NGETEH PAGI DITEMANI KUE PANCONG SERIBUAN – Catatan : Nur Terbit – Ngeteh (minum teh manis) di pagi hari setelah sarapan, ditemani kue Pancong (nama lain kue Buroncong di Makassar, Sulsel). Ngeteh pagi ini sebelum memulai aktivitas di Jum’at berkah hari ini 29 Mei 2026. Alhamdulillah menyambut pagi yang cerah-ceria.
Koq ngeteh, bukan ngopi? Nah ini dia. Sudah belasan tahun saya berhenti minum kopi, sekaligus berhenti pula merokok. Waktu masih aktif sebagai wartawan di lapangan, begitu tiba di kantor mengetik berita, sudah malas pergi ke kantin.
Solusinya adalah sederhana. Cukup pesan ke petugas OB, minta dibelikan rokok dan dibikinin segelas kopi. Maka seharian itu tidak perlu makan pagi, siang, malam. Cukup minum kopi dan merokok, itu sudah bikin kenyang. Sejak itulah lambung sakti dan maag muncul.
Karena itu, saya yang sebelumnya adalah pecandu kopi sekaligus perokok berat, memilih berhenti total. Meskipun minum kopi dan merokok, sempat tiga kali kumat. Berhenti merokok dan ngopi, dan kumat lagi. Berhenti lagi, sampai sekarang.
Lambung saya sudah tidak kuat, maag saya sudah kronis. Itu diagnosa dokter, saat konsultasi. Sempat juga dirawat di RS. Sekarang sudah milih-milih juga makanan dan minuman.
Ini dimaksudkan sebagai upaya agar sakit maag dan lambung tidak kumat lagi, dengan menghindari makanan pedas, kecut, bersantan dan minuman bergas, termasuk kopi. Semua dihindari, kecuali gratis…eh becanda.
Sebagai “lawan” untuk segelas teh manis Rp5000-an, maka sebelumnya saya mampir beli kue Pancong di tepi jalan. Lalu dibungkus untuk dinikmati di warung tenda, depan kantor Lembaga Bantuan Hukum Mustika Bangsa (LBH Musba) di Kota Bekasi, tempat “ngumpul” teman-teman advokat, lawyer, pengacara berdiskusi dan menerima klien.
Saat “bertransaksi” dengan penjual kue Pancong tersebut, terjadi dialog yang cukup berkesan. Padahal, saya bertransaksi tidak memakai uang dollar — yang belakangan nilai tukarnya “menguat” dari rupiah itu.
Benar kata Presiden Prabowo Subianto. Orang desa seperti saya, tokh tidak terpengaruh dengan naik-turunnya nilai dollar. Ini karena “jual-beli” orang desa cukup memakai rupiah. Bukan dollar.
Masalahnya, makanan atau minuman yang dibeli orang desa di warung, sebagian besar bahan pembuatannya adalah impor dari luar negeri. Artinya dibeli dengan uang dollar. Nilai 1 dolar Amerika Serikat (AS) sama dengan Rp17.882,00,-. Artinya kalau saya hari ini beli kue Pancong Rp.10.000 + teh manis Rp5.000 = Rp15.000 sedikit lagi nilainya setara jika di-dollar-kan. Tapi sudahlah.
Tapi, bagaimana usaha Si Tukang Kue Pancong ini menukar uang lembaran rupiah saya yang cukup bernilai besar itu, dengan uang kembalian dari pembelian kue Pancong tadi?
“Berapa harga satuan kue Pancongnya, Mas?,” tanya saya.
“Kue yang mana? Ini ada dua Pak. Ini yang harga satuannya Rp1000, sedang yang itu Rp10.000 sudah dalam kemasan, isinya sepuluh,” kata Si Tukang Pancong.
“Saya minta kue Pancong yang seribuan saja Mas, dua biji, untuk teman nge-teh pagi,” kata saya, sambil menyerahkan uang lembaran Rp50.000,-.
“Wah, gak ada uang kembaliannya Pak. Ada uang pas aja, Pak?,” jawab Si Tukang Pancong, sambil membuka laci mejanya. Dia terlihat malas-malasan untuk menukarkan uang saya.
“Cuma itu satu-satunya uang saya, Mas,” kata saya, berterus terang. “Begini aja Mas. Saya ambil kue Pancong yang sepuluh ribuan deh kalau begitu, gak usah yang satuan seharga seribuan. Ada kan uang kembaliannya?,” saya menyarankan.
Eh, Si Tukang Pancong tiba-tiba bangkit dari tempat duduknya dengan bersemangat. Segera dia melangkah pergi menukarkan uang saya.
Hahaha….ketahuan akhirnya kamu Mas ya? waktu saya mau beli satuan kuenya, kamu malas-malasan cari uang tukaran kembalian. Eh giliran saya mau beli yang “paketan”, semangat benar kamu Mas pergi mencari uang tukaran #nurterbit #kuepancong
Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul “Ngeteh Pagi Ditemani Kue Pancong Senilai 1 Dollar AS”, Klik untuk baca:
https://www.kompasiana.com/daeng2011/6a191885c925c4345c01b704/ngeteh-pagi-ditemani-kue-pancong-senilai-1-dollar-as?page=all#goog_rewarded
Kreator: Nur Terbit
