Reportase

Sosialisasi Anti Narkoba Melalui Seni Budaya

Penampilan anak-anak Teater Tanah Air saat pergelaran seni budaya anti narkoba di gedung Smesco UKM Jakarta (sumber foto : Rahab Ganendra)

Penampilan anak-anak Teater Tanah Air saat pergelaran seni budaya anti narkoba di gedung Smesco UKM Jakarta (sumber foto : Rahab Ganendra)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“Pengguna narkoba harus melapor”.
“Lebih baik direhabilitasi dari pada dipenjara”.

Dua penggalan kalimat tersebut, jadi populer belakangan ini. Itu sebabnya saya cukup kaget juga begitu mendengar
pernyataan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komisaris Jenderal Polisi Anang Iskandar, SH, MH.

“Para pengguna narkoba saat ini diliputi rasa ketakutan. Mereka tidak berani keluar dari komunitasnya yang tersembunyi untuk segera direhabilitasi,” kata Anang Iskandar.

Kenapa rupanya Pak? “Ya, karena saat ini banyak dari pengguna narkoba yang masih takut untuk keluar, sehingga kami berharap agar mereka berani muncul dan melaporkan diri ke IPWL (Institusi Penerima Wajib Lapor, pen) agar mendapatkan perawatan,” kata Anang Iskandar.

Dialog diatas terekam saat Kepala BNN tersebut, dicecar pertanyaan oleh kalangan pers dan komunitas blogger, usai acara “Pergelaran Seni Budaya Anti Penyallahgunaan Narkoba Bagi Pelajar, Mahasiswa dan Organisasi Wanita” di Gedung Smesco UKM, Jl Gatot Subroto Jakarta, Selasa 25 Maret 2014 lalu.

Acara yang digelar BNN kerjasama Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemeneg PP & PA) ini, hadir Ibu Ratna Joko Suyono dari SIKIB, Menteri Pemberdayaan PP dan PA Linda Amalia Sari Agum Gumelar, Kepala Pengembangan SDM Kementerian Kominfo Basuki Yusuf Iskandar.

Anang Iskandar berharap masyarakat dan penegak hukum agar memiliki pemahaman bahwa hukuman yang paling tepat adalah rehabilitasi. Sehingga lembaga pemasyarakatan (lapas) tidak lagi kelebihan kapasitas.

“Satu hal yang paling penting yang tidak boleh terlewat, dengan adanya paradigma baru prevalensi pengguna narkoba bisa diturunkan, karena hal tersebut dapat menjadi indicator tingkat keberhasilan menangani masalah narkoba di Indonesia,” imbuh Jendral bintang tiga ini.

Menurut Kepala BNN ini, sekarang sangat memprihatinkan bahwa tren penyalahgunaan narkoba semakin meningkat dari tahun ke tahun. Upaya seirus dari BNN dipertegas lagi dengan dicanangkannya tahun 2014 sebagai tahun penyelamatan para penyalahguna narkoba.

Diungkapkan Anang, ada sekitar 4 juta orang pengguna narkoba yang harus diselamatkan. Harus dihentikan, distop dan dipulihkan. BNN menekankan untuk pemulihan itu, para penyalahguna tidak bisa lagi dilakukan dengan model hukuman penjara. Karena penjara bukan tempat yang sesuai untuk memulihkan para pecandu narkoba. Para pecandu harus memperoleh perawatan yakni direhabilitasi.

“Bukan jamannya lagi pecandu narkoba dipenjara. Mereka harus direhabilitasi agar pulih kembali,” kata Anang. Di dalam aula gedung Smesco UKM tempat acara digela, memang terpajang sejumlah spanduk bertuliskan sloga yang mengajak hidup bebas dari pengaruh narkoba. Misalnya, “Hidup Sedehana Tanpa Narkoba, Bersama-sama Kita Selamatkan Pengguna Narkoba, “Raih Prestasi Tanpa Narkoba”, “Hidup Indah Tanpa Narkoba”, “Raih Masa Depanmu Gemilang Sehat Tanpa Narkoba”.

Juga ada tulisan lain di spanduk itu, “Generasi Cerdas Tanpa Narkoba”, “Keluarga Benteng Utama”, “Penangan Pecandu Narkoba dan Korban Penyalahgunaan Narkoba Ke Dalam Lembaga Rehabilitasi”, “Hindari Narkoba Raih Prestasi”, “Hidup Sehat Tanpa Narkoba”, “Narkoba Menghancurkan Masa Depan”, “Masa Depan Gemilang Tanpa Narkoba”.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Amalia Sari Agum Gumelar ikut jadi narasumber (Sumber foto: Lita Chan Lai)

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Amalia Sari Agum Gumelar ikut jadi narasumber (Sumber foto: Lita Chan Lai)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
******

Khawatir terlambat tiba di lokasi acara jika menggunakan angkutan umum bus, saya lalu memilih naik motor dan melaju dari Bekasi melintasi kemacetan arus lalulintas mulai dari jalan poros Kalimalang – Gatot Subroto. Alhamdulillah, panitia acara “Pergelaran Seni Budaya dan Forum Komunikasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba” baru berbenah begitu motor saya parkir di lantai dasar gedung Smesco UKM.

Sejumlah pelajar SLTP, SLTA, mahasiswa dan organisasi wanita sudah memenuhi teras gedung. Beberapa saat kemudian, sebuah sedan warna hitam berhenti tepat di depan gedung, seorang wanita melangkah turun dari kendaraan tersebut. Beliau adalah Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Amalia Sari Agum Gumelar. Pelajar dan mahasiswa serta kalangan ibu-ibu yang semula berdiri di teras gedung, langsung buru-buru masuk aula.

Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB, seketika suasana aula berubah warna biru dari seragam kaos biru bertuliskan BNN yang dikenakan para pelajar, mahasiswa dan kaum ibu tersebut. Mereka tak lain adalah para pendukung gerakan anti penyalahgunaan narkoba ini. Mengawali acara, undangan berdiri menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Setelah menyanyi, dilanjutkan berbagai sambutan dari para narasumber. Sekitar kurang lebih 2.500 orang memenuhi ruangan.

Dari ibu Linda Amalia Gumelar selaku Meneg PP dan PA misalnya, memberi apresiasi kepada BNN dan SIKIB yang mengundang pelajar, mahasiswa dan kaum ibu ini karena merekalah adalah ujung tombak dan elemen paling terdepan di tengah masyarakat. “Peran orang tua adalah yang utama untuk melindungi dan mengawasi pergaulan dalam keseharian anak-anaknya, serta harus mempunyai sensitifitas terhadap perilaku anak,” kata Linda.

Menteri Linda mengakui, pentingnya peran keluarga dalam mengawasi, melindungi keluarga dari berjangkitnya narkoba di masyarakat. Linda sangat prihatin melihat peran wanita yang terlibat dalam perdagangan narkoba. Ada permasalahan terkait kekurangan ekonomi dan juga ketidakpahaman soal permasalahan narkoba.

“Sangat sedih dan prihatin melihat para wanita menjadi kurir narkoba,” kata Linda saat talk show interaktif. Baginya perempuan harus menjadi salah satu motor penggerak yang harus peduli terhadap kondisi lingkungannya. Lingkungan keluarga yang menjadi kesehariannya.

Pencerahan juga diberikan oleh Kepala Pengembangan SDM Kementerian Kominfo, Basuki Yusuf Iskandar. Soal perdagangan narkoba menurut Basuki, sudah demikian canggih hingga merambah ke dunia maya. “Penggunaan internet telah dimasuki para pelaku criminal dengan menggunakan lingkup dunia maya. Penggunaan internet di masyarakat sudah intens dan intim hingga ke pelosok-pelosok.

Tidak heran kalau pelajar terutama, antusias mengikuti acara dialog intraktif dengan para narasumber. Salah satu di antaranya adalah menanyakan bagaimana cara BNN menangkap para pengedar dan memusnahkan pabrik-pabrik narkoba? Bagaimana memperlakukan mantan pecandu narkoba? Bagaimana dampak ekonomi dari pengguna narkoba?

Acara diakhiri dengan pergelaran seni budaya berupa teater musical dimainkan oleh anak-anak Teater Tanah Air. Ada pesan moral tentang bahaya penyalahgunaan narkoba disampaikan dengan bagus sekali. Anak-anak tersebut bersatu melawan pengedar narkoba di kampung mereka. Sebuah kesadaran agar masing-masing individu bisa melindungi diri dan lingkungan dari ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

Dari kegiatan ini, diharapkan masyarakat sadar akan pentingnya masa depan bangsa yang bebas dari narkoba. Karena itu untuk informasi lebih lanjut, BNN menyediakan ruang untuk masyarakat yang mudah dihubungi :

Call center 021-8088 0011,

SMS Center 0812 2167 5675

atau melalui situs www.BNN.GO.ID dan

www.indonesiabergegas.com

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komisaris Jenderal Polisi Anang Iskandar, SH, diserbu wartawan usai acara pargelaran seni budaya di gedung Smesco UKM Jakarta MH. (Sumber foto : Lita Chan Lai)

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komisaris Jenderal Polisi Anang Iskandar, SH, diserbu wartawan usai acara pargelaran seni budaya di gedung Smesco UKM Jakarta MH. (Sumber foto : Lita Chan Lai)

2 Comments

Tinggalkan Balasan ke Nur Aliem Halvaima X