Reportase

7 Kelebihan Website Atau Blog Jika Dilengkapi Video

Written by nurterbit
Apa saja perbedaan mencolok dan keuntungan lebih, jika blog dilengkapi dengan video?
Inilah oleh-oleh “ilmu” yang saya peroleh usai bersama teman komunitas blogger  mengikuti workshop Short Travel Video jilid 1.
Acaranya sendiri berlangsung di Hotel Morrissey Jakarta, dibimbing oleh Mas Teguh Sudarisman, seorang Travel Writer & Vlogger cukup eksis dan handal. Selain belajar membuat video, peserta juga diharuskan me-review Hotel Morrissey, pihak yang memfasilitasi acara ini. Berikut liputannya: 

8 KELEBIHAN VIDEO

Menurut Mas Teguh, setidaknya ada 8 kelebihan website atau blog jika dilengkapi vlog. Berikut  kelebihan tersebut yang sempat saya catat.
1. Menarik untuk promosi produk, profil, cerita feature dan lain-lain.
 
2. Mengundang pengunjung betah jika dilengkapi video.
 
3. Video shareable ke semua platform sosial media.
 
4. Bisa dijadikan video tutorial.
 
5. Video bisa diunggah ke Youtube lalu linknya di tag ke blog/website.
 
Blog/website yang dilengkapi channel Youtube, lebih memungkinkan dibaca atau ditonton karena Youtube menjadi website ketiga yang terbanyak dikunjungi selain Google dan Facebook.
 
6. Trend Video 2017 semakin menarik dan beragam. Konten twitter bekerja sama periskop menyuguhkan konten video menarik.
 
7. Saat ini generasi Z (Usia 13-24 tahun) menggilai apps visual konten berupa video di snapchat dan Instagram. Views snapchat dapat 10 miliar video per hari.
Trend VIDEO versi Teguh Sudarisman (foto Nur Terbit)

Trend VIDEO versi Teguh Sudarisman (foto Nur Terbit)

PROSES PEMBUATAN VIDEO

Sementara dalam membuat video, perlu diperhatikan langkah berikut:
1. Tentukan tujuan pasti sebelum membuat konten video.
Rencanakan liputan dari mulai mencari ide cerita yang disesuaikan dengan latar musik, mencari informasi subyek yang akan di syut, membuat skenario, menentukan setting/lokasi, mencari aktor/aktris, persiapkan properti dan hitung biayanya.
2. Siapkan perangkat/alat syut dan edit, antara lain :
 
Smartphone (Android, iOS, WindowsPhone, Blackberry), Kamera Poket, Tripod, Monopod, Tongsis, Steady Cam, Holder Tripod, Mikropon tambahan, voice recorder, lakban, gunting.
Khusus penggunaan Tripod, merupakan elemen penting dalam proses pembuatan video. Hal ini karena tripod berfungsi bisa menstabilkan shoot, tidak banyak goyang dan lebih fokus.
Dengan tripod memungkinkan zoom in zoom out, bisa mendapatkan view yang diinginkan dalam menentukan visualisasi yang pas.
Juga low angle shot, 360 derajat rotasi, timelapse, 360 derajat timelapse, tilt dan pan.
Demikian pula soal selfie, akan lebih leluasa dan menemukan angle yang pas dengan area yang sesuai.
3. Lengkapi dengan bahan pendukung, misalnya musik latar dan lain-lain.
Misalnya untuk musik latar, bisa diambil dari yang gratisan atau berbayar, sesuaikan kebutuhan, yang penting video tidak kena banned karena menggunakan lagu berlisensi tanpa menuruti syarat dan ketentuan.
Yang direkomendasikan Mas Teguh untum database musik latar dari Youtube, antara lain besound.com, freemusicarchive.orgjoshwoodward.comfreesoundtrackmusic.com dan incompetech.com.
4. Unduh Software & Apps untuk Video.
 
Aplikasi yang disarankan adalah Power Director, Viva Movie dan Magisto untuk Android sedangkan untuk Iphone, bisa unduh iMovie dan Splice.
“Pelajari juga App bawaan android, berupa Time-lapse atau Pause video,” kata Mas Teguh.
Kalau untuk versi desktop, disarankan mengunduh Filmora, Movavi, Windows Movie Maker, Adobe Premiere Pro dan Sony Vegas. Sedangkan untuk Mac, bisa unduh iMovie dan Final Cut Pro.
5. Rekam gambar. Boleh dengan stand still, stage atau candid.
Menurut Mas Teguh, candid lebih disukai dan ambil video dengan cara landscape bukan vertical. Tetapkan 5 Shoot Method; Close Up muka, Close Up Aktivitas, Wide Shot, Side Shot dan over-The Shoulder Shot.
Format video, MOV di iOS, Mac.MP4 dari smartphone Android, AVI untuk perangkat berbasis windows. Sedangkan Format suara musik latar bisa berupa MP3, MP4 dan WAV sedangkan suara narasi ada pada WAV. Semua file bisa menyesuaikan sesuai dengan formatnya pada software editing.
6. Editing melalui laptop atau smartphone.
 
7.  Upload video ke Youtube agar memiliki nilai tambah secara branding atau ekonomi.
Suasana pelatihan membuat video perjalanan (foto Nur Terbit)

Suasana pelatihan membuat video perjalanan (foto Nur Terbit)

KELEBIHAN & KEKURANGAN VIDEO HP

Oh ya, Mas Teguh pun menjelaskan kelebihan dan kekurangan membuat video melalui smartphone.
Menurutnya, merekam video di smartphone lebih simpel, ringkas, ringan, murah dan suara sudah stereo dan kemampuan rekam sudah full-HD.
Kelemahannya, sensor lebih kecil dan sering hunting fokus ketika syut objek bergerak, fokus tidak bisa dibuat manual, bukaan diafraghma lensa selalu tetap, noisy saat minim cahaya dan kualitas mikrofon kurang.
Memori, Terpenting lagi, ketika membuat dan edit video, kosongkan memori smartphone, perhatikan storage yang memadai, untuk Android biasanya ada tambahan storage antara 32 atau 64 GB dan harus full charged. Sedia powerbank dan colokan dan aktifkan Airplane mode.

TIPS MEMBUAT VIDEO VIA HP

Tips membuat video via smartphone yang simpel dan ringan, antara lain :
* Unsur penyusun Video/Movie: Gambar bergerak, Gambar diam, Teks, Suara, Musik, Animasi dan Efek visual.
* Durasi Durasi video dibuat dalam 2-3 menit lebih pas. Karena perhatian manusia umumnya hanya 8,25 detik
* Isi Video Bisa berupa Informasi, Hiburan dan Iklan Produk.
Informasi sendiri terbagi dalam Berita yang ada di sekitar kita, berita penting yang ditangkap pada suatu tempat dan peristiwa atau pada sebuah acara yang kita hadiri. Tak hanya itu, jika kita ingin mengabadikan karya sendiri, cerita foto-foto atau cerita profil orang lain, bisa dituangkan dalam video juga, lho.
Sementara untuk hiburan, isinya bisa film, lagu, acara TV, video lucu dan unik dan lain sebagainya.
Iklan produk atau jasa bisa beragam penyampaiannya dalam video.
“Dan jika kita punya ilmu bermanfaat, jangan ragu buat dituangkan dalam sebuah video agar bisa sampai ke masyarakat yang membutuhkan,” kata Mas Teguh.
Menurut Mas Teguh, Tutorial Expert orang yang dituangkan dalam video masih kurang di Indonesia. Jadi, yuk ramai-ramai berbagi ilmu melalui video.
Berdasarkan data tahun 2016, sekitar 50% orang menonton video via mobile dan 70% berlangganan video via tablet. Bahkan di Amerika, pengguna perangkat mobile menonton video 40 menit per hari.
Nah benar kan? Kenapa gak mencoba bikin video perjalanan saja menggunakan handphone? Ditunggu videonya ya….
Nur Terbit

7 Comments

Leave a Comment