nurterbit

Nama lengkap Nur Aliem Halvaima (NAH), nama pena Nur Terbit, Jurnalis, Lawyer, Blogger, YouTuber, Vlogger dan selama 34 tahun (1980-2014) mengabdi sebagai wartawan dan editor Harian Terbit versi cetak serta Admin Harian Terbit Online (Pos Kota Grup). Selanjutnya mencoba mengelola media cetak dan online sendiri hingga sekarang. Saat ini sudah menyelesaikan amanah menjabat Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jakarta Timur periode 2009-2012, 2012-2015. Selanjutnya mengemban amanah yang baru sebagai Pengurus PWI Jaya dengan posisi Koordinator Wartawan Bidang Multimedia. Kegiatan sehari-hari juga diisi dengan kesibukan sebagai pengurus yayasan pengelola sekolah TK & PAUD di Kota Bekasi, Jawa Barat. Pendidikan terakhir Magister Hukum (S2) Program Studi Hukum Bisnis, Universitas Islam Jakarta (UIJ) 2015 dengan tesis tentang "Pola Pengupahan Untuk Kesejahteraan Wartawan Media di Provinsi DKI Jakarta".
346 Posts
Respon Pembaca “Uang Panai” di Perkawinan Adat Bugis Makassar

Respon Pembaca “Uang Panai” di Perkawinan Adat Bugis Makassar

Teks gambar : Dua gadis Bugis Makassar dalam pakaian adat siap menari tarian daerah (foto dok : Nur Terbit) Beberapa tulisan saya sebelumnya di blog pribadi https://nurterbit.com ini terkait "Uang Panai", Alhamdulillah sempat mendapat respon positif dari pembaca sehingga memunculkan diskusi hangat. Bagi yang belum paham atau belum baca tulisan saya sebelumnya, saya mencoba menjelaskan kembali apa itu Uang Panai atau "Doe’ Panai" (dalam bahasa Makassar) atau _Doe’ Paenre" (dalam bahasa Bugis) yakni sejumlah uang yang diberikan kepada calon mempelai wanita.  Uang tersebut dimaksudkan untuk keperluan pesta pernikahan dan belanja pernikahan lainnya. Dengan demikian, uang panai tidak termasu mahar.  Uang…
Read More
Kenapa Takut Dengan “Uang Panai” Etnis Bugis Makassar?

Kenapa Takut Dengan “Uang Panai” Etnis Bugis Makassar?

Teks gambar: Penulis (tengah) dan istri dalam pakaian adat Bugis Makassar, didampingi seorang teman dari Pulau Madura (foto dok Nur Terbit) Uang Panai atau Doe’ Panai (dalam bahasa Makassar) atau Doe’ Paenre’ (dalam bahasa Bugis), berarti uang naik. Yakni sejumlah uang yang diberikan kepada calon mempelai wanita. Uang Panai tersebut dimaksudkan untuk keperluan pesta pernikahan dan belanja pernikahan lainnya. Dengan demikian, uang panai tidak termasuk mahar. Tapi Uang Panai adalah adat tradisi yang terbilang wajib dengan jumlah yang disepakati oleh kedua belah pihak atau keluarga. Sebagian pria Bugis-Makassar sendiri sedikit “ketakutan” soal Uang Panai ini, terutama yang ingin menikahi gadis pujaannya…
Read More
Melamar Gadis Bugis Makassar, Begini Loh Caranya !

Melamar Gadis Bugis Makassar, Begini Loh Caranya !

Teks gambar: Keluarga suku Bugis Makassar dalam pakaian adat di sebuah acara (foto dok Nur Terbit) UANG PANAI dalam bahasa Makassar artinya uang yang dibawa (nipanai) dari calon pengantin pria ke keluarga calon pengantin wanita untuk bantuan biaya pesta dan kebutuhan suami-istri pasca pesta. Jadi selain mahar (mas kawin), calon pengantin pria juga berkewajiban membawa Uang Panai, biasanya masih ada embel-embel harta benda, sawah, kebun dan lain-lain. Makanya, kalau mau melamar gadis Bugis-Makassar, jangan coba-coba kalau kalian tidak bermodal hehehe.. Tradisi Uang Panai ini juga sudah pernah diangkat menjadi cerita film bioskop. Bahkan sudah dibuat episode lanjutan yakni "Uang Panai…
Read More
Toggle Dark Mode