Teks: Luqman Hakim Gayo (tengah) bersama tentara Bosnia (dok FB LHG)
LUQMAN HAKIM GAYO, Sang Wartawan Perang Bosnia – Cerita Nur Terbit – Saya sering memanggil namanya Bang Luqman (77 tahun), padahal lengkapnya Luqman Hakim Gayo. Pria kelahiran Gayo, Aceh, ini adalah orang baik.
Setidaknya begitulah yang saya rasakan selama saya berteman, menjadi satu tim ketika sama-sama menjadi wartawan surat kabar sore “Harian Terbit”, Pos Kota Grup.
LHG adalah akronim namanya yang biasa dia tempelkan sebagai kode diakhir berita yang ditulisnya.
LHG saya akui adalah orang bertanggung jawab, berdedikasi dan loyalitasnya yang tinggi akan tugas dan profesinya sebagai wartawan.

Luqman Hakim Gayo (paling kiri) bersama Taryono Asa (tengah) dan Amin Idris (kanan) teman sesama artawan Harian Terbit (foto dok LHG)
PENULIS FEATURE YANG HANDAL
Selain itu, di kalangan teman-teman sesama wartawan, LHG juga dikenal sebagai penulis feature (berita ringan dari peristiwa hangat) yang cukup handal, termasuk cerita pendek (cerpen) bahkan novel.
Karena itu, jika ada penugasan dari kantor untuk menulis feature, Bang Luqman selalu di barisan terdepan. Saya di belakang beliau.
Tentu, banyak pelajaran yang saya dapatkan dari kemampuan menulis almarhum selama saya berteman satu tim dengannya sesama wartawan, satu kantor bersama pula.
Sepanjang ingatan saya, beberapa kali kami berdua “bersaing” di ajang lomba menulis sebagai wartawan.
Lomba menulis cerpen yang digelar redaksi TERBIT MINGGU (edisi Minggu Harian Terbit) era 1980-an misalnya, Bang Luqman juara 1, saya cukup di juara harapan.
Saya mengirim cerpen dari Kota Makassar ke kantor redaksi di Jakarta.
Begitu juga ketika Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menggelar lomba reportase, lagi-lagi Bang Luqman meraih juara untuk piala Adinegoro, puncak prestasi dan penghargaan tertinggi untuk seorang wartawan.
Sementara saya, ya cukup puas bisa masuk sebagai nominasi lomba menulis piala Adinegoro untuk dinilai dewan juri.
Status nominasi dengan gelar yang sama, saya kembali peroleh ketika saya menulis gaya feature berjudul “Teluk Jakarta Tercemar Limbah” di halaman satu kaki “Harian Terbit”.
JUARA MENULIS ANCOL
Prestasi Bang Luqman kembali ditunjukkan ketika PT Pembangunan Jaya Ancol, saham terbesar milik Pemprov DKI Jakarta, menggelar lomba.
Tidak jauh-jauh topiknya, yakni penulisan seputar obyek wisata keluarga di Dunia Fantasi (Dufan) Ancol, Jakarta Utara. Siapa pemenangnya? Lagi-lagi Bang Luqman juaranya.
Saya juga ikut lomba, tapi tidak juara, hanya bisa mendampinginya ke Ancol menerima hadiah sebagai sesama wartawan yang juga sesama satu kantor.
Lalu selanjutnya Bang Luqman diajak oleh pihak Ancol keluar negeri, mengunjungi obyek wisata sebagai perbandingan Dufan Ancol.
WARTAWAN PERANG BOSNIA
Masih ada lagi prestasi lain Bang Luqman. Terus terang, ini bukan hanya heboh tapi juga yang membuat seisi kantor, mungkin juga keluarga Bang Luqman, mendadak jadi tegang.
Dia sempat “hilang” di medan perang saat meliput Bosnia Herzegovina. Belakangan ketahuan, dia ikut berbaur dengan warga Bosnia, para pengungsi korban perang.
Pulang dari liputan perang Bosnia, Bang Luqman menulis novel. Kisah tentang percintaan tentara Serbia dengan warga Bosnia.
Dari pengalamannya itu, saya lalu meminta dia hadir di “Sunday Sharing” — pertemuan penulis dimana saya ketua kelasnya.
Bang Luqman saya undang khusus untuk memberi materi di depan teman-teman penulis Blogdetik (Detik.com). Topiknya: “Rahasia Menulis Seorang Wartawan Perang”.
Sebelumnya, Bang Luqman juga jadi sibuk menerima panggilan ceramah dari mahasiswa di kampus-kampus. Isi ceramahnya, antara lain ya .. pengalamannya meliput dan hilang di Medan perang Bosnia hehe…
Dari pengalaman berceramah ini pula, Bang Luqman pernah “dikontrak” oleh Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) untuk berceramah di masjid yang di atas kapal penumpang sambil berlayar.
“Itu secara kebetulan. Setiap masuk waktu sholat, anak buah kapal (ABK) di bagian kerohanian mempersilahkan penumpang untuk mengisi kultum, kuliah tujuh menit. Saya coba, eh keterusan,” kata Bang Luqman.
Sejak itulah, Bang Luqman menjadi “penceramah” tetap di atas kapal Pelni. Dia diminta mengisi ceramah selama kapal berlayar. Sudah gratis naik kapal laut, turun dari kapal laut dapat honor lagi sebagai penceramah hehe…
DATANG KE PERNIKAHAN SAYA DI MAKASSAR
Satu lagi. Ada peristiwa yang menjadi kenangan saya, dan tidak bisa terlupakan hingga sekarang.
Yakni, ketika saya pulang kampung ke Kota Makassar Sulawesi Selatan untuk menikah Juni 1987.
Saat acara resepsi di malam hari di rumah kakek di Sudiang dekat bandara Sultan Hasanuddin, tiba-tiba Bang Luqman muncul di antara undangan dan menyalami kami yang lagi duduk pengantin di pelaminan. Surprise sekali.
Saya kaget dan bertanya, “Wow… jauh-jauh dari Jakarta bisa sampai ke Makassar, Pak Luqman?”
Dia bilang, sebagai wartawan dia kebetulan ikut kunjungan perjalanan dinas Menteri Pekerjaan Umum (PU) ke Makassar.
Lalu dari acara di Makassar ini, Bang Luqman sempat-sempatnya menyewa mobil mencari alamat di mana lokasi acara resepsi pernikahan saya. Dasar wartawan ya.
BANG LUQMAN DALAM KENANGAN
Saat saya lagi asyik mengetik artikel di handphone jadoel, tiba-tiba melintas pesan duka cita melalui WhatsApp.
Pengirimnya saya kenal karena lama pernah sama-sama berkecimpung di dunia yang sama.
Bu Diana, lengkapnya Diana Susanti. Saya wartawan, dia wartawati. Pesannya begini :
“Bismillah Bang Alim (sapaan akrab saya di kantor dan sesama jurnalistik), ini Bu Diana, mau berkabar bahwa Pak Luqman Hakim Gayo wafat, pada Sabtu 30 Agustus 2025 jam 10.44 WIB”.
“Mohon dimaafkan almarhum jika mungkin pernah menyinggung saat berinteraksi dulu”.
Sesaat saya tertegun. Tak kuasa berkata-kata kecuali mengucapkan “Innalilahi lillahi wa innailaihi rojiun”.
Selamat Jalan sahabat. Atas nama saya pribadi, keluarga dan teman-teman, terutama mantan wartawan dan karyawan “Harian Terbit” (Pos Kota Grup), turut berduka cita semoga Bang Luqman Hakim Gayo (LHG) mendapatkan surga-Nya. Aamiin….
Subhanallah. Selamat jalan sahabatku Bang Luqman 🙏Demikian kisah tentang teman saya Luqman Hakim Gayo (LHG). Alfatihah buat almarhum. Semoga tenang di sana. Aamiin.
Salam : Nur Terbit
Saya sengaja menulis kisah ini untuk mengenang teman LHG sekaligus saya ikutkan dalam Lomba Blog Kemerdekaan bagian kelima belas (ke-15) edisi Senin 31 Agustus 2026.
Luqman Gayo bersama wartawan Harian Terbit, Pos Kota Grup dalam satu acara reuni (Sumber video YouTube : Channel @ NURTERBIT 👇


