Reportase

Seru, Reuni Sesama Penulis Buku YPTD

Written by nurterbit

Teks foto: Para penulis di Ultah YPTD (dok YPTD)

HUT KE-6 YPTD DI TMII JAKARTA, HADIR PULUHAN PENULIS BUKU – Nur Terbit – Alhamdulillah, akhirnya saya bisa hadir di acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Penerbit Buku Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan (YPTD) ke-6 (dari 19 Agustus 2019 – 19 Agustus 2026).

Acara HUT digelar di Restoran Karimata Ikan Bakar Dalam Bumbu, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Square, Jakarta Timur, Minggu 23 Agustus 2026.

Hadir undangan dari berbagai latarbelakang profesi. Mulai dari para penulis, wartawan, blogger, pengacara dan purnawirawan TNI-Polri yang selama ini mempunyai kegemaran yang sama: suka menulis.

Sebagai “tuan rumah” adalah Ayahanda Kombes. Pol. (Purn.) H. Thamrin Dahlan, pendiri sekaligus pemilik penerbit YPTD yang diwakafkan dari keluarga besar Pak TD, sapaan akrab Thamrin Dahlan.

Penerbit buku YPTD ini juga termasuk penerbit yang sudah menerima penghargaan Perpustakaan Nasional tahun 2024.

Sampai sekarang penerbit YPTD telah menerbitkan sejumlah 417 judul buku.

Pada HUT YPTD ke-5 tahun 2025 lalu, sebelumnya digelar di Thamrin City, Jakarta Pusat. YPTD mempunyai tagline: “Berkomitmen Menerbitkan Buku Berkualitas Validasi ISBN.

Pada acara HUT ini disusun acaranya sebagai berikut:

Pembukaan oleh MC Dr. Nani Kusmiyati, S.Pd., M.M, Sambutan Pendiri YPTD, Serah simpan buku (sedianya kepada perwakilan Perpustakaan Nasional tidak berhalangan hadir), Pembacaan doa oleh Wijaya Kusumah (Omjay), Testimoni hadirin. Selesai. Makan siang.

TESTIMONI UNDANGAN

Pada sesi testimoni hadirin, beberapa di antaranya memberikan pernyataan senada. Berterima kasih kepada Pak Thamrin Dahlan yang telah mendirikan penerbitan buku YPTD, sebagai tempat menyalurkan kegemaran penulis dan hasil karyanya untuk diterbitkan jadi buku.

Prof Edi bersama buku karyanya duduk berdampingi dengan Pak Thamrin Dahlan (dok YPTD)

Prof Eko bersama buku karyanya duduk berdampingi dengan Pak Thamrin Dahlan (dok YPTD)

Prof Dr Eko Indra Heri SH, MH misalnya, dalam sambutannya menyampaikan rasa kagum karena YPTD bisa mengumpulkan sejumlah penulis dari berbagai latar belakang profesi.

“Ada penulis,ada wartawan, pengacara, purnawirawan dan berbagai macam latarbelakang profesi”.

“Terima kasih kepada Pak Thamrin sebagai pendiri yayasan penerbit buku YPTD ini,” katanya.

Prof Eko kemudian menceritakan bagaimana dia tertarik dunia tulis menulis. Pelajaran Bahasa Indonesia waktu di SD saja nilainya delapan.

“Jadi kalau dulu angka delapan itu sama dengan seratus. Kalau sekarang kan enggak ada nilai delapan?”

Tumpal Daniel bersama Thamrin Dahlan dan buku terbitan YPTD (dok YPTD)

Tumpal Daniel bersama Thamrin Dahlan dan buku terbitan YPTD (dok YPTD)

Sementara Tumpal Daniel S, mengakui kalau Pak H. Thamrin Dahlan — seorang guru yang telah mengembalikan gairah menulis dalam hidup saya.

“Sebelum bertemu beliau, sebenarnya saya sudah aktif menulis sejak masa mahasiswa, ketika bergabung dengan IPMI (Ikatan Pers Mahasiswa Indonesia).

IPMI adalah sebuah organisasi ekstra kampus yang sudah berdiri sejak masa Orde Lama dan didirikan oleh tokoh-tokoh seperti Emil Salim dan lainnya”.

“Namun bagi saya, minat menulis itu seperti api yang sempat padam — hingga empat tahun yang lalu saya bertemu dengan Pak Thamrin”.

Fifi penulis buku termuda di YPTD bersama ayahnya Nur Terbit (foto Fifi)

Fifi penulis buku termuda di YPTD bersama ayahnya Nur Terbit (foto Fifi)

BALASAN TESTIMONI

Thamrin Dahlan pun kemudian membalas sambutan mereka.

Alhamdulillah, katanya, tepat enam tahun perjalanan Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan (YPTD) menjadi bagian dari gerakan literasi Indonesia.

Thamrin Dahlan mengungkapkan penerbit yang dipimpinnya berdiri pada 19 Agustus 2019, YPTD terus berikhtiar menghadirkan karya-karya bermutu dan memberikan ruang bagi para penulis untuk menerbitkan buku secara legal, berkualitas, dan tervalidasi ISBN.

“Enam tahun bukan sekadar hitungan waktu. Di baliknya ada semangat, kerja keras, kebersamaan, serta kepercayaan para penulis yang telah menitipkan karya kepada YPTD”.

Diungkapkan, sampai saat ini sudah ada sebanyak 417 judul buku telah diterbitkan.

Hal ini katanya menjadi bukti bahwa gerakan literasi dapat tumbuh dari semangat gotong royong dan kecintaan terhadap dunia kepenulisan.

“YPTD berkomitmen untuk terus menjadi sahabat bagi para penulis.

Karena itu, buku bukan hanya kumpulan kata, tetapi warisan pemikiran yang dapat dibaca dan dikenang oleh generasi berikutnya”.

“Karena itu, menerbitkan buku berarti ikut menjaga peradaban melalui tulisan dan memperpanjang usia gagasan,” kata Pak Thamrin didampingi istrinya Enida Busri sekaligus Bendahara YPTD.

Thamrin Dahlan berharap semoga YPTD semakin istiqamah berkarya, semakin banyak melahirkan penulis dan buku berkualitas, serta terus menjadi bagian dari perjalanan literasi nasional.

“Menulis adalah amal, menerbitkan adalah pengabdian, dan membaca adalah jendela menuju masa depan”.

Mari bersama kita wujudkan rencana di Ultah ke-7 pada 19 Agustus 2027 dengan pencapaian Penerbit YPTD sebanyak 500 judul buku.

Dr Nani dan Dr Wijaya Kusumah (Omjay) (dok YPTD)

Dr Nani Kusmiyati dan Dr Wijaya Kusumah (Omjay) (dok YPTD)

Sementara Dr Wijaya Kusumah (Omjay) selain ditugaskan baca doa, guru blogger yang mengajar di Labschool Rawamangun Jakarta Timur ini, ikut memberi testimoni.

“Saya melihat semangat seperti itu dalam perjalanan YPTD. Enam tahun telah dilewati dengan menerbitkan ratusan judul buku”.

“Bahkan pada spanduk tersebut juga tercantum Penghargaan Perpusnas 2024”.

“Penghargaan tentu menjadi kebanggaan, tetapi menurut saya penghargaan yang paling penting adalah ketika buku yang diterbitkan benar-benar sampai kepada pembaca dan memberikan manfaat”.

DAFTAR HADIRIN

Dari daftar undangan, saya melihat ada 30 nama tercantum, masing – masing:

Prof. Dr. Eko Indra Heri, S.H., M.M, dr. Irsyal Rusad, Sp.PD, Ir. Mas’ud Dohim, Soegiri, Erlinda, Rizki Bustomi, Keke, Ajinatha, Nur Terbit, Isson Khaerul, Syaipul Harahap, Sutiono, Taufik Hidayat, M.Si, Erdonis Erdwan, S.T., M.B.A, Dr. Nani Kusmiyati, S.Pd., M.M, Dr. Wulan Widaningsih, M.Pd, Sumarni.

Renditya Ramdan Fikri, Dr. Wijaya Kusuma (Omjay), Dr Tumpal Daniel, Dr. Erwansyah Syarif, M.M, Yon Bayu, Muthiah Alhasany, Sukma Tom, Amalia Muflihat, S.Hum, Said Surung Hutapea, Rati Kumari, Sumardi, Galaxy Mega Pratama, S.Pd, Gita.

Sumber video: channel YouTube Isson Khairul

Demikian cerita saya di hari ketujuh (ke-7) Minggu 23 Agustus 2026 untuk Lomba Menulis Blog Kemerdekaan yang digelar Dr. Wijaya Kusuma (Om Jay). Semoga bermanfaat. Aamiin.

Salam : Nur Terbit

Postingan sebelumnya di sini 👇https://www.facebook.com/share/1Cj6Q2LDvo/

Leave a Comment