Reportase

Asyiknya Mudik Dengan Kapal Laut

Narsis di anjungan kapal laut KM Tidar (foto dok pribadi)
Narsis di anjungan kapal laut KM Tidar (foto dok pribadi)
Written by nurterbit

Sebelum memulai melakukan perjalanan ala backpacker lokal ini — pulang mudik ke Makassar dengan kapal laut — sempat bingung memutuskan menggunakan moda transportasi apa nantinya. Pesawat udara atau kapal laut? Memang hanya ada dua sarana transport ini yang ada dan memungkinkan untuk ke Kota Daeng, Sulawesi Selatan yang menjadi ibukota Indonesia Timur ini. Adapun bus atau kereta api melalui darat, tentu mustahil.

Akhirnya iseng saya membuat status di facebok: BULAN MADU DI KAPAL LAUT. Banyak teman facebooker yang memberi like. Sementara dengan status yang berkaitan dengan mudik lebaran, saya juga menulis dengan judul: “Enak mana ya? mudik lebaran lebih awal, atau mudik terakhir pas malam takbiran (H-1)?? ‪#‎OrangKampung ‪#‎NasibPerantau mendapat 11 like dan 11 komentar.

Satu teman, Arif Rahman memberi komentar : “Mudik di awal enaknya gak berdesak-desakan, tapi itu kalau naik kapal, kereta, atau kena macet bagi yang menggunakan kendaraan pribadi (wilayah jawa & sumatra). Sedangkan di akhir serunya karena ramai, tapi kalau gak di rencanakan jauh-jauh hari bisa-bisa mudiknya harus nunggu setelah hari raya. Pengalaman..”

Teman lainnya, Syamsuri AR berkomentar: “Enaknya H-3 biar bisa mengikuti suasana puasa di kampung, mulai dari sahur hingga solat Tarwih..pasti seru”. Bahkan mereka yang mudik tidak jauh dari Jakarta, tidak ketinggalan meninggalkan komentar. Topik Irawan: “Karena kampung ane di Kuningan Jabar,mepet ke malam takbiran aja, Bang Nur smile emotikon”.

Akhirnya memang banyak pengalaman berkesan yang tersisa. Seperti pengakuan Arif Rahman: “Saya pernah lebaran di atas kapal laut Tg Priok-Makassar karena kapal terlambat sehari berangkat. Selain pesawat, kapal juga delay hehe…”
Itu mungkin sebabnya, Pak Thamrin Dahlan beralasan : “Mudik lebaran lebih awal lebih enak bang Nur, bisa merasakan kenikmatan luarbiasa sensasi buka puasa dan sahur di kampong halaman”.

Atau komentar sahabat Tarmizi Beyk dari Aceh : “enak lebih awal lah…pas lebaran di Jakarta aja,,,,bisa ngumpul saweran banyak-banyak,,,he,he”. Juga Rini Gunawan : “Om mudik di akhir aja spy tante sm om lebarannya dimks lbh lama..smile emotikon”. Komentar yang bikin ngakak, datang dari Pak Anab Afifi. Motivator dan trainer di sejumlah workshop ini menulis : “Pertanyaan itu hanya muncul dari orang yang belum pernah mudik he he he”. Saya juga menulis di Twitter melalui akun @nurterbit dengan hastag #pulkam.

Di atas kapal laut KM Tidar, dalam pelayaran Tanjung Priok ke Makassar (foto dok pribadi)

Di atas kapal laut KM Tidar, dalam pelayaran Tanjung Priok ke Makassar (foto dok pribadi)

DSCF3049

****

Tahun 1980-an saat merantau ke Pulau Jawa, Saya naik kapal laut dari Makassar ke Jakarta dan sandar di Tanjung Priok.

Juni tahun 1986, atau 6 tahun kemudian, saya pulang kampung nikah, lalu bulan madu di kapal laut dalam pelayaran Makassar-Tanjung Priok. Juni tahun 2015 ini, atau setelah 35 tahun kemudian, saya rencana mau pulang kampung mudik lebaran berdua Istri.

Tiba-tiba terlintas dalam pikiran, kenapa tidak bernostalgia aja ya, sekalian napak tilas? Atau mengulang bulan madu dan merayakan ulang tahun ke-29 usia perkawinan kami, sekaligus 35 tahun di perantauan?

Itulah yang saya lakukan kali ini berdua istri, @Bunda Sitti Rabiah. Kami mudik ke Makassar dengan kapal laut, KM Tidar, milik PT Pelni, berangkat dari dermaga Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara sejak Rabu, 3 Juni 2015. Pelayaran ditempuh selama 2 hari 3 malam. Selanjutnya kapal melanjutkan perjalanan sesuai rute KM Tidar.

Adapun rute pelayaran KM Tidar saat ini, menyinggahi 10 pelabuhan dimulai dari pelabuhan yang ada di bagian Barat Indonesia ke Timur: Pelabuhan Tanjung Priok (DKI Jakarta) – Tanjung Perak (Surabaya, Jawa Timur) – Soekarno-Hatta (Makassar, Sulawesi Selatan) – Bau-bau (Sulawesi Tenggara) – Ambon – Tual – Banda – Dobo (Maluku) – Kaimana – Fak-fak (Papua). Banyak pengalaman unik dan mengasyikkan selama dalam pelayaran. Tapi, saya akan ceritakan tersendiri nantinya. Sabarlah….hehe

Ini memang bukan pengalaman pertama saya pulang kampung ke Makassar menggunakan kapal laut. Saya pernah menikmati pelayaran di saat bulan puasa, atau bahkan lebaran di atas kapal laut. Pengalaman tersebut sudah pernah saya tulis sebelumnya: DI SINI

DSCF3046

4 Comments

    • @Mariana, kalau pertama kali naik kapal laut, kemungkinan mabuk bisa saja. Tapi kalau sudah terbiasa, gak lagi. Sekarang kan banyak obat anti mabuk hehehe…..

    • Hehehe…. ya begitulah rasanya naik kapal laut sambil bernostalgia sewaktu berbulan madu.
      Untuk latihan, cobalah dulu naik kapal fery atau kapal penyeberangan seperti di Merak – Bakahueni, atau pelabuhan Tanjung Perak Surabaya ke Madura, karena tidak lebih dari dua jam koq sudah sampai di seberang.

Leave a Comment