Sosok

Pagi Jadi Wartawan, Sore Kuliah S2-S3

Foto Boomerang Bareng Menlu
Menlu Retno Marsudi bersama para tamu blogger dan awak media (foto dok Nur Terbit)
Written by nurterbit

*KETIKA WARTAWAN ANGGOTA PWI JAYA NEKAT KULIAH S2 – S3 🥱*

Barusan saya Nur Terbit — lengkapnya Nur Aliem Halvaima, SH. MH (mantan wartawan Harian Terbit, Pos Kota Grup) komunikasi via telpon dengan Pak Upa Labuhari, mantan wartawan senior surat kabar sore “Sinar Harapan” dan “Suara Pembaruan”.

Kami berdua kebetulan sama-sama “mantan” pekerja pers alias wartawan, jurnalistik, kuli tinta di era surat kabar. Sama-sama pernah di surat kabar sore, yang kini merangkap jadi pengacara sejak tahun 2009 dari organisasi profesi Kongres Advokat Indonesia (KAI).

Bersama Upa Labuhari, wartawan senior dan pengacara, tak pernah berhenti belajar (foto dok Nur Terbit)

Bersama Upa Labuhari, wartawan senior dan pengacara, tak pernah berhenti belajar (foto dok Nur Terbit)

Pak Upa, demikian sapaan akrabnya, adalah alumni S1 & S2 IBLAM hasil kerjasama Persatuan Wartawan Indonesia Provinsi DKI Jakarta (PWI JAYA), sedang saya S1 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) — sekarang Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, pindahan dari UIN Alauddin Makassar, lanjut S2 Hukum Universitas Islam Jakarta (UIJ), juga masih kerja sama dengan PWI JAYA.

Pak Upa mau mengajak saya untuk kuliah S3 program doktor bidang hukum. Saat mengobrol itulah saya bilang:

“Apa kuliah S3 kali ini masih kerja sama PWI Jaya dengan kampus yang buka program S3?”.

Dia ketawa. Sebab dia tau bagaimana pengalaman saya waktu saya ikut program S2 Hukum di UIJ kerjasama PWI Jaya.

Hebatnya perkuliahan S2 ini. Sebab dari sekitar 80-an wartawan anggota PWI Jaya Se Jabodetabek yang ikut kuliah perdana S2, hanya saya sendirian yang berhasil sampai ke meja ujian/wisuda S2. Yang 80-an sisanya itu, gugur di perjalanan 🥱

Saat ujian S2 di UIJ itulah, Profesor  penguji saya bertanya. “Bapak koq baru kelihatan ikut kuliah? mahasiswa S2 dari kelas mana?”

Saya jawab, “dari kelas PWI JAYA Prof, ” kata saya. Profesornya kaget.

“Bukannya S2 kelas PWI Jaya sudah bubar, koq masih ada satu orang mahasiswanya tertinggal?,” katanya.

“Iya Prof, dari pada kuliah S2 saya berantakan, DO, macet di perjalanan, makanya saya gabung saja di kampus utama ini. Tokh pembayaran kuliah saya selama ini tidak pernah menunggak?”. Ciiieeh….(padahal dicicil, maklum kuliah sambil merangkap wartawan yang sibuk cari berita) 😀

Alhamdulillah, Desember 2015 silam (tidak berselang setelah saya juga disumpah di PT Bandung Jabar sebagai pengacara), saya akhirnya berhasil juga menyelesaikan program S2 Hukum saya di UIJ — kelas wartawan PWI Jaya satu-satunya pula yang diwisuda — dengan penuh perjuangan, doa dan air mata 😭🥱🙏😀

*NurTerbit

Leave a Comment