Resensi

Wow Tulisan ‘Uang Panai’ Dibaca Ribuan Pembaca

UANG PANAI biasanya diantar bersamaan dengan fisik calon penganten pria (foto : Nur Terbit)
Written by nurterbit

Pengunjung tulisan “UANG PANAI” di blog saya www.nurterbit.com sudah dibaca oleh ribuan pembaca, sejak tulisan tersebut diposting. Wow sebuah prestasi untuk ukuran seperti saya yang blogger “pemula”.

Gak nyangka, awalnya hanya iseng-iseng menulis artikel di blog keroyokan BlogDetik mengenai fenomena UANG PANAI di Makassar, eh ternyata menarik banyak pengunjung yang mampir membaca artikel tersebut.

Subhanallah…ada 20 komentar dengan jumlah pengunjung (viewer) lebih dari 1.300-an. Sesuatu yang bagi saya cukup fantastis sebagai blogger — penulis blog –yang masih pemula hehehe…😀.

Itu saya ketahui ketika seorang teman blogger Liswanti Pertiwi sedang mencari blog, diprioritaskan blog yang 1 artikelnya dikunjungi lebih dari 1000 viewer. Alhamdulillah, tulisan UANG PANAI termasuk artikel blog saya sudah dikunjungi lebih dari 1000 viewer. Tulisan lain yang dipilih adalah milik Kang Arul di blog dosengalau.com.

Artikel saya berjudul UANG PANAI DI MAKASSAR KENAPA MAHAL? tersebut sebenarnya sudah lama (tahun 2010-an) saya tulis di akun blog personal di BLOGDETIK, yakni blog keroyokan milik Detik.com. Selanjutnya di-rewrite, ditulis ulang untuk konsumsi blog personal di www.nurterbit.com

Awalnya cuma tulisan pendek, sekedar memperkenalkan apa itu UANG PANAI, salah satu prosesi pra perkawinan adat etnis Makassar di Provinsi Sulawesi Selatan.

Di mana calon mempelai pria mengutus keluarganya ke rumah calon mempelai wanita, membawa UANG PANAI, yakni uang belanja utk tambahan biaya pesta. Selain, tentu membawa mahar, atau mas kawin.

Lama tulisan itu terlupakan, eh jadi ingat lagi, saat banyak generasi muda di Makassar mempertanyakan — bahkan ketakutan, jadi momok — begitu mengetahui betapa mahalnya UANG PANAI itu. Ini terjadi setelah muncul film bioskop bergenre percintaan remaja, kebetulan dengan judul film yang sama.

Kemudian, tulisan UANG PANAI tersebut saya perdalam dengan tambahan literatur di sana-sini, termasuk wawancara internal di kalangan keluarga etnis Makassar. Khususnya mereka yang selama ini dipercaya menjadi “duta keluarga” saat melamar, termasuk saat membawa UANG PANAI.

Selengkapnya UANG PANAI itu ada di link artikel ini:

nurterbit.com/2016/09/uang-panai-di-makassar-kenapa-mahal/

“Uang Panai” di Makassar Kenapa Mahal?

4 Comments

    • Wadiyo, terima kasih sudah mampir. Banyak cara dan setiap orang punya trik. Kalau saya cukup berproses dan itu panjang perjalanannya. Tapi yang terpenting, harus jeli melihat topik yang sedang hangat, itulah yang kita tulis. Setelah diposting ke blog, link tulisannya disebar ke media sosial seperti facebook, twitter, instagram biar orang tertarik membacanya.

Leave a Comment