“Asyik Bang Nur Terbit weekend bisa liburan sambil kerja”.
Itu sapaan dari Mbak Astri Damayanti, teman facebooker di pagi hari, begitu melihat status saya di akun sosial media yang banyak digunakan sebagaian besar orang belakangan ini.
Ya, itulah hebatnya sosial media. Bahkan sambil bekerja keluar kota, atau saat berekreasi ke salah satu destinasi wisata di luar kota, rasanya kurang lengkap tanpa ditemani perangkat IT untuk bisa berhubungan dengan sosial media.
Itu pula yang terjadi saat saya bersama teman blogger dari Jakarta, berkunjung ke Jalan Setia Budi 112, Bandung, Jumat (18/12-2015).
Selama dua jam di Kudo Indonesia Bandung ini, saya tenggelam bersama komunitas blogger sambil berbagi pengalaman di #KelasBlogger ke-3. Materi yang dibahas adalah “Menulis Reportase ala Blog” yang dipandu Dr Rulli Nasrullah MSi (Kang Arul) dan “Meliput ala Blogger” oleh Mas Udin alias Syaifuddin Sayuti.
Berwisata sambil berbagi pengalaman menulis blog, juga saya nikmati saat pagi hari di Paviliun Sunda, Jl Riau, Bandung, menemani Kang Arul mengisi acara seminar “Masa Depan Public Relations Digital” dengan mahasiswa Program Studi Hubungan Masyarakat Politeknik LP3I Bandung.

Mas Udin (Syaifuddin Sayuti) sedang memaparkan rahasia sukses menulis reportase gaya blogger (foto : Nur Terbit)
Rahasia Nge-blog
Selama dua hari di “Kota Kembang” Bandung, saya akhirnya dapat tambahan ilmu. Setidaknya ilmu nge-blog di tengah liburan wisata di Bandung dari dua narasumber di atas, Kang Arul dan Mas Udin.
Dari Kang Arul misalnya, penikmat jengkol ini membuka rahasia yang tersembunyi bagaimana ia sukses sebagai blogger, selain profesi utamanya sebagai dosen di sejumlah perguruan tinggi di Jakarta, Bandung, dan sekitarnya.
Secara sederhana, Kang Arul menyampaikan bahwa jangan sampai menjadi blogger yang tidak percaya diri. Menjadi blogger yang remahan rengginang yang dimaksudkan sebagai blogger yang merasa dirinya tidak bisa bersaing dengan blogger lain.
Juga, sebagai blogger harus profesional. Salah satunya dengan tahu bagaimana menulis blog sesuai dengan “keinginan” brand. Apakah model tulisannya bersifat kehumasan, pemasaran, atau periklanan.
“hargai klien atau brand. Dan yang paling penting adalah hargai blog dan hargai profesi blogger,” itu kata Kang Arul.
Seorang blogger ibu-ibu yang sudah lanjut usia, sempat bertanya kepada Kang Arul bagaimana caranya bisa membeli dan menulis ratusan judul buku. Apa resep dan cara menambah vitamin untuk mempertahankan stamina dalam menulis.

Narsis dulu di depan kantor Kudo Indonesia Cabang Bandung, sebelum pemaparan rahasia sukses menulis blog dan buku serta reportase gaya blogger (foto : Dok Nur Terbit)
Di bagian lain, sang dosen galau ini buka rahasia, “saya selalu ingin membaca blog yang isinya unik-unik, aneh-aneh. Kalau blog yang isinya tulisan serius justeru saya tidak suka. Nah ini salah satu kekuatan dari sebuah blog”.
Point-point yang lain, adalah blogger jangan mencoba menawar ke pengelola hotel untuk menggunakan jasa blogger menulis promosi hotel. Sedang kepada yang ingin menjadi penulis buku, disarankan agar selalu memanusiakan editor di penerbitan buku. Alasannya, sebab itu adalah salah satu kunci sukses seorang penulis, termasuk blogger, memasuki dunia penulisan buku.
Ada berbagai jenis teknik penulisan di sosial media yang sekarang lagi trend. Antara lain menulis untuk tujuan social media public relations, social media marketing, juga ada penulisan blog untuk social advertising.
Dari trend inilah, sebuah brand (perusahaan) sekarang lebih suka memilih blogger yang tulus menulis tanpa pamrih karena dianggap bisa menaikkan citra perusahaan dan produk. Bukan blogger yang mengumbar ulasan produk yang berlebihan.
Hal ini karena sebuah blog adalah sekaligus jurnal Anda sehari-hari. Karena itu, blog perlu diselingi dengan tulisan aktivitas, Jadi jangan juga semua brand berada dalam satu halaman atau di satu beranda blog.
“Harus diingat, dulu hingga sekarang yang namanya blogger itu laris-manis. Tapi jangan kaget, mulai tahun 2016 brand akan memilih-milih blogger. Anda termasukkah di dalamnya?
Sebelum keduluan narsis, saya narsis duluan di depan kantor Kudo Indonesia Bandung (foto : Nur Terbit)
Selain itu, untuk menjadi seorang blogger yang baik dan melahirkan tulisan yang layak serta menarik bagi brand, disarankan agar:
# Menulislah di blog dengan topik yang lagi ngetrend dan menjadi tranding topic. Saat ini blog yang lagi laris karena berisi artikel bertema bisnis, teknologi, dan kuliner.
# Menulislah dengan santai di blog, tidak perlu mengumbar nama brand yang mengundang dan nama produknya.
# Tulisan di blog tidak perlu panjang, kecuali mau diikutkan untuk lomba blog. Cukup 8 pragraf itu sudah termasuk banyak, satu pragraf cukup sekitar 4 baris saja. Eh, tulisan di blog ini sudah memenuhi syarat gak sih Kang Arul? Hehehe….
# Jika mereview produk jangan lupa tulis backlink biar brand jadi tertarik dan berharap suatu saat mereka akan mengundang si blogger penulisnya.
Jadi disarankan, jangan takut kehabisan ide dalam menulis di blog. Alasannya, menulis di blog dan bisa dipantau serta dibaca melalui handphone, yakinlah pasti akan dibaca. Alasan yang lain bahwa di Indonesia ini sudah lebih banyak smartphone (HP) dari pada jumpah penduduknya sendiri.
Bagi yang berminat menulis buku, selama ini tidak ada tema tulisan di dunia ini yang belum ditulis orang lain. Hanya dipoles dan ditulis dari berbagai sudut pandang.
Sedang menurut Syaifuddin Sayuti yang membawakan materi “Meliput ala Blogger”, bahwamenulis reportase itu tidak selalu harus direncanakan. Kadang-kadang di lokasi ketemu sesuatu yang tidak terduga.
“Jadi reportase yang ditulis itu harus unik, meski dalam satu obyek peristiwa diliput oleh ratusan wartawan. Jadi biarin orang menyepelekan blogger, tapi saya sebagai blogger merasa bangga karena Presiden Jokowi sudah mengundang ke istana untuk makan siang,” kata Syaifuddin yang memiliki web di www.syaifuddin.com ini.
Di dunia jurnalis, kata Mas Udin, meliput ini ada kaedahnya dengan 5 W dan 1 H. Unsur-unsur ini menjadi penting dipakai juga oleh blogger. Yang penting tulisan di blog itu harus beda dengan blog lain. Apalagi jika meliput sebuah acara yang didatangi oleh banyak blogger, maka haruslah punya cara pandang yang beda dengan lainnya.
Dari pihak Kudo Indonesia, diwakili oleh Hendra sebagai Bussines Development Kudo Indonesia. Menurut Hendra, kehadiran Kudo Indonesia sebagai jawaban atas trend masyarakat Indonesia yang belum terbiasa berbelanja online. Kudo mencoba menjembatani masyarakat yang belum terbiasa dengan belanja online.
Hal ini karena banyak kekhawatiran selama ini dengan belanja online, misalnya apakah barangnya akan sampai dan juga uang yang ditransfer akan diterima atau tidak. (Nur Terbit)
tips-tipsnya siap di-action-kan buat bekal di TWC5
Siap pak Yusron, semoga kita diberi umur panjang dan nikmat kesehatan hingga bisa bertemu di TWC5. Amin…..salam
Makasih untuk ilmu barunya bang. Ah… kapan lagi ada seminar di Makassar.
Sama-sama mas Arif….Insya Allah kalau ada kesempatan, kita ajak teman2 bloger Jakarta ke Makassar. Salam…
buset, kelas blogger udah edisi tiga aja, saya belom gabung, jadi penasaran pak 🙂
eh itu foto kang arul serius banget? hi hi hi
nambahin yang ini pak “# Menulislah di blog dengan topik yang lagi ngetrend dan menjadi tranding topic. Saat ini blog yang lagi laris karena berisi artikel bertema bisnis, teknologi, dan kuliner.”
saya sendiri senang tulisan ficer (feature) soalnya lebih timeless, jadi biar nulis sekarang, pada 2016 atau 2017 masih relevan
itu terlepas dari niche blog saya yang gado2 he he he
Betul mas Choirul, makanya gabunglah di #Kelas Blogger. Saya juga setuju kalau tulisan feature itu memang tidak basi, apalagi disampaikan dengan gaya bertutur dan memilih topik yang sifatnya bisa relevan dengan situasi yang ada. Terima kasih sudah mampir. Salam…
Salah satu yang suka dari blogger bisa menghasilkan tulisan-tulisan yang lagi diikuti/sudah diikuti. Sehingga bagi saya yang berada di luar kota/luar daerah bisa mengikuti serta mendapatkan ilmu dari itu.
Syukurlah…karena blog itu pada intinya adalah agenda atau jurnal dari pemilik blog, ia bisa mereportase peristiwa dan melaporkannya kepada pembaca blognya. Terima kasih Bung Sandi sudah mampir dan memberi komentar…salam
Wah ilmu bagus ini, terima kasih telah berbagi.
Terima kasih, saya juga senang dikunjungi lapak saya….
Luar biasa… apalagi nulis sambil makan kepiting
Hahaha….. betul, sambal untuk kepiting bumbu hitamnya luar biasa, sama luar biasanya yang memberi materi di #Kelas Blogger hehehe……kapan2 kalau ke Bandung mau mampir lagi ah….
Wah menarik nih tips2nya … Pengen kapan2 ikutan kelas blogger-nya nih utk tambah ilmu 🙂
Ayo bung Timothy bergabung…..terima kasih sudah mampir di sini, salam…
ijin mencatet ilmu ilmu/poin poin penting didalamnya.
tips kang arul lebih saya catet lebih banyak dari yg lain. tetap semangat
Tafaddal ya akhi Mukhofas…… syukron sudah mampir di lapak saya, senang rasanya bisa berbagi dengan Antum melalui ilmu yang ditebar oleh Kang Arul….salam
Setuju banget sama kang Arul, jadi blogger itu harus percaya diri dan profesional.
@TandaPagar, setuju…. terima kasih, salam kenal
Baru saja saya membaca tulisan “Rahasia Sukses Menulis Blog dan Menerbitkan Buku”
Meski saya punya blog sejak 2014, tetapi baru sekali atau dua kali seminggu sempat mengisi hingga saat ini.
Blog ini mungkin belum ada yang tahu apalagi membaca isinya. Pertanyaannya, bagaimana caranya agar blog saya itu dikenal dan dibaca orang-orang atau pemilik perusahaan.
Atas jawaban dan perhatiannya, sya ucapkan terima.
Wah berat nih pertanyaannya mas @Syahrfir Hakim, soalnya saya juga baru belajar……hehehe, terima kasih sudah mampir
Yang penting konsisten dalam menulis artikel. karena kebanyakan blooger jarang posting artikelnya karena kesibukan dan hal yang lainya.
Setuju mas Andhika…
Blogger seperti yang Anda maksud memang banyak. Di Jakarta diistilahkan dengan “blogger pingsan” atau “blogger muallaf” hehehe……
Terima kasih sudah mampir di sini, salam kenal…
Ilmunya bermanfaat kang, minta izin buat dicatat ya 😀
@Syahid Ulhaq, silahkan…semoga tulisan reportase ini memberi inspirasi, terima kasih sudah mampir, salam….
Dipersilahkan…..tks sudah mampir