Media Wartawan

Bernostalgia Sesama Mantan Wartawan Harian Terbit

Written by nurterbit

NOSTALGIA & REUNI MANTAN WARTAWAN HARIAN TERBIT- Catatan : Nur Terbit (Nur Aliem Halvaima)

Semula, saya pikir hanya sekedar mau NGUPI BARENG sambil bernostalgia. Saling berbagi cerita masa lalu. Tapi bergeser ke uji nyali di depan mic diiringi organ tunggal.

Maka jadilah kami menyanyi — tentu saja dengan “suara emas” yang kami miliki masing-masing đŸ«ą

Ternyata, diam-diam semua punya bakat yang terpendam selama ini, selain bakat meliput dan mahir mengetik berita đŸ€Ł

Maulina Lestari, salah seorang mantan wartawati Harian Terbit sedang uji nyanyi sebagai penyanyi (foto : Nur Terbit)

Maulina Lestari, salah seorang mantan wartawati Harian Terbit sedang uji nyanyi sebagai penyanyi (foto : Nur Terbit)

Itulah yang terjadi saat kami bersama teman-teman mantan wartawan dan karyawan alumni HARIAN TERBIT (Pos Kota Grup) “reuni” di Warung Bang Ali, Tebet, Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu 21 September 2024.

Terima kasih kepada tuan rumah, almarhum Bang Diapari Sibatangkayu (Bang Kayu) mantan Redaktur Ekonomi Harian Terbit.

Setelah reuni ini, Allah dengan hak prerogatif-Nya telah memanggil lebih awal sahabat kami dari Sumatera Utara ini.

Ya Allah, namanya ajal, tempatkan sahabat kami Bang Kayu di surga-Mu.

Inilah pertemuan terbaru kami para mantan wartawan surat kabar sore ini, setelah pensiun dini dari media cetak atau surat kabar sore Harian Terbit sejak Februari 2014.

Ya, 12 tahun telah berlalu ketika kami masih sama-sama berkantor di Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta Timur.

Kami seperti mengenang kembali saat masih di era media cetak. Era di mana “haus minum, lapar minum” 😆

Para mantan wartawan saat reuni sambil bernyanyi (foto : Nur Terbit)

Para mantan wartawan saat reuni sambil bernyanyi (foto : Nur Terbit)

Hadir di acara reuni ini antara lain mantan Pemred kami Prof Dr Bagus Sudarmanto, mantan Wakil Pemred Ramly Amin Simbolon.

Juga hadir mantan Redaktur Syiar Rabiatun Drakel, mantan wartawati Lifestyle Maulina Lestari, mantan wartawan hiburan Naipar Golan.

Tidak ketinggalan mantan fotografer Bambang Irianto, mantan Layoutman Toto Rohadi dan saya sendiri Nur Aliem Halvaima (Nur Terbit), mantan Redaktur Hukum, Kriminal dan Perkotaan merangkap penulis feature (tulisan khas). Jadilah reuni sambil bernostalgia.

Banyak juga teman-teman yang semula menyatakan mau hadir, tetapi batal karena ada urusan keluarga yang tentu jauh lebih penting.

Bahkan ada yang hanya bisa menitip salam karena lagi di luar kota. Meski begitu, reuni tetap saja semarak.

“Alhamdulilah dokumentasinya masih tersimpan. Semoga almarhum maupun almarhumah bahagia di alam kuburnya,” kata Yana Rusmana, salah seorang staf redaksi kami di kantor.

“Semoga yang masih diberi umur panjang oleh Allah, disehatkan dan diberi umur panjang. Alfatihah juga untuk yang sudah meninggalkan kita,” tambah Yana.

Dokumentasi alumni Harian Terbit, sumber video YouTube: channel @NURTERBIT 👇

Mengenang kembali teman PEJUANG HARIAN TERBIT – Sumber Video : Channel YouTube @NURTERBIT 👇

SK PENGANGKATAN SEBAGAI WARTAWAN

Sebagai seorang wartawan, juga diberlakukan pemberian SK (Surat Keputusan) saat sudah resmi diangkat sebagai wartawan di sebuah perusahaan penerbitan media.

SK saya sendiri diterbitkan tertanggal 1 Juni 1989, atau 37 tahun silam jika dihitung sampai sekarang setelah tahun 2026. Jadoel banget ya? Ketahuan deh saya wartawan angkatan kapan hehehe.

Ya SK tersebut diberikan ketika saya yang semula masih status reporter, diangkat sebagai redaktur yang ditugaskan mengelola edisi minggu HARIAN TERBIT.

Sebelumnya saya di lapangan meliput berita kriminal, hukum dan perkotaan.

Liputan utama saya ketika itu, khusus wilayah Jakarta Utara, meliputi Pelabuhan Tanjung Priok, Polres Jakarta Utara, Pengadilan Jakarta Utara, Kejaksaan Negeri Jakarta Utara, Kantor Wali Kota Jakarta Utara dan sekitarnya.

SK pengangkatan saya di atas tadi, tentu menjadi sebuah benda berharga, sekaligus pengakuan pimpinan terhadap keberadaan saya sebagai wartawan di grup POS KOTA.

Almarhum Bang Kayu (Diapari Sibatangkayu) saat ikut menjajal kemampuan bernyanyinya (foto : Nur Terbit)

Almarhum Bang Kayu (Diapari Sibatangkayu) saat ikut menjajal kemampuan bernyanyinya (foto : Nur Terbit)

SK lain kemudian silih berganti saya terima, mulai SK mutasi, SK peringatan dan sejumlah SK lainnya.

Karena banyak SK yang saya terima sepanjang pengabdian saya di koran sore ini, teman-teman sekantor menjuluki saya dengan “Pemegang SK terbanyak” terutama dalam sepanjang sejarah perjalanan koran HARIAN TERBIT.

“Mestinya masuk MURI kamu Nur, hehehe

,” ledek teman2 kantor. Betul juga kali ye?

Seperti yang saya ungkapkan di atas, SK antik tersebut diterbitkan tertanggal 1 Juni 1989.

Padahal, saya sudah bergabung sebagai koresponden di Makassar sejak tahun 1980-an, lalu hijerah ke Jakarta tahun 1984.

Artinya, saya sudah bekerja dan mengabdi sebagai reporter dari tahun 1980, namun SK saya pegang atau dikeluarkan setelah tahun 1989, atau 9 tahun kemudian.  Nah, bisa masuk MURI lagi kan? Hehe..

Saat SK ini diterbitkan, gaji saya ketika itu baru Rp25.000/bulan + uang transpor. Alhamdulillah cukup “ngos-ngosan” untuk bisa bertahan hidup di kota besar seperti Jakarta.

Sekedar informasi, HARIAN TERBIT yang mulai terbit secara perdana 15 April 1972 dengan nama POS SORE, mampu bertahan hingga usia 42 tahun.

Belakangan “dijual” oleh pemiliknya — antara lain pemegang sahamnya adalah Haji Harmoko, mantan ketua MPR dan Menteri Penerangan era Soeharto.

Koran perjuangan ini selanjutnya resmi tidak lagi sebagai media grup Pos Kota, terhitung sejak 20 Januari 2014.

Semua karyawan serta wartawannya “dipaksa” pensiun dini dengan uang pesangon seadanya.

Para pensiunan ini kemudian berpencar-pencar. Salah satunya mendirikan media baru dan bergabung di media online https://www.possore.id

Harian Terbit sendiri masih beredar hingga saat tulisan ini saya ketik, tentu saja dengan pemilik saham, pengelola, armada wartawan dan pemasaran dengan menejemen baru.

Itulah perjalanan panjang media cetak Harian Terbit. Dimulai hadir sejak 19 Juli 1972. Media ini adalah koran sore yang diterbitkan oleh PT Media Antar Kita Jaya.

Namun mulai sejak 15 Februari 2014, Harian Terbit berada di bawah naungan PT Astri Cahaya Gemilang dan hingga kini menjadi satu-satunya koran sore di Indonesia.

Mengikuti perkembangan zaman di era digital, Harian Terbit juga tersedia dalam bentuk epaper yang bisa didapat secara gratis.

Demikianlah cerita tentang reuni para mantan wartawannya. Semoga bermanfaat. Terima kasih.

Salam : Nur Terbit

* Tulisan blog hari ketiga puluh enam (ke-36) edisi Senin 21 September 2026, untuk diikutkan Lomba Blog Kemerdekaan RI, digelar Wijaya Kusumah (Omjay) – https://www.wijayalabs.com

Video serunya saat reuni ada di link di bawah ini 👇

Leave a Comment