Reportase

Begini Kerja Amburadul Dukcapil Kelola e-KTP

Written by nurterbit

Selesai menonton video Ibu Risma, Walikota Surabaya bersama Aiman dari Kompas TV, saya baru sadar. Begitu amburadulnya pengelolaan e-KTP ini.

Dalam liputan video tersebut, nampak wajah serius wanita perkasa kader PDI-P ini. Beliau rupanya lagi sidak — inspeksi mendadak — ke salah satu kantor anak buahnya. Dinas Dukcapil, Kependudukan dan Catatan Sipil.

Ibu Risma sampai marah-marah melihat kerja petugas Dukcapil. Saya hanya bisa tersenyum kecut mengikuti liputan video itu.

Jadi ingat pengalaman saya dan putri saya soal e-KTP. Kasusnya tidak sama dengan Ibu Risma, tapi beda-beda tipis dengan yang saya alami.

Putri bungsu saya dari Bekasi kuliah di Makassar & KTP ikut dipindahkan. Setelah wisuda, KTP balik dipindahkan lagi ke Bekasi.

Mutasi e-KTP baru sempat diurus sekarang untuk persyaratan pendaftaran CPNS. Di Dukcapil Bekasi meski sudah sistem online, ternyata tetap tidak bisa memproses dengan cepat.

Kenapa?

Ya, karena sistem IT dimatikan di Makassar. Saya sampai sebulan menunggu, dan bahkan menyurat ke Dukcapil Makassar. Menanyakan apa kendalanya. Tapi surat saya tidak direspon. Juga telepon saya tidak diangkat.

Belakangan, saya baru tahu apa penyebabnya mengurus mutasi e-KTP koq ribet banget. Itu setelah saya baca berita online di internet.

Rupanya, jaringan IT Dukcapil Makassar dimatikan langsungĀ dari Jakarta via Dirjen Dukcapil Kemendagri.

Hal ini gara-gara2 plt Walikota Makassar, dianggap bertindak telah melampaui kewenangannya memutasi Kadis Dukcapil Makassar.

Tindakan mutasi yang inisiatif sendiri dari Walikota ini, membuat marah Dirjen Dukcapil. Jaringan IT Kependudukan untuk seluruh Makassar dimatikan. Nyaris tidak ada pelayanan publik. Terhenti total.

Jadi lucu, gara2 plt Walikota Makassar main mutasi Kepala Dinas Dukcapil, pejabat Kemendagri di Jakarta marah. Lalu, sistim online dimatikan untuk seluruh Makassar.

Saya dan anak saya, juga Dukcapil Bekasi, akhirnya kesulitan buka akses internet ke Makassar. Layanan kependudukan pun lumpuh. Rakyat akhirnya yang jadi korban.

Oh e-KTP…apakah ini gara2 proyek e-KTP dikorupsi sehingga rakyat di bawah menderita? Entahlah.

Saya juga tak tahu. Kalau kalian mau tahu kenapa? Ya pergilah ke musisi dan penyanyi Ebit G Ade. Biar dia yang bertanya pada “rumput yang bergoyang”.

Hanya merekalah yang bisa menjawab. Hahaha….

Jakarta 13122019
Nur Terbit

Leave a Comment