Sulsel

Mudik Terlama di Makassar Sejak 35 Tahun Merantau ke Jakarta

Mudik Terlama di Makassar Sejak 35 Tahun Merantau ke Jakarta

Cerita Mudik dari Kota Makassar Hari ini adalah lebaran hari kelima saya di Kota Makassar dalam rangka liburan mudik lebaran Idul Fitri 1436 H. Mudik kali ini memang termasuk mudik istimewa. Betapa tidak, selama 35 tahun merantau ke Jakarta, baru tahun 2015 ini bisa mudik cukup lama. Hampir dua bulan penuh. Biasanya mudik bersama anak istri di malam takbiran, atau kadang sehari setelah lebaran (H + 1). Makanya, mudik kali ini sangat bahagia sekali sebab bisa sekalian berpuasa Ramadhan sekaligus berlebaran dan berkumpul dengan seluruh anggota keluarga. Kebahagiaan yang lain adalah "peserta" mudik keluarga kali ini -- selain Saya, Bunda…
Read More
Mudik Melihat Kota Makassar, Ternyata ….

Mudik Melihat Kota Makassar, Ternyata ….

SIAPA BILANG MAKASSAR "TIDAK RANTASA" (JOROK) ? Walikota Makassar, Danny Pomanto, punya program andalan: MAKASSAR TIDAK RANTASA (JOROK). Program ini dimaksudkan agar KOTA ANGING MAMMIRI bersih dari tumpukan sampah, disamping mengajak warganya peduli lingkungan serta cinta akan hidup sehat. Karena itu, bisa terlihat di mana-mana ada truk pengangkut sampah "ngetem" di sudut kota, siap menjemput dan mengangkut sampah. Walikota pengganti pejabat lama Ilham Arief Sirajuddin ini, juga punya slogan LISA, Lihat Sampah, Ambil. Kenyataannya, masih ada saja sudut kota yang RANTASA, jorok, kumuh dan penuh tumpukan sampah. Juga, masih ada warga yang masih memilih membuang sampah di tepi jalan, atau…
Read More
Ibu Saya, Profesor Lulusan Sekolah Rakyat

Ibu Saya, Profesor Lulusan Sekolah Rakyat

Tulisan ini awalnya rangkaian status di facebook dalam memperingati Hari Ibu, 22 Desember 2014 silam. Lalu karena cukup panjang, saya memindahkannya ke blog pribadi yang Anda baca sekarang ini. Saya tiba-tiba teringat beliau, Hajjah Sitti Maryam Puang Mene, sosok seorang ibu, "guru", dan "dosen" serta "profesor"bagi anak-anaknya meski hanya tamat sekolah rakyat (SR). Ibu juga tak sempat lagi melihat kami diwisuda. Atau mendengar saya sudah berusaha menyelesaikan S2 saya. Bahkan tak juga menyaksikan ketika salah seorang adik kami dikukuhkan sebagai guru besar (profesor) di salah satu perguruan tinggi negeri di Makassar. Ibu keburu wafat disaat kami semua masih tertatih-tatih mengurusi mata…
Read More
Toggle Dark Mode