Reportase

2 Hari Berburu Kuliner di Senayan Jakarta

Para pemburu kuliner di Parkir Timur Senayan, narsis dulu sebelum bertugas (foto : dok Nur Terbit)
Para pemburu kuliner di Parkir Timur Senayan, narsis dulu sebelum bertugas (foto : dok Nur Terbit)
Written by nurterbit

BERBURU kuliner memang mengasyikkan. Apalagi kalau tidak perlu repot membayar. Tapi cukup melalui uang plastik alias kartu khusus produk bank.

Gratis? Emang masih ada yang gratis di dunia ini? Teman saya bilang, semua harus pakai uang. Buang air kecil hingga besar saja harus bayar. Hanya kentut (maaf) saja yang gratis. Lihat saja toilet di terminal bus, buang air kecil dan besar harus bayar.

Itulah pengalaman saya berburu kuliner di acara Mandiri Karnaval 2015 di Parkir Timur Senayan Jakarta. Acara ini digelar Bank Mandiri selama dua hari, 24 dan 25 Oktober 2015. Kegiatan ini mampu menyedot animo ribuan warga Jakarta. Untuk kegiatan pra karnaval, bisa dibaca DI SINI

Alhamdulillah saya dan 16 orang Netizen — pewarta warga, terpilih sebagai Socmed Agent untuk Bank Mandiri yang dikoordinir oleh komunitas Blogdetik. Tugasnya  meramaikan sekaligus meliput melalui laporan yang dibagi di sosial media. Hasil liputan gaya laporan warga tersebut baik berupa tulisan di blog, foto selfie di Instagram, Path, unggah video maupun status di Twitter yang berhubungan dengan  perayaan HUT Bank Mandiri ke-17.

Sejumlah menu berbagai kuliner digelar antara lain Sosis bakar, sate Padang, Kebab, minuman Thailand, Teh Susu, Nasi Bakar, nasi goreng Kebon Sirih, Pempek Lily, es sekoteng Pa Oyen. Semua ini terangkum dalam angka 17 sesuai usia Bank Mandiri. Jadi serba “tujuh belas” tepatnya 17 kuliner, 17 food truck, 17 performer terkenal serta tentu saja 17 socmed agent yang jadi pewarta warga tersebut.

Selama acara berlangsung, memang sangat kental dengan festival kuliner. Banyak pengunjung yang sengaja hadir untuk berkuliner-ria.

IMG_20151025_170935

Cucu kecilku ikut bergabung bersama penonton pagelaran musik di depan panggung (foto; Nur Terbit)

Hari pertama, kami langsung menyerbu tenda-tenda penjual kuliner. Hari kedua barulah Saya datang bersama istri, anak,  mantu dan cucu. Kami menikmati berbagai sajian kuliner. Anak mantu sengaja memilih jajanan kesukaannya antara lain sosis bakar, sate Padang, Kebab, minuman Thailand, Teh Susu dan Nasi Bakar. Kuliner lokal lain yang juga diserbu pengunjung adalah rendang Opung.

Kuliner internasional juga terlihat ikut meramaikan festival kuliner ini. Antara lain Loco Mama gaya masakan Mexico, Sahara khas kuliner Timur Tengah, juga makanan ala koboy yakni yang disajikan oleh Jakarta Food Truck.

Lapangan Parkir Timur Senayan pun kemudian disulap layaknya sebuah ajang karnaval. Memasuki gerbang utama Mandiri Karnaval ini, mengingatkan saya saat bersama keluarga beriwisata ke Pasar Seni Ancol, Jakarta Utara. Selepas pintu gerbang, pengunjung disambut oleh puluhan payung aneka warna. Sejumlah badut pun ikut berbaur dengan pengunjung sambil foto bersama.

Kebetulan saya membawa cucu, makanya tentu saja kami tidak melewatkan arena bermain bagi anak balita. Bagi yang membawa anak kecil, memang disiapkan arena children playground, mini bowling hingga mini golf yang bisa dicoba. Ada juga face painting. Mereka memposting foto diri atau rombongan ke akun Instagram masing-masing kemudian dicetak di mesin khusus. Maka jadilah foto selfie yang seru.

IMG_20151025_184404

Penampilan Nidji dilihat dari bawah tenda penonton sambil menikmati berbagai kuliner (foto : Nur Terbit)

Panggung Musik

Selain kuliner, juga disiapkan panggung besar untuk tempat manggung para musisi dan kelompok musik papan atas. Di hari pertama misalnya, tampil NTRL, Slank, Maliq & D’Essentials, Noah.

IMG_20151024_165945_AO_HDR

Grup musik Slank sedang menghibur penonton (foto: Nur Terbit)

Saya sempat mencatat beberapa aksi panggung mereka. Kelompok musik binaan Bunda Ifet yang dikenal dengan nama Slank ini, tampil dengan lagu-lagunya yang sudah sangat akrab dengan telinga pendengarnya. Antara lain “I need U but I Hate U”, “Kamu Harus Pulang”, dan “Maju Tak Gentar”.

Sementara Maliq & D’Essentials menyanyikan “Setapak Sriwedari”, “Semesta”, “Dia”. Tak ketinggalan Ariel Peterpen yang sudah berganti nama Ariel Noah ini, menutup acara hiburan hari pertama dengan lagu-lagunya. Antara lain lagu “Seperti Kemarin” dan “Separuh Aku.”

IMG_20151025_173857

Menonton artis manggung melalui layar monitor raksasa (foto: Nur Terbit)

Kelompok band kocak Teamlo, juga Adera serta Titik Puspa, mendapat giliran tampil di panggung utama untuk hari kedua. Kemudian dilanjutkan penampilan Teza Sumendra yang dikenal sebagai produk Indonesian Idol sambil mengajak penonton nge-dance.

Tak ketinggalan Giring bersama gangnya dari grup Nidji, menghadirkan lagu Laskar Pelangi. Menjelang larut malam, Sheila on 7, kelompok band asal Yogyakarta ini menutup penampilan hiburan band papan atas ini di malam terakhir Mandiri Karnaval ini.

IMG_20151025_170752

Ini dia ke-17 blogger yang bertugas sebagai Socmed Agent meliput acara Mandiri Karnaval 2015 (foto: dok Nur Terbit)

Lari Marathon

Pada Minggu pagi 25 Oktober 2015, juga digelar lomba lari Mandiri Jakarta Marathon 2015. Start dan finish di Lapangan Monas, Jakarta diikuti ribuan pelari dari berbagai negara. Lomba lari dibagi 4 kategori yakni 5K, 10L, Half Marathon serta Full Marathon. Selain itu ada pula Maratoonz (Childrens sprint) lomba lari khusus anak-anak.

Untuk Full Marathon dengan jarak tempuh 42,195 KM, start akan dimulai pukul 05.00 WIB. Half Marathon dengan jarak tempuh 21 KM, dimulai pukul 05.10 WIB. Untuk 10K dengan jarak tempuh 10 KM, dimulai pukul 05.20 WIB.

Sementara 5K dengan jarak tempuh 5 KM, dimulai pukul 05.30 WIB. Sedangkan Maratoonz (Children’s Sprint), dimulai pukul 08.00 WIB.
Jumat, 23/10/2015 13:51 WIB

Dengan digelarnya lari marathon ini, sejumlah ruas jalan ditutup selama Jakarta Marathon 2015 berlangsung. Penutupan ruas jalan mulai dilakukan sejak pukul 00.00 WIB, Minggu (25/10). Beberapa ruas jalan ditutup sampai pukul 09.30 WIB, sebagian lagi sampai pukul 12.00 WIB.

Beberapa gerbang tol dari Dalam Kota sebagian ditutup mulai pukul 05.00-12.00 WIB: Selain itu, jalur TransJakarta di 9 koridor yang melintasi area lomba marathon tidak beroperasi sementara sampai pukul 12.00 WIB.

Akhirnya reportase ini saya tutup dengan harapan semoga Mandiri Karnaval 2016 berikutnya akan lebih semarak, dan ….. ya kami para Nitizen ini diundang lagi. Sukses buat Bank Mandiri, selamat berulang tahun ke-17. Salam…

Tulisan terkait :

https://nurterbit.com/2015/10/wisata-kuliner-sambil-menikmati-musik-di-mandiri-karnaval/

6 Comments

Tinggalkan Balasan ke syaifuddin sayuti X