Cerita Lapas, Dari Cipinang Sampai Cibinong

Cerita lama soal kondisi dan pelayanan di dalam Lembaga Pemasyarakatan (LP – Lapas) atau Rumah Tahanan (Rutan) — nama lain yang lebih halus dari kata Penjara — kini mencuat lagi menyusul adanya temuan Ombudsman.

Politisi Senior Akbar Faizal merespons temuan “fasilitas mewah” di kompleks Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Ia mendesak anak buah Presiden Prabowo, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andriyanto segera mengambil tindakan tegas terhadap seluruh jajaran Lapas Kelas IIA Cibinong.

Hal itu disampaikan Akbar Faizal melalui media sosial X-nya pada Jumat 25 September 2026. Ini mengingatkan saya kembali ke masa lalu ketika sempat “keluar-masuk” penjara. 

Eh maksudnya, masuk penjara bukan menjalani hukuman, tapi untuk bahan tulisan. Jangan salah paham ya hehehe….

Sebelumnya, Ombudsman RI melakukan inspeksi mendadak di Lapas Kelas IIA Cibinong pada Rabu 23 September 2026

Dalam pemeriksaan itu, Ombudsman menemukan lebih dari 10 bangunan di bagian belakang lapas yang disebut menyerupai vila mini.

Bangunan tersebut diketahui memiliki sejumlah fasilitas, seperti ruang tamu, kamar tidur, dapur, televisi, kulkas, tempat tidur, hingga peralatan memasak.

Anggota Ombudsman RI Syafrida Rachmawati Rasahan mengatakan bangunan tersebut tidak kosong.

Ia menjelaskan, beberapa bangunan ditempati oleh warga binaan. 

Baca Artikel Selengkapnya: https://video.tribunnews.com/view/965882/politisi-senior-desak-anak-buah-prabowo-tindak-tegas-jajaran-lapas-cibinong-usai-temuan-klaster-elit

KELUAR MASUK PENJARA 

Sekitar 2011-2013, saya bolak-balik ke LP Cipinang Jakarta Timur, mengumpulkan bahan tulisan Bu untuk persiapan lomba menulis bertema Pramuka antarwartawan tingkat nasional yang digelar Kwarnas Pramuka. 

Kenapa harus masuk penjara? Karena saya memilih obyek tulisan mengenai kegiatan Pramuka bagi warga binaan (narapidana) penghuni LP Cipinang. 

Saya wawancarai beberapa narapidana, Kalapas dan pembina Pramuka LP Cipinang. Alhamdulillah tulisan saya berjudul “Melongok Kiprah Pramuka Di Balik Jeruji Besi” berhasil meraih juara 1.

Cerita dari lapangan ini dimuat secara bersambung di media massa seperti Harian Terbit dan Tabloid Pramuka.

Di antara warga binaan ketika itu, ada Polycarpus, mantan pilot Garuda yang dipenjara terkait kematian Munir, aktivis Komisi Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras). 

Juga ada ditahan Bachtiar Chamsyah, mantan Menteri Sosial 2001-2009 era Megawati dan SBY. Namun tidak bersedia diwawancarai karena alasan tidak enak badan.

Bachtiar Chamsyah bergelar Datuak Marajo Nan Sati ini, meninggal dunia dalam usia 80 tahun (31 Desember 1945 – 24 September 2026).

Selamat jalan Pak Bachtiar Semoga Allah memberikan. Tempat yang layak di sisi-Nya dan mengampuni dosa hamba-Nya. Aamiin #nurterbit

Terkait lomba menulis tingkat nasional untuk wartawan dan umum bertema Pramuka di LP Cipinang tersebut, digelar dalam rangka memperingati HUT ke-51 di era Ketua Kwarnas Prof. DR. H. Azrul Azwar, MPH.

Dengan penulisan yang mendalam ini, mengisahkan kegiatan pembinaan kepramukaan bagi para warga binaan atau narapidana di Lembaga Pemasyarakatan. 

Latar belakang liputan ini menyoroti bagaimana nilai-nilai Pramuka diajarkan di dalam lingkungan penjara.

Juga sekaligus menjadi sarana pembinaan mental dan kepribadian bagi narapidana sebelum kembali ke masyarakat.

Menulis feature human interest yang kuat memerlukan pengamatan langsung di lapangan, kedalaman empati, serta pemilihan sudut pandang (angle) unik.

Karena itu sesuai pengalaman saya menulis feature, perlu dilakukan riset lapangan yang mendalam. 

Datang dan saksikan langsung realitas objek tulisan, gali detail kecil yang luput dari pandangan umum.

Selain itu gunakan angle yang humanis dengan mencari sisi emosional atau kontras kehidupan yang menyentuh hati pembaca, misalnya optimisme di tempat yang terbatas.

Setelah itu, diusahakan agar dikuatkan narasi deskriptif. Misalnya dengan menghidupkan suasana dengan deskripsi latar, gerak-gerik, dan dialog yang mengalir layaknya cerita bertutur (storytelling).

Yang juga perlu menjadi perhatian adalah bagaimana penulisnya menulis obyek tulisan dengan fokus pada transformasi karakter. 

Tampilkan perubahan atau proses positif dari subjek yang dibahas agar memberi inspirasi bermakna. Demikian juga sejarah dari latar belakang obyek yang akan ditulis.

Karena obyek yang saya akan tulis adalah Sejarah Pembinaan Pramuka di Lapas Cipinang, maka kegiatan Kepramukaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cipinang menjadi bagian dari program pembinaan kepribadian dan kemandirian warga binaan perlu diungkapkan dalam tulisan.

Pembentukan Pramuka bagi narapidana ini melibatkan warga binaan pilihan—termasuk figur publik atau tokoh tertentu yang menjalani masa tahanan—yang diangkat menjadi penggerak atau pemuka Pramuka di dalam lingkungan lapas.

Demikianlah cerita soal kondisi dan pelayanan di dalam Lembaga Pemasyarakatan (LP – Lapas), yang belakangan kembali viral setelah mencuat kasus Lapas Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Semoga bermanfaat. Terima kasih.

Salam : Nur Terbit

* Tulisan blog ke-41 edisi Senin 28 September 2026, untuk diikutkan Lomba Blog Kemerdekaan RI, digelar Wijaya Kusumah (Omjay) – https://www.wijayalabs.com

By nurterbit

Nama lengkap Nur Aliem Halvaima (NAH), nama pena Nur Terbit, Jurnalis, Lawyer, Blogger, YouTuber, Vlogger dan selama 34 tahun (1980-2014) mengabdi sebagai wartawan dan editor Harian Terbit versi cetak serta Admin Harian Terbit Online (Pos Kota Grup). Selanjutnya mencoba mengelola media cetak dan online sendiri hingga sekarang. Saat ini sudah menyelesaikan amanah menjabat Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jakarta Timur periode 2009-2012, 2012-2015. Selanjutnya mengemban amanah yang baru sebagai Pengurus PWI Jaya dengan posisi Koordinator Wartawan Bidang Multimedia. Kegiatan sehari-hari juga diisi dengan kesibukan sebagai pengurus yayasan pengelola sekolah TK & PAUD di Kota Bekasi, Jawa Barat. Pendidikan terakhir Magister Hukum (S2) Program Studi Hukum Bisnis, Universitas Islam Jakarta (UIJ) 2015 dengan tesis tentang "Pola Pengupahan Untuk Kesejahteraan Wartawan Media di Provinsi DKI Jakarta".

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts

Toggle Dark Mode