Reportase Wisata

Ke Bandung Jangan Lupa Mampir ke Cibaduyut

Written by nurterbit

MENYEBUT nama Cibaduyut, maka yang langsung terlintas adalah sepatu dan jaket serta berbagai asesoris yang terbuat dari bahan kulit.Ya, itulah pusat belanja cukup terkenal yang menjadi ikon Kota Bandung, Jawa Barat. Cibaduyut sering dijadikan sebagai obyek wisata belanja, terutama di toko-toko pusat sepatu di Bandung yang dulu dikenal dengan sebutan Paris Van Java ini.

Maka ketika saya bersiap-siap melakukan perjalanan wisata belanja ke Bandung, rencana itu sudah lebih dulu menghiasi status di facebook saya. “Wisata Belanja ke Cibaduyut euy….”. Teman-teman  facebooker pun langsung menyambar dengan berbagai komentar. “Jangan lupa jaket kulit, bang”. Atau komentar lain, “Setelah dari Cibaduyut, mampirlah di Soreang. Nikmati bajigur rasa duren”.

Letak Cibaduyut berada di daerah selatan Bandung. Atau dari pusat kota sekitar 30 menit. Kawasan ini awalnya terkenal dengan sentral sepatu kulit. Kami pun rombongan dari Kota Bekasi, datang dari arah jalan tol Jakarta-Cikampek. Sebelum sampai ke Cikampek, mengambil jalur kiri masuk tol Padalarang.

“Karena kita dari Bekasi, lebih dekat kalau keluar pintu Tol Leuwi Panjang. Lokasi Cibaduyut lebih dekat,” kata Usman Lantara, driver kami, pria bujang asal Kota Makassar yang mencoba urban ke Jakarta. Namun karena ingin bersilaturahmi dulu ke keluarga, bablas dulu deh kita keluar pintu tol Buah Batu.

Wisatawan domestik dari kota Bekasi, siap-siap borong sepatu kulit di Cibaduyut (foto: Nur Terbit)

Wisatawan domestik dari kota Bekasi, siap-siap borong sepatu kulit di Cibaduyut (foto: Nur Terbit)

Wisatawan domestik yang menggunakan tranportasi darat, bisa keluar melalui Tol Kopo atau Tol Mochammad Toha. Berbagai oleh-oleh sebagai ciri khas kota Bandung bisa anda dapatkan di sini, seperti peyeum, dodol, opak, dan lain-lain. “Untuk iseng-iseng makan di perjalanan, saya beli dodol dan peyeum,” kata Agung, yang datang bersama temannya, Pandu, Akbar. Ketiganya mengaku bersahabat, lulusan MAN 1 Kota Bekasi.

Sepatu Raksasa

Untuk menuju ke Cibaduyut, memang tidak sulit. Ciri khas lokasi, ditandai dengan patung sepatu raksasa yang besar di depan perempatan sebelum memasuki jalan Cibaduyut, Bandung. Itulah ciri khas sebagai pertanda bahwa kita sudah memasuki lokasi. Patung sepatu merupakan lambang dari Jalan Cibaduyut, bahkan satu-satunya yang ada di kota Bandung.

Sepatu, tas dan dompet merupakan salah satu asesoris yang selalu digunakan dan dibawa, baik bagi pria maupun wanita. Bandung merupakan salah satu sentral pembuatan asesoris tersebut. Cibaduyut juga dikenal sebagai deretan toko terpanjang di Asia.

“Produk sepatu Cibaduyut, tidak kalah dengan merek luar negeri. Saya borong sendal kulit untuk teman-teman di kantor,” kata Erni Yusnita, karyawati Bank BRI yang sedang diklat di Jakarta. “Murah koq, Rp15.000, sudah dapat dua pasang,” kata mantan pramugari darat maskapai penerbangan Lion Air ini.

Suasana lalulintas sepanjang toko sepatu Cibaduyut (foto: Nur Terbit)

Suasana lalulintas sepanjang toko sepatu Cibaduyut (foto: Nur Terbit)

Memang tak hanya Erni yang tertarik datang ke Cibaduyut. Buktinya dengan banyaknya turis domestik yang juga datang ke sini.

Sepanjang Jalan Cibaduyut, banyak berdiri toko-toko yang menjual dan menerima pesanan sepatu. Keistimewaan dari Cibaduyut, bisa melakukan pemesanan. Harganya pun bervariasi.

Jika Cibaduyut terkenal akan sentral sepatu dan tas, ada wilayah lain di Bandung yang juga terkenal dengan produk jeans, yaitu Cihampelas, Bandung. Itu sebabnya ketika saya menulis status di facebook dan mengabarkan kalau lagi berada di Cibaduyut, langsung direspon dengan komentar: “Jangan lupa jaket kulit, bang” (*)

Sepatu raksasa di pusat perbelanjaan Cibaduyut (foto: Nur Terbit)

Sepatu raksasa di pusat perbelanjaan Cibaduyut (foto: Nur Terbit)

 

2 Comments

Tinggalkan Balasan ke Nur Aliem Halvaima X