Teks: Undangan acara Anugerah Jurnalistik MHT – PWI Jaya 2026 (dok Nur Terbit)
👆Aiman ketika raih Anugerah Jurnalistik MHT -PWI Jaya (sumber video : Kompas TV)
Anugerah Jurnalistik Mohammad Hoesni Thamrin (MHT – PWI Jaya) kembali digelar untuk ke-52 tahun 2026. Ajang bergengsi bagi wartawan ini diselenggarakan pada Senin 7 September 2026, pukul 15.00 WIB, di Balai Agung, Balai Kota Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Ajang Anugerah Jurnalistik Muhamnad Hoesni Thamrin (MHT) selama ini dari tahun ke tahun adalah hasil kolaborasi Persatuan Wartawan Indonesia DKI Jakarta (PWI Jaya) dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
Antara lain melalui sinergi dengan Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta yang menjadi salah satu mitra utama penyelenggaraan.
Penyelenggaraan MHT – PWI Jaya untuk tahun 2026 kali ini mengusung tema “Jurnalisme untuk Jakarta: Merawat Sejarah, Mengawal Masa Depan”, sejalan dengan momentum Jakarta menuju usia lima abad pada 2027.
Beritanya ada DI SINI.
Tapi adakah yang tahu siapa saja insan pers, jurnalis, atau wartawan anggota PWI yang telah meraih dan menerima Anugerah Jurnalistik Muhamnad Hoesni Thamrin (MHT – PWI Jaya) tahun sebelumnya?
Melalui tulisan di blog kali ini, bermaksud ingin mengembalikan ingatan kita semua khususnya pembaca blog, siapa saja insan pers, jurnalis, atau wartawan anggota PWI yang telah meraih dan menerima penghargaan tersebut.
ANUGERAH JURNALISTIK MHT-PWI JAYA TAHUN 2003
Pada tahun 2003 tepatnya pada 16 September misalnya, seperti dikutip dari Liputan 6.com, ajang Anugerah Jurnalistik MH Thamrin (MHT-PWI Jaya) dihidupkan kembali.
Sejumlah wartawan Ibu Kota menerima Anugerah Jurnalistik MH Thamrin dari PWI Jaya dan Pemprov DKI Jakarta. Penghargaan pers ini sempat vakum selama lima tahun.
Penghargaan itu diberikan kepada para wartawan yang dianggap menginformasikan berbagai aspek pembangunan di Jakarta. Anugerah jurnalistik untuk keempat kalinya ini diserahkan langsung oleh Sutiyoso di Jakarta, Selasa pada 16 September 2003 malam.
Dalam kata sambutan, Gubernur DKI Jakarta ketika itu, Sutiyoso, menjelaskan, penghargaan diberikan kepada para wartawan yang mengkritisi pembangunan Ibu Kota.
Pemberian anugerah ini diharapkan dapat memacu kreativitas para wartawan agar menyajikan karya secara objektif.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pers Atmakusumah Astraatmadja berharap pemberian penghargaan seperti ini dilakukan secara kontinyu.
Dengan kata lain, tak terhenti hanya karena alasan dana cekak.
Asal tahu saja, Anugerah Jurnalistik MH Thamrin sempat vakum selama lima tahun.
Penghargaan bagi insan pers ini diselenggarakan oleh Institut MH Thamrin bekerja sama dengan PWI Jaya dan Pemprov DKI Jakarta.
Karya pers yang dilombakan adalah kategori artikel, editorial, foto, dan kartun.
ANUGERAH JURNALISTIK MHT-PWI JAYA TAHUN 2019
Siapa saja insan pers, jurnalis, atau wartawan anggota PWI yang telah meraih dan menerima penghargaan tersebut?
Misalnya, pada acara pemberian penghargaan Anugerah Jurnalistik MH Thamrin (MHT – PWI Jaya) ke-45 di Gedung Balai Agung, Balai Kota DKI Jakartra, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis 26 September 2019.
Yang beruntung adalah “Republika” meraih tiga penghargaan Anugerah Jurnalistik Muhammad Husni Thamrin ke 45, yang digelar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat dan PWI Jaya.
“Republika” mendapatkan Juara II kategori Pelayanan Publik melalui Mimi Kartika dengan tulisan ‘Ramai-ramai Naik Transportasi Umum”.
Juara 1 kategori Berita Online, dengan tulisan ‘Menata Kata Kota Kita, Upaya Anies Melokalkan Istilah Asing’ dan Juara 1 kategori Tajuk Rencana dengan tulisan ‘Bermula dari MRT’.
Wakil Pemimpin Redaksi Republika, Nur Hasan Murtiaji menyampaikan terima kasih kepada semua pihak atas raihan penghargaan Anugerah Jurnalistik MH Thamrin ke-45.
Penghargaan ini merupakan bentuk kepercayaan publik kepada Republika atas kinerja jurnalistiknya.
“Sekaligus ini menjadi bukti bahwa wartawan Republika bekerja dengan menerapkan prinsip dan etika jurnalistik yang ketat,” kata Hasan, Kamis.
Pemberian Anugerah ini diharapkan melecut semangat tim redaksi untuk terus menghasilkan karya jurnalistik yang berstandar tinggi.
Bukan demi mengejar capaian penghargaan serupa, melainkan memang didedikasikan agar pembaca mendapatkan bahan bacaan dan informasi yang berkualitas baik.
“Kami menyadari, di era digital yang bertebaran informasi palsu maupun bohong, media arus utama punya peran besar dalam menganalisasikan pembaca agar mereka mendapatkan berita yang berkualitas baik, menginspirasi, dan mencerahkan,” kata Hasan.
Gubernur DKI Jakarta ketika itu, Anies Rasyid Baswedan, mengapresiasi semua karya jurnalistik. Anies menyebut, semua hal terkait Jakarta berpotensi menjadi berita besar, mulai dari batu sampai bambu.
Namun, Anies tak mempersoalkan hal itu karena itu cerminan permasalahan yg ada di Jakarta dan sudut pandang persoalan yang ada di Jakarta.
Anies justeru memberi catatan, seharusnya produk-produk jurnalistik apa pun bentuknya mengangkat hal-hal yang substansial.
“Karena tidak selamanya yang menjadi percakapan di publik adalah hal yang substansial, di sisi lain sering hal yang substansial itu justru tidak menjadi percakapan publik,” kata Anies.
Karena itu, Anies berharap, lewat karya-karya jurnalistik, terutama hasil ajang penghargaan Anugerah Jurnalistik MH Thamrin ini hal-hal substansial yang dirasakan masyarakat bisa diangkat dalam karya-karya jurnalistik.
Anies berpesan, agar para jurnalis mencontoh semangat sosok Muhammad Hoesni Thamrin yang memperjuangkan nasib masyarakat kecil.
Karena semua karya jurnalistik yang mendapat penghargaan ini, lanjut dia, merupakan cerminan atas berbagai masalah di Jakarta dan sudut pandang dalam melihat ibu kota ini.
Ajang Anugerah Jurnalistik MH Thamrin merupakan penghargaan bergengsi yang diberikan kepada insan pers yang menghasilkan karya jurnalistik terbaik sejak era Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin pada tahun 1974.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta menyelenggarakan kegiatan ini untuk dapat menampung karya jurnalistik yang bersifat membangun dan kritis terhadap hasil pembangunan yang telah dilaksanakan.
Ajang ini juga sebagai sarana bagi jurnalis untuk menampilkan hasil karya jurnalistiknya sekaligus mendapatkan apresiasi atas hasil karyanya tersebut.
Jumlah karya Jurnalistik yang masuk ke panitia melalui surat elektronik, via pos, maupun pencarian para dewan juri hingga batas waktu yang ditentukan mencapai lebih dari 200 karya.
Keseluruhan karya telah dinilai oleh panel dewan juri yang merupakan wartawan senior berpengalaman dari PWI Jaya, hingga diperoleh seorang pemenang dan 2 (dua) nomine dari masing-masing kategori.
Kecuali untuk kategori Radio diberikan penghargaan ekshibisi tahun ini.
Setiap pemenang Lomba Jurnalisitk Anugerah MH Thamrin mendapatkan piala dan sertifikat penghargaan.
Selain itu, juara 1 untuk masing-masing kategori menerima hadiah berupa 1 (satu) unit sepeda motor.
Seluruh hasil karya para pemenang juga dimuat dalam sebuah Buku MHT 2019.
MH THAMRIN AWARD 2024
Pada penyelenggaraan 28 Agustus tahun 2024, Ketua Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat berharap MH Thamrin Award (belum disebut Anugerah Jurnalistik Mohammad Hoesni Thamrin) jadi tonggak sejarah jurnalistik.
“Selamat kepada para pemenang. Saya senang berada di acara ini, sebuah kegiatan yang sangat konstruktif. Saya ikuti setiap acara anugerah MHT Award”.
“Luar biasa kolaborasi PWI DKI Jakarta dengan Pemprov DKI Jakarta ini,” kata Zulmansyah Sekedang (almarhum), Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat saat itu.
Anugerah Jurnalistik MH Thamrin Award adalah kolaborasi tahunan PWI Jaya dengan Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistika (Diskominfotik) Pemprov DKI Jakarta.
Diskominfotik Pemprov DKI Jakarta memberi hadiah utama masing-masing Rp15 juta kepada pemenang utama setiap kategori.
Sementara, untuk dua nominee dari tujuh kategori, masing-masing mendapatkan Rp2,5 juta dari PWI Jaya.
Saat proses pengumpulan naskah lomba yang dilakukan setahun sebelumnya (2023) itu, total peserta MH Thamrin Award mencapai rekor hingga lebih dari 700 peserta sejak 31 Mei 2023 hingga 1 Juni 2024.
Dari sekitar 700 karya jurnalistik yang terjaring, setelah beberapa kali tahapan seleksi, tersaring 21 nominee yang terbagi dalam tujuh kategori berbeda.
Anugerah Jurnalistik MH Thamrin 2024 juga menjadi lebih istimewa karena merupakan pemberian penghargaan bagi insan media Ibu Kota yang ke-50, menjadikannya tonggak sejarah dalam dunia jurnalistik Indonesia.
Ketua PWI Jaya Kesit Budi Handoyo mengungkapkan rasa bangga atas suksesnya penyelenggaraan MHT Award ke-50 tahun ini.
“Kami sangat senang dengan antusiasme yang ditunjukkan oleh rekan-rekan media. Gelaran ini menunjukkan betapa pentingnya apresiasi terhadap karya jurnalistik yang berkualitas,” ujar Kesit.

Ketua PWI Jaya Kesit Budi Handoyo audensi dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bahas MHT-PWI Jaya 2026 (foto : Ferry Edyanto)
Panitia pelaksana MH Thamrin Awards 2024 juga berencana meningkatkan jumlah hadiah uang sebagai bentuk apresiasi lebih besar kepada para pemenang.
MH Thamrin Awards tidak hanya menjadi ajang penghargaan, tetapi juga motivasi bagi para jurnalis untuk terus berkarya dan berinovasi.
Selain itu, penghargaan ini juga diharapkan dapat terus menjadi inspirasi bagi jurnalis di seluruh Indonesia untuk terus meningkatkan kualitas dan integritas dalam bekerja.
Turut hadir dalam acara puncak penghargaan MH Thamrin Award Anggota Dewan Pers Tri Agung Kristianto, Ketua Dewan Penasihat PWI Pusat Ilham Bintang, serta jajaran Pengurus PWI Pusat.
PARA PENERIMA ANUGERAH MHT-PWI JAYA DARI TAHUN KE TAHUN
Seperti dijelaskan pada tulisan sebelumnya, Anugerah Jurnalistik Mohammad Hoesni (MH) Thamrin diberikan kepada banyak jurnalis dan media setiap tahunnya oleh PWI Jaya dan Pemprov DKI Jakarta. Beritanya ada DI SINI.
Pada penyelenggaraan Anugerah Jurnalistik MH Thamrin ke-51 Tahun 2025 misalnya, beberapa penerima penghargaan kategori utama meliputi:
1. Kompas.id: Memenangkan kategori Teks (lewat laporan investigasi “Sindikat Penipu Lowongan Kerja Beroperasi bagai Gurita”) dan kategori Tajuk Rencana (“Jakarta Perangi Premanisme”).
2. iNews.id: Meraih penghargaan untuk kategori Karya Jurnalistik Infografis.
3. RRI Jakarta: Meraih kategori Radio lewat karya feature “Pulau Untuk Sang Elang, Pahlawan Teluk Jakarta”.
4. Tempo: Memenangkan kategori Video Streaming lewat program Putar Balik berjudul “Preman-Preman Jakarta”.
Berikut adalah gambaran Anugerah Jurnalistik Mohammad Hoesni Thamrin (MHT Awards). Sebagian dari penerima penghargaan dari tahun ke tahun pada beberapa penyelenggaraan terakhir:
Tahun 2025 (Ke-51). Kategori Infografis: Diraih oleh iNews.id.
Tahun 2024. Kategori Jurnalistik Teks: Alfian Risfil (RRI.co.id) dengan karya “Kala Ondel-Ondel Jadi Tumbal di Sudut Gemerlap Jakarta”.
Kategori Jurnalistik Foto: Ahmad Tri Hawaari (Poskota.co.id) dengan karya “Pemanfaatan Lahan Air Jadi Sawah Apung dan Mempercantik Waduk di Jakarta Timur”.
Tahun 2023 (Ke-49). Kategori Televisi/Streaming: CNBC Indonesia melalui karya bertajuk “Jakarta macet ekonomi susut”.
Tahun 2021 (Ke-47). Kategori Tajuk Rencana/Fokus: Media Indonesia melalui liputan komprehensif mengenai reklamasi Teluk Jakarta.
Tahun 2019 (Ke-45). Kategori Umum/Media Tulis: Diraih oleh Republika (salah satunya diwakili oleh jurnalis Mimi Kartika) yang memborong tiga penghargaan sekaligus.
Demikian tulisan di blog saya kali ini, bermaksud ingin mengembalikan ingatan kita semua khususnya pembaca blog, siapa saja insan pers, jurnalis, atau wartawan anggota PWI yang telah meraih dan menerima penghargaan tersebut. Semoga bermanfaat.
Salam : Nur Terbit
* Tulisan hari kedua puluh satu (ke-21) edisi Minggu 6 September 2026 untuk Lomba Blog Hari Kemerdekaan RI ke-81 “Menulis untuk Indonesia, Menginspirasi Negeri”, yang diadakan Wijaya Kusumah (Omjay) – https://www.wijalalabs.com






