Reportase Wartawan

Anugerah MHT–PWI Jaya, Penghargaan Tertinggi Karya Wartawan 

Written by nurterbit

Nama Pahlawan Nasional asal Betawi, Mohammad Hoesni Thamrin (M.H. Thamrin), kembali akan hadir “menggema” di Balai Agung, Balaikota, yang menjadi kantor Gubernur Provinsi DKI Jakarta, pada Senin 7 September 2026.

Nama pahlawan Mohammad Hoesni Thamrin tersebut, oleh pengurus Persatuan Wartawan Indonesian DKI Jakarta (PWI Jaya) dijadikan sebagai nama acara “Anugerah Jurnalistik Mohammad Hoesni Thamrin” disingkat MHT–PWI Jaya, penghargaan tertinggi bagi karya tulis wartawan tingkat Provinsi DKI Jakarta.

Acara pemberian penghargaan MHT-PWI Jaya ini sekaligus ajang penghargaan pers tertua dan bergengsi di Jakarta. Betapa tidak, sebab acara penghargaan ini diberikan kepada insan pers atas karya jurnalistik terbaik tentang Ibu Kota.

Awal mula dan perkembangan pendirian MHT-PWI Jaya ini, lahir pada masa kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin sekitar tahun 1974.

Tahun 2026 sudah memasuki usia ke-52. Mengangkat tema khusus menyambut 500 tahun perjalanan kota Jakarta.

Sementara Hari Ulang Tahun (HUT) DKI Jakarta sendiri diperingati setiap tanggal 22 Juni. Penetapan tanggal tersebut merujuk pada sejarah direbutnya Sunda Kelapa oleh Pangeran Fatahillah pada 22 Juni 1527.

Nama anugerah MHT-PWI Jaya yang diberikan ini untuk menghargai jasa sang tokoh M.H.Thamrin serta mewadahi karya jurnalistik yang membangun dan kritis terhadap pembangunan Jakarta.

Panitia MHT-PWI Jaya 2016 sedang menggelar konferensi pers (foto Bagus Sudarmanto)

Panitia MHT-PWI Jaya 2016 sedang menggelar press conference (foto : FB Bagus Sudarmanto)

Seperti sudah dijelaskan di atas, Anugerah Jurnalistik MHT-PWI Jaya diselenggarakan secara konsisten oleh PWI Jaya bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta (seperti Dinas Kominfotik).

Perjalanan penghargaan ini tidak selalu mulus. Sebab ajang ini sempat mengalami masa vakum selama lima tahun sebelum akhirnya dihidupkan kembali pada tahun 2003.

PERJALANAN ANUGERAH JURNALISTIK MHT-PWI JAYA

Perjalanan panjang Jakarta menuju usia lima abad, akan menjadi salah satu napas utama dalam puncak Anugerah Jurnalistik Mohammad Hoesni Thamrin (MHT–PWI Jaya) tahun 2026.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, dijadwalkan menghadiri puncak acara yang menjadi bentuk apresiasi terhadap karya-karya jurnalistik terbaik dalam merekam berbagai persoalan, perubahan, dan dinamika Ibu Kota.

Gubernur sebelumnya juga secara terbuka menyatakan dukungan penuh terhadap MHT-PWI Jaya tahun 2026 sebagai bentuk apresiasi terhadap insan pers yang menghasilkan karya jurnalistik berkualitas, informatif, dan berdampak positif bagi masyarakat.

Ketua PWI Jaya Kesit Budi Handoyo audensi dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bahas MHT-PWI Jaya 2026 (foto : Ferry Edyanto)

Ketua PWI Jaya Kesit Budi Handoyo audensi dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bahas MHT-PWI Jaya 2026 (foto : Ferry Edyanto)

Ketua PWI Jaya Kesit Budi Handoyo mengatakan, kategori khusus tersebut diharapkan mampu memperkaya perspektif pemberitaan mengenai Jakarta yang kini berkembang sangat cepat.

“Kami berharap semakin banyak karya jurnalistik yang tidak hanya informatif, tetapi juga memberi solusi, mengedukasi masyarakat, dan menjadi catatan sejarah perjalanan Jakarta,” katanya.

Ia pun mengajak seluruh wartawan dari berbagai media di Indonesia untuk ikut berpartisipasi.

“Ini menjadi tantangan sekaligus kesempatan bagi rekan-rekan wartawan untuk ikut membangun Jakarta melalui karya jurnalistik yang informatif, kritis, dan inspiratif”.

Karena itu, katanya, dirinya berharap kepada seluruh insan pers melahirkan karya terbaiknya sebagai bukti bahwa wartawan memiliki kepekaan, kepedulian, dan komitmen dalam mengawal perjalanan Jakarta menuju usia lima abad.

“Mari bersama-sama merawat sejarah dan mengawal masa depan Jakarta, kota yang kita cintai,” tutup Kesit.

DUKUNGAN PEMPROV DAN SPONSOR

Selain dukungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, MHT-PWI Jaya 2026 juga memperoleh dukungan dari berbagai pihak, mitra strategis, dunia usaha, BUMN, serta sponsor. Dukungan tersebut bahkan disebut meningkat dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya.

Tim Juri MHT-PWI Jaya 2026 usai membahas karya wartawan yang masuk (foto : FB Bagus Sudarmanto)

Tim Juri MHT-PWI Jaya 2026 usai membahas karya wartawan yang masuk (foto : FB Bagus Sudarmanto)

Ketua Panitia MHT-Jaya 2026, Arman Suparman, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang ikut mendukung penyelenggaraan MHT tahun ini.

Tahun ini, MHT–PWI Jaya mengangkat tema “Jurnalisme untuk Jakarta: Merawat Sejarah, Mengawal Masa Depan”. Selain kategori utama, panitia juga menghadirkan dua kategori khusus, yakni:

  • * Menyongsong 5 Abad Jakarta, yang mengangkat sejarah, pembangunan, budaya, inovasi, serta masa depan Jakarta.
  • * Literasi Bank Jakarta, yang mengangkat transformasi layanan perbankan daerah, digitalisasi keuangan, QRIS, UMKM, dan peningkatan literasi keuangan masyarakat.

Anugerah Jurnalistik MHT-PWI Jaya 2026 diikuti wartawan media cetak, siber, televisi, radio, serta pewarta foto dari seluruh Indonesia.

Karya yang dilombakan merupakan karya yang telah dipublikasikan pada periode 1 Juni 2025 hingga 31 Mei 2026.

Panitia menetapkan batas akhir pengiriman karya pada 31 Mei 2026 lalu, sedangkan penganugerahan akan dilaksanakan pada Senin 7 September 2026.

LEBIH 900 KARYA WARTAWAN

Menurut Ketua PWI Jaya, Kesit Budi Handoyo, lebih dari 900 karya antusiasme insan pers terhadap MHT-PWI Jaya 2026 yang masuk ke panitia. Baik dalam kategori utama maupun kategori khusus.

“Jumlah tersebut menunjukkan bahwa MHT-PWI Jaya tetap memiliki posisi penting sebagai salah satu ajang apresiasi jurnalistik di Jakarta,” kaya Kesit.

MHT-PWI Jaya ini, katanya, bukan sekadar kompetisi untuk menentukan pemenang. Yang diapresiasi bukan hanya siapa yang menang.

Tetapi juga bagaimana karya-karya jurnalistik mampu merekam, mengkritisi, dan memberikan perspektif terhadap berbagai persoalan dan perkembangan Jakarta.

Menurut Kesit, MHT-PWI Jaya  juga harus menjadi ruang untuk memberikan penghormatan kepada para jurnalis yang bekerja dengan profesionalisme, independensi, dan tanggung jawab.

“Kita ingin MHT-PWI Jaya  2026 menjadi perayaan bagi jurnalisme Jakarta sekaligus penghormatan kepada para jurnalis yang bekerja dengan profesionalisme, independensi, dan tanggung jawab,” katanya.

Ketua PWI Jaya Kesit Budi Handoyo memimpin rapat panitia Anugerah MHT-PWI Jaya 2026 (foto : FB Ferry Ediyanto)

Ketua PWI Jaya Kesit Budi Handoyo memimpin rapat panitia Anugerah MHT-PWI Jaya 2026 (foto : FB Ferry Ediyanto)

7 Kategori utama dipertandingkan: Tajuk Rencana, Foto Jurnalistik, Karya Jurnalistik Teks, TV Terestrial, TV Streaming, Infografis, dan Radio.

Selain kategori utama, tahun ini juga terdapat dua kategori khusus yang memiliki keterkaitan kuat dengan momentum lima abad Jakarta dan pembangunan ekonomi daerah.

Kategori khusus pertama adalah “Menyongsong 5 Abad Jakarta”, yang mengangkat tema sejarah, transformasi, identitas, pembangunan, inovasi, dan berbagai persoalan Jakarta dalam perjalanan menuju usia 500 tahun.

Kategori khusus kedua adalah “Literasi Bank Jakarta”, yang mendorong karya jurnalistik mengenai literasi dan inklusi keuangan, digitalisasi perbankan, serta kontribusi sektor perbankan terhadap penguatan UMKM dan perekonomian Jakarta.

Demikianlah tulisan blog saya kali ini tentang “Anugerah Jurnalistik Mohammad Hoesni Thamrin”, semoga bermanfaat. Terima kasih.

Salam : Nur Terbit

Tulisan blog edisi hari kedua puluh (ke-20) Sabtu 5 September 2026, untuk diikutkan Lomba Blog Hari Kemerdekaan RI ke-81 “Menulis untuk Indonesia, Menginspirasi Negeri”, yang diadakan oleh Wijaya Kusumah (Omjay) – https://www.wijayalabs.com

Video YouTube saat PWI Jaya berbagi di bulan Ramadhan (sumber video : Channel YouTube @NURTERBIT) 👇

Sponsor lomba blog (dok : Ist)

Sponsor lomba blog (dok : Ist)

 

Leave a Comment