Pers

Luqman Hakim Gayo, Wartawan Perang Bosnia

Luqman Hakim Gayo, Wartawan Perang Bosnia

Teks: Luqman Hakim Gayo (tengah) bersama tentara Bosnia (dok FB LHG) LUQMAN HAKIM GAYO, Sang Wartawan Perang Bosnia - Cerita Nur Terbit - Saya sering memanggil namanya Bang Luqman (77 tahun), padahal lengkapnya Luqman Hakim Gayo. Pria kelahiran Gayo, Aceh, ini adalah orang baik. Setidaknya begitulah yang saya rasakan selama saya berteman, menjadi satu tim ketika sama-sama menjadi wartawan surat kabar sore "Harian Terbit", Pos Kota Grup. LHG adalah akronim namanya yang biasa dia tempelkan sebagai kode diakhir berita yang ditulisnya. LHG saya akui adalah orang bertanggung jawab, berdedikasi dan loyalitasnya yang tinggi akan tugas dan profesinya sebagai wartawan. PENULIS…
Read More
Kartu Pers Pertama, Kebanggaan Seorang Wartawan

Kartu Pers Pertama, Kebanggaan Seorang Wartawan

Teks foto : Kartu pers pertama seorang Pak Bagus Sudharmanto (dok FB Bagus Sudharmanto). VIDEO REUNI MANTAN WARTAWAN 1šŸ‘‡Sumber video YouTube: Channel Nur TerbitĀ  https://youtu.be/b_tdUyTsJb0?si=1FOz_7WkibOxnu7Y KARTU PERS PERTAMA, 1979. Selembar kartu pers yang mulai memudar warnanya, tetapi tidak pernah memudar maknanya (Judul Status Facebook Bagus Sudharmanto) Status tersebut saya baca setelah diunggah Minggu 19 Juli 2026 oleh Pak Dar, sapaan akrab bagi wartawan senior sekaligus mantan Pemimpin Redaksi (Pemred) sewaktu saya masih wartawan surat kabar sore "Harian Terbit", Pos Kota Grup. Selembar kartu pers adalah kebanggaan seorang wartawan, apalagi jika kartu pers tersebut adalah kartu pertama yang dipegang oleh seorang…
Read More
Wartawan Bangkotan dan Media Cetak Era 1980-an

Wartawan Bangkotan dan Media Cetak Era 1980-an

Sebagian dari wartawan era 1980-an dari media cetak saat meliput sidang peristiwa Tragedi Tanjung Priok di Pengadilan Negeri Jakarta Utara (foto dok Nur Terbit) MAU REUNI SESAMA WARTAWAN, TAPI SUDAH PADA MENINGGAL 😭 Teman-teman semua pembaca blog saya www.nurterbit.com yang saya hormati. Artikel kali ini bercerita tentang pengalaman masa lalu, ketika masih aktif menjadi wartawan meliput peristiwa dan "mengejar" narasumber agar tidak ketinggalan informasi. Kisah kali ini adalah tentang wartawan angkatan tahun 1980-an yang pernah tugas liputan di Jakarta Utara. Meskipun mereka "wartawan Bangkotan" atau "wartawan jadoel", namun tetaplah ingin eksis meskipun tidak akan seheboh lagi ketika mereka masih muda…
Read More
Toggle Dark Mode