bergiliran pasien berjemur sekitar 10.15 menit. Kemudian masuk ruang perawatan lagi.

Salah satu yang paling dinantikan adalah berjemur. Karena ada kesempatan menghirup udara bebas dan bisa meliha lihat di sekitar halaman rumah sakit.

MENJALANI ISOLASI SEBAGAI PASIEN

Yang paling berat, pasien tidak bisa bertemu keluarga. Jika ada keperluan, misalnya pakaian kita kotor. Pasien hanya bisa titip ke perawat. Nanti keluarga datang mengambil sekaligus membawa pakaian bersih.

Tapi itu hanya boleh sampai ruang jaga perawat. Itu juga hanya boleh sekali dalam sehari keluarga bisa datang ke rumah sakit untuk mengurus keperluan kita.

Nah, perawatlah yang menyampaikan titipan keluarga ke kita di ruang perawatan.

Dengan perjuangan dan tekanan batin yang begitu dahsyat dan luar biasa. Bang Imran sudah melewati masa sulit. Dokter telah membolehkan isolasi mandiri di rumah.

“Terimakasih dokter, semua perawat yang baik, yang selalu setia merawat kami, yang terkadang rewel. Hanya Allah yang dapat membalas kebaikan dokter dan perawat,” kata Bang Imran.

Demikianlah kisah Bang Imran, mantan pasien Covid-19, yang berjuang sendiri melawan sepi, terisolasi dari orang terkasih. Semoga bermanfaat bagi kita semua yang senantiasa menjaga kesehatan.

Salam : Nur Terbit

* Hari ke-50 Selasa 6 Oktober 2026 Lomba Blog Hari Kemerdekaan RI ke-81 “Menulis untuk Indonesia, Menginspirasi Negeri”, yang diadakan Wijaya Kusumah (Omjay) – https://www.wijayalabs.com

By nurterbit

Nama lengkap Nur Aliem Halvaima (NAH), nama pena Nur Terbit, Jurnalis, Lawyer, Blogger, YouTuber, Vlogger dan selama 34 tahun (1980-2014) mengabdi sebagai wartawan dan editor Harian Terbit versi cetak serta Admin Harian Terbit Online (Pos Kota Grup). Selanjutnya mencoba mengelola media cetak dan online sendiri hingga sekarang. Saat ini sudah menyelesaikan amanah menjabat Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jakarta Timur periode 2009-2012, 2012-2015. Selanjutnya mengemban amanah yang baru sebagai Pengurus PWI Jaya dengan posisi Koordinator Wartawan Bidang Multimedia. Kegiatan sehari-hari juga diisi dengan kesibukan sebagai pengurus yayasan pengelola sekolah TK & PAUD di Kota Bekasi, Jawa Barat. Pendidikan terakhir Magister Hukum (S2) Program Studi Hukum Bisnis, Universitas Islam Jakarta (UIJ) 2015 dengan tesis tentang "Pola Pengupahan Untuk Kesejahteraan Wartawan Media di Provinsi DKI Jakarta".

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts

Toggle Dark Mode