Reportase

Perjuangan Menulis di Lomba Blog Hari Proklamasi

Ilustrasi untuk cover medsos saya (foto dok Nur Terbit)
Ilustrasi untuk cover medsos saya (foto dok Nur Terbit)
Written by nurterbit

Bulan Agustus di setiap tahunnya adalah hari bersejarah bagi Indonesia. Masyarakat di negeri bekas jajahan Belanda dan Jepang ini secara rutin memperingati Hari Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. 

Mulai dari perkotaan hingga pelosok desa, semarak dan meriah karena berbagai kegiatan seperti karnaval, upacara bendera, termasuk aneka lomba digelar. Peserta lombanya mulai dari orang tua, bapak-bapak, ibu-ibu, kalangan remaja hingga anak-anak.

Seperti juga di bulan Agustus tahun 2026 ini. Kemeriahan memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ini kembali terlihat di mana-mana. Hal ini terutama di hari-hari menjelang tanggal 17 Agustus.

Yang menariknya lagi, ada kegiatan literasi. Yaitu kita yang senang menulis, nge-blog, diajak untuk ikut “berjuang” menulis di ajang lomba blog melalui Lomba Blog Wijaya Kusumah – Omjay Guru Blogger Indonesia, bertepatan dengan semangat kemerdekaan Republik Indonesia.

“Jangan cuma jadi pembaca. Jangan hanya menjadi penonton. Saatnya menulis, berbagi pengalaman, dan menginspirasi Indonesia!”

Hari ini, 17 Agustus 2026, bertepatan dengan semangat kemerdekaan Republik Indonesia, perjuangan menulis melalui Lomba Blog, tulis Wijaya Kusumah, penggagas lomba blog ini.

Omjay, begitu sapaan guru yang sehari-hari mengajar di Labschool Rawamangun, Jakarta Timur ini memberi semangat kepada para guru, siswa, blogger dan masyarakat umum yang gemar menulis dengan mengajak untuk menuangkan pengalaman dan gagasannya di blog.

“Ini temanya bebas. Ya bebas merdeka menulis, merdeka menginspirasi. Makanya buatlah tulisan terbaikmu. Ceritakan pengalaman, gagasan, praktik baik, kisah inspiratif, atau ide yang ingin kamu bagikan kepada banyak orang,” kata Omjay lagi.

Karena itu, kepada para penulis dari berbagai latarbelakang profesi, pendidikan formal dan tingkatan usia, Omjay mengingatkan agar jangan takut tulisanmu belum sempurna.

Jangan menunggu menjadi penulis hebat untuk mulai menulis. Mulailah menulis, karena penulis hebat juga pernah menjadi pemula.

“Ayo ajak guru, siswa, mahasiswa, penulis, blogger, dan siapa saja yang punya cerita untuk ikut berjuang melalui tulisan,” ajak Omjay.

Berjuang melalui tulisan di mana? Ya melalui Lomba Blog Wijaya Kusumah ini. Karena itu, jika berminat maka angan lupa daftar sebagai peserta lomba blog!

Nah apa yang dikatakan Omjay, memang ada benarnya. Saya sendiri yang berlatarbelakang wartawan, belum tentu mahir dan lancar menulis melalui blog. Kalau menulis berita sih sudah pekerjaan sehari-hari.

Tapi itu dulu. Sekarang saya sudah pensiun dari pekerjaan wartawan sebagai penulis dan peliput berita untuk dimuat di surat kabar. Sekarang era digital. Era internet dimana media cetak juga sudah beralih ke media online.

PRAMUKA JUGA BERULANG TAHUN

Selain negeri Indonesia ini berulang tahun yang ke-81 pada 17 Agustus, ternyata dua hari sebelumnya yakni Sabtu tanggal 15 Agustus 2026 ini,

Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka juga memperingati Hari Pramuka atau ulang tahunnya yang ke-65. Selamat dan Salam Pramuka!

Terkait Hari Pramuka, Kwarnas Gerakan Pramuka yang bermarkas di Gambir, Jakarta Pusat ini, mengingatkan saya kembali bahwa Kwarnas Pramuka pernah mengadakan lomba menulis tingkat nasional untuk wartawan dan umum memperingati HUT ke-51 di era Ketua Kwarnas Prof. DR. H. Azrul Azwar, MPH.

Tema lomba adalah mengenai kegiatan Pramuka. Kebetulan saya juga ikut sebagai peserta lomba untuk kategori wartawan. Saya waktu itu memilih kegiatan Pramuka di dalam Lapas (Lembaga Pemasyarakatan), nama halus dari penjara, di Lapas Cipinang, Jakarta Timur.

Saya mengambil judul “Melongok Kiprah Pramuka dari Balik Jeruji Besi”. Sebuah karya tulis dalam bentuk feature atau tulisan ringan dengan gaya bertutur untuk karya jurnalis yang dimuat di media cetak pada tahun 2011.

Dengan penulisan yang mendalam ini, mengisahkan kegiatan pembinaan kepramukaan bagi para warga binaan atau narapidana di Lembaga Pemasyarakatan.

Latar belakang liputan ini menyoroti bagaimana nilai-nilai Pramuka diajarkan di dalam lingkungan penjara.

Juga sekaligus menjadi sarana pembinaan mental dan kepribadian bagi narapidana sebelum kembali ke masyarakat.

Menulis feature human interest yang kuat memerlukan pengamatan langsung di lapangan, kedalaman empati, serta pemilihan sudut pandang (angle) unik.

Karena itu sesuai pengalaman saya menulis feature, perlu dilakukan riset lapangan yang mendalam. Datang dan saksikan langsung realitas objek tulisan, gali detail kecil yang luput dari pandangan umum.

Selain itu gunakan angle yang humanis dengan mencari sisi emosional atau kontras kehidupan yang menyentuh hati pembaca, misalnya optimisme di tempat yang terbatas.

Setelah itu, diusahakan agar dikuatkan narasi deskriptif. Misalnya dengan menghidupkan suasana dengan deskripsi latar, gerak-gerik, dan dialog yang mengalir layaknya cerita bertutur (storytelling).

Yang juga perlu menjadi perhatian adalah bagaimana menulis obyek tulisan dengan fokus pada transformasi karakter.

Tampilkan perubahan atau proses positif dari subjek yang dibahas agar memberi inspirasi bermakna.

Demikian juga sejarah dari latar belakang obyak yang akan ditulis. Karena obyek yang saya akan tulis adalah Sejarah Pembinaan Pramuka di Lapas Cipinang, maka kegiatan Kepramukaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cipinang menjadi bagian dari program pembinaan kepribadian dan kemandirian warga binaan perlu diungkapkan dalam tulisan.

Pembentukan Pramuka bagi narapidana ini melibatkan warga binaan pilihan—termasuk figur publik atau tokoh tertentu yang menjalani masa tahanan—yang diangkat menjadi penggerak atau pemuka Pramuka di dalam lingkungan lapas.

Begitu pula dengan pembangunan mental moral melalui latihan baris-berbaris, keterampilan, dan wawasan kebangsaan diberikan secara berkala untuk menumbuhkan kedisiplinan serta rasa tanggung jawab moral sebelum mereka kembali ke masyarakat.

MENULIS SECARA MENDALAM

Alhamdulillah dengan cara penulisan yang mendalam mengisahkan kegiatan pembinaan kepramukaan bagi para warga binaan atau narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang, Alhamdulillah saya kemudian berhasil meraih juara selama 2 tahun berturut-turut saat lomba digelar (tahun 2012 dan tahun 2013).

Kedua tulisan saya yang berhasil meraih juara tersebut, sebelum dinilai dewan yuri terlebih dahulu dimuat secara bersambung di surat kabar sore Harian Terbit (Pos Kota Grup), tempat saya bekerja sebagai wartawan ketika itu.

Tulisan saya yang ke-1 berjudul “Melongok Kiprah Pramuka Dari Balik Jeruji Besi”, dimuat edisi tahun 2012. Yakni kegiatan Pramuka warga binaan (narapidana) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cipinang, Jakarta Timur.

Tulisan ke-2 berjudul “Salam Pramuka dari Kepulauan Seribu”, dimuat edisi tahun 2013.

Bercerita kegiatan Pramuka dan perkemahan dari pulau ke pulau di Kepulauan Seribu. Ketika itu masih bagian dari Jakarta Utara, belum jadi kabupaten.

Khusus untuk tulisan “Melongok Kiprah Pramuka Dari Balik Jeruji Besi”, mendapatkan penghargaan sebagai juara 1 tingkat nasional yang diserahkan langsung oleh Ketua Kwarnas Pramuka, Prof. Dr. Azrul Azwar, MPH, di Buperta Cibubur.

Dengan ikut menulis dan menjadi peserta di ajang lomba blog melalui Lomba Blog Wijaya Kusumah – Omjay Guru Blogger Indonesia bertepatan dengan semangat kemerdekaan Republik Indonesia, tentu saja berbeda.

Media tempat menulisnya kali ini, langsung melalui blog. Sesuatu yang meskipun pernah saya geluti menulis sebagai blogger di satu komunitas, tapi hal itu sudah berlangsung lama. Ibaratnya saya menemukan “dunia” baru kembali setelah lama ditinggalkan.

Dengan ucapan bismillah, saya memulai kembali menulis blog di Lomba Blog Wijaya Kusumah ini. Semoga lancar. Salam.

Nur Terbit

Sponsor lomba blog (dok : Istri)

Sponsor lomba blog (dok : Ist)

Leave a Comment